Jangan Biarkan Hedonic Treadmill Bikin Gaji Terus Habis, Ini Cara Mengatasinya

Selalu terima gaji bulanan, tapi habis gak bersisa. Padahal, gaji udah naik. Namun, tetap aja gak pernah ada sisa. Bisa jadi kamu mengalami apa yang disebut hedonic treadmill.

Emangnya hedonic treadmill apa sih? Bisa dibilang hedonic treadmill itu berapa pun besarnya gajimu selalu aja tetap habis. Misalnya gajimu Rp 6 juta, tapi selalu habis gak bersisa. Naik gaji jadi Rp 10 juta, tapi juga tetap habis gak bersisa.

Kalau dibiarkan terus-terusan, tentu saja ini gak baik buat keuangan. Ujung-ujungnya keuanganmu jadi gak sehat. Terus gak ada tuh dalam kamusmu yang namanya emergency fund, tabungan, atau investasi.

Kalau ini sampai kamu alami, ucapkan aja deh selamat tinggal ke hidup mapan secara finansial. Soalnya mustahil banget hal itu bisa kamu wujudkan selama masih terjebak hedonic treadmill.

Buat melepaskan diri dari hedonic treadmill, atur deh gaji bulanan kamu dengan cara ini. Gimana caranya? Yuk disimak.

1. Susun bujet bulanan dengan rumus 50/30/20

nasihat keuangan
Membuat anggaran keuangan (accelainfinia)

Hedonic treadmill bisa dihindari asalkan kamu menyusun bujet pengeluaran dengan baik. Biar benar-benar terarah dan tepat sasaran, atur gaji bulanan dengan rumus 50/30/20.

Seperti di ulasan-ulasan MoneySmart sebelumnya, rumus 50/30/20 ini membantu kamu dalam menjaga keuangan tetap berada dalam kondisi yang baik. Dengan begitu, keuangan akan selalu sehat.

Gimana cara menerapkan rumus ini? Mudah kok. Alokasikan 50 persen dari gajimu buat kebutuhan pokok. Terus 30 persennya buat kebutuhan pribadi dan 20 persennya buat emergency fund atau investasi.

2. Bikin rekening tanpa biaya administrasi untuk dana darurat

Membuka rekening baru (Ilustrasi).
Membuka rekening baru (Ilustrasi).

Dana darurat ini wajib hukumnya dalam keuangan. Bisa repot nantinya seandainya gak punya dana darurat.

Soalnya dalam suatu waktu, ada situasi bersifat genting yang mengharuskan kamu mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Kalau tabungan aja gak cukup, kamu bisa tambahkan dana darurat.

Cukup sisihkan 20 persen dari penghasilan tiap bulan dan kumpulkan hingga 6-9 kali kebutuhan pokokmu, itu udah cukup kok sebagai dana darurat.

Kumpulkan dana tersebut di rekening terpisah. Kamu bisa memanfaatkan rekening tanpa biaya administrasi yang sudah tersedia dalam bentuk aplikasi. Dan ingat, tiap bulan langsung alokasikan 20 persen gaji untuk dana darurat. Kalau kamu konsisten melakukannya, kamu bisa bebas dari Hedonic treadmill.

3. Tentukan tujuan finansial yang pengin dicapai

Pertumbuhan investasi (Ilustrasi by Shutterstock).

Begitu sudah bisa menghasilkan uang atau pemasukan sendiri, jangan lupa untuk menentukan tujuan finansial yang pengin dicapai. Dengan adanya tujuan finansial, pengeluaranmu lebih terarah dan kamu bisa terhindar dari hedonic treadmill.

Belum punya gambaran tujuan finansial seperti apa yang pengin dicapai? Kamu bisa mulai dari memiliki investasi. Ada macam-macam investasi yang bisa kamu pilih. Mulai dari deposito, tabungan berjangka, saham, obligasi, emas, hingga reksa dana.

Atau kamu juga bisa menjadikan pembelian rumah menjadi tujuan finansialmu. Seenggaknya dengan memiliki rumah, kamu mempunyai aset yang nilainya terus bertumbuh.

Kamu bisa memulainya dengan mengumpulkan dana sebagai down payment (DP). Kemudian baru mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

4. Belanja pada waktu yang menguntungkan

Belanja saat diskon
Belanja saat diskon (Ilustrasi by Shutterstock).

Jadi, belanja pada waktu yang menguntungkan itu seperti saat kamu pergi ke toko, melihat ada promo atau diskon.

Seperti yang kita tahu, adanya diskon atau promo tentu saja bisa menghemat pengeluaran. Kamu bisa membeli dua barang dengan harga satu barang. Untung banget, kan?

Kadang-kadang promo yang ditawarkan itu bisa lebih dari 50 persen harga barang lho. Kurang untung apa coba kalau begitu? Biasanya promo ini lebih mudah ditemukan di portal e-commerce, seperti Lazada, Tokopedia, JD.id, Bukalapak, Shopee, hingga Blibli.

Atau kamu bisa mengikuti informasi seputar promo dan diskon di akun media sosial yang suka menginformasikan kabar-kabar tersebut.

Itu tadi empat cara atur gaji bulanan supaya terhindar dari hedonic treadmill. Cuma perlu kamu ingat nih. Cara-cara atur gaji di atas bakal percuma kalau kamu gak melakukannya secara konsisten.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat dan kamu bisa hidup mapan secara finansial. Semoga sukses ya!