Jangan Kepedean Langsung Dapat Pinjaman Multiguna Setara Nilai Agunan, karena 5 Hal Ini juga Menentukan

Anto bingung setelah dihubungi pihak bank soal pinjaman multiguna yang ia mohon. Agunan yang ia berikan adalah rumah senilai Rp 800 juta. Tapi bank hanya bisa memberikan maksimal Rp 500 juta.

Dia pun sempat panik karena membutuhkan pinjaman dana setidaknya Rp 600 juta untuk modal usaha. Tanpa ba-bi-bu, dia segera mendatangi pihak bank.

Ternyata oh ternyata, pinjaman multiguna yang disetujui bank gak selalu setara dengan nilai agunan. Anto diberi penjelasan, ada setidaknya lima faktor yang dipertimbangkan ketika bank akan mencairkan kredit multiguna.

Berikut ini penjelasannya:

1. Besar penghasilan

Rumah Rp 800 juta gak ada gunanya kalau penghasilan hanya Rp 3 juta, misalnya. Sebab, bank juga menilai kemampuan bayar kita.

Dengan hanya mengantongi Rp 3 juta, berapa angsuran yang bisa kita berikan tiap bulan? Intinya adalah penghasilan harus mencukupi untuk membayar utang hingga lunas.

dapat pinjaman multiguna
Ayo dihitung lagi deh penghasilan sama beban pengeluaran sebulan, jangan sampai jadi bencana ya! (Penghasilan / konfrontasi)

Nantinya bank akan menghitung, kalau gaji segini, berapa kira-kira cicilan yang pas dengan kemampuan keuangannya. Kalau ngotot meminta Rp 800 juta, mending dijual saja rumahnya sekalian sehingga gak terbebani cicilan yang melampaui kekuatan finansial. Tapi terus tinggal di mana ya?

2. Rasio utang

Ini juga berkaitan dengan besaran gaji. Bank punya rumus untuk mengambil keputusan apakah mengabulkan atau menolak permohonan pinjaman, yaitu total utang maksimal adalah 30 persen dari gaji.

Umpamanya gaji Rp 10 juta tapi sudah ada cicilan mobil Rp 3 juta. Besar kemungkinan permohonan pinjaman ditolak. Sebab, batas 30 persen cicilan sudah mentok.

Jika dipaksakan, bank khawatir terjadi kredit macet. Meski mendapat pengganti berupa aset yang dijaminkan, adanya kredit macet bisa menghambat cash flow bank.

3. Kelengkapan dokumen

Bank akan memeriksa dengan saksama dokumen yang disyaratkan. Misalnya menjaminkan rumah dengan sertifikat hak milik (SHM). Saat dicek ke Badan Pertanahan Nasional, SHM itu valid.

Tapi ternyata nasabah gak menyertakan salinan kartu nomor pokok wajib pajak (NPWP). Alih-alih menerima permohonan kredit dengan besaran kecil, bank bisa saja menolaknya lantaran syarat dokumen gak lengkap. Terlebih bila surat bukti kepemilikan agunan gak valid alias ilegal.

dapat pinjaman multiguna
Mau ngajuin pinjaman pakai agunan kok dokumennya palsu, capek deeeh! (Tutup Mata Sebelah / bintang)

4. Histori kredit

Bank bukan hanya akan mengecek dokumen,  tapi juga histori kredit nasabah. Umpamanya nasabah pernah punya riwayat kredit macet, bukan mustahil permohonan kredit dipertimbangkan lama, atau bahkan ditolak langsung.

Bank Indonesia punya sistem yang mendata semua riwayat kredit nasabah di perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Nah, sistem inilah yang akan dicek bank untuk melihat histori kredit pemohon pinjaman.

Makanya pastikan segala urusan kredit diselesaikan dengan baik, termasuk tagihan kartu kredit yang sering dibayar minimum. Pembayaran minimum gak direkomendasikan karena menimbulkan utang baru dan memperburuk riwayat kredit.

5. Proses gak lancar

Salah satu tahap pencairan pinjaman multiguna adalah survei dan wawancara. Proses ini harus berjalan lancar agar pinjaman cair.

Bila saat disurvei ternyata ditemukan ketidakcocokan, misalnya rumah dikatakan di Jalan Benyamin tapi ternyata di Jalan Mandra, besar kemungkinan permohonan ditolak. Begitu pula saat wawancara.

Saat ditanya, harus lancar dan benar menjawab sesuai dengan data yang diberikan. Misalnya di formulir tertulis gaji Rp 10 juta, di slip gaji ternyata Rp 9,8 juta. Eh, saat ditanya dijawab Rp 12 juta karena ada penghasilan dari kerja sampingan. Siap-siap saja proses berjalan lebih lama untuk dipertimbangkan kembali oleh pihak bank, atau justru ditolak.

Semua bank memiliki aturan pinjaman multiguna yang kurang-lebih sama. Jika dicari pinjaman dari mana yang lebih cepat cair, jawabannya relatif.

dapat pinjaman multiguna
Mau kasih agunan buat dapat pinjaman harus pilih bank yang kredibel dong! (DBS Bank / channelnewsasia)

Hal yang juga mesti diperhatikan saat apply pinjaman multiguna adalah bunga dan tenor. Contohnya kredit multiguna DBS Refinancing yang menawarkan suku bunga flat mulai dari 9 persen untuk tiga tahun pertama, dan sisanya floating. Tenor pinjaman pun bisa sampai 10 tahun!

Adapun, plafon pinjaman yang bisa didapatkan dari produk ini minimal Rp 50 juta dan maksimal hingga Rp 10 miliar.

Tapi jangan lupa, ambil kredit hanya jika yakin mampu melunasinya. Bikin rencana dulu sebelum memutuskan mencari pinjaman.

CTA DBS multiguna

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Masalah Kredit Macet di Indonesia: Bukan Cuma Bikin Kamu di Blacklist, Bukan Cuma Ngerugiin Bank, Tapi Bisa Pengaruhi Orang Satu Negeri! ]

[Baca: Mau Ajukan Pinjaman Multiguna dengan Jaminan BPKB, Begini Simulasinya]

[Baca: Aduh, Masuk Blacklist BI atau Enggak Ya? Kalau Iya, Gimana Keluarnya?]

[Baca: Butuh Dana? Coba Kredit Multiguna dengan Bunga Terendah Ini]