Jamu Tamu Pakai Sayuran, Ini Lho Cara Hemat Uang ala Orang Jerman

Bicara soal metode perencanaan keuangan, kamu bisa banget lho adopsi beragam metode dari berbagai negara. Sebab, setiap negara punya prinsip dan metode berbeda. Termasuk salah satunya adalah negara Jerman.

Kebanyakan orang Jerman dikenal sangat terobsesi buat menabung. Bahkan, berdasarkan sejarah Jerman, kebanyakan penduduk Jerman menabung bukan sekadar buat dirinya sendiri tetapi buat mendukung kepentingan negara.

Malah salah satu bank tertua yang ada di dunia berasal dari Hamburg, Jerman. Bank yang bernama Berenberg Bank berdiri tahun 1590 dan masih berdiri sampai sekarang. Keren ya!

Melihat track-record tersebut, gak salah dong kalau kita contek gimana perencanaan keuangan para penduduk Jerman. Berikut ini beberapa prinsip dan kebiasaan orang Jerman buat mengelola uang sehemat mungkin.

1. Bayar tunai, jangan kredit

Perencanaan keuangan
Bayar cash dong! (pixabay)

Sama halnya dengan metode keuangan ala negeri Tiongkok, kebanyakan orang Jerman pun lebih memilih buat bayar tunai ketimbang kredit. Malah kebanyakan toko di sana gak menyediakan sistem pembayaran pakai kartu kredit, lho!

Berdasarkan data dari qz.com, 80 persen transaksi di Jerman dilakukan secara cash!

Kenapa? Ya karena kebanyakan orang Jerman emang terbiasa buat hidup hemat. Mereka percaya kalau mereka bayar belanjaan mereka dengan cash maka mereka bisa lebih mengontrol keuangan mereka.

Emang benar sih, saat kamu bayar cash, kamu bakal langsung lihat berapa pengeluaran kamu. Sementara dengan kartu kredit, kamu merasa masih punya banyak uang padahal utangmu-lah yang bertambah. Tabungan kamu emang gak berkurang, tetapi di akhir bulan kamu terima tagihan yang mengejutkan.

2. Kurangi belanja online

materi perencanaan keuangan
Belanja online bikin kamu ngeluarin kartu kredit (pixabay)

Kebiasaan belanja online di Jerman kurang populer. Oleh karena itu, pertumbuhan e-commerce pun gak segencar di negeri-negeri lain, termasuk di Indonesia. Bahkan, dibandingkan dengan negara tetangganya, Inggris, Jerman punya persentase transaksi belanja online yang lebih rendah.

Hal ini pulalah yang bikin kartu kredit gak populer di Jerman. Pasalnya, e-commerce emang kurang diminati di sana.

Nah, buat kamu yang pengin menghemat uang bisa banget nih tiru kebiasaan orang Jerman yang jarang belanja online. Pasalnya, belanja onlina kadang bisa bikin kalap. Belanjanya dikit-dikit sih tapi sering. Jadi, gimana gak bikin kantong bolong di akhir bulan kalau gitu caranya.

3. Terobsesi menabung

perencanaan keuangan pribadi
Menabung udah kayak jimat (pixabay)

Sebagaimana udah disinggung di awal, sebagian besar orang Jerman punya obsesi besar buat menabung.

Meskipun suku bunga di negara Jerman cukup rendah, kebanyakan orang Jerman lebih milih buat nabung dibandingkan ngutang. Kenapa? Salah satu pendorongnya adalah sejarah masa lalu, di mana masyarakat Jerman berada di masa-masa sulit, terutama di saat Perang Dunia ke-2.

Sudah sejak lama, masyarakat Jerman ‘didoktrin’ soal betapa pentingnya menabung. Selain untuk mempersiapkan masa depan, menabung dinilai penting sebagai kontribusi buat negara yang butuh biaya perang.

Barulah setelah perang dunia usai, bank-bank di Jerman mengganti slogan mereka, dengan menjelaskan bahwa aktivitas menabung bukan kewajiban patriotis melainkan lebih ke gaya hidup. Dengan menabung, si nasabah bisa dapat apa yang mereka mau, termasuk berlibur.

Apapun tujuannya, sejarah Jerman tersebut membentuk kebiasaan turun-temurun orang Jerman buat rajin menabung dalam keadaan apapun. Malah mereka menganggap tabungan hampir seperti ‘jimat’.

4. Investasi di properti bukan pasar saham

pengertian perencanaan keuangan
Investasi di properti (pixabay)

Meski terobsesi buat menabung, kebanyakan orang Jerman dikenal konservatif dalam hal pilihan berinvestasi. Mereka lebih memilih buat menginvestasikan uang mereka buat beli properti. Mengingat rumah di Jerman yang harganya emang mahal-mahal, mereka cenderung membelinya secara kredit.

Mereka merasa, investasi di properti terasa lebih aman daripada pasar saham. Pasar saham seringkali dianggap gambling alias untung-untungan.

Gak ada salahnya sih buat investasi di pasar saham. Namun, pemikiran penduduk Jerman bisa juga kamu tiru. Buat pemula yang pengin gampang, investasi di properti tentu jauh lebih aman. Nah, buat pasar saham, kamu tetap bisa investasikan uang kamu di sana namun sebaiknya gak besar. Idealnya taruh uang buat investasi seperti ini sekitar 10 persen aja dari penghasilan, sementara KPR (kredit pemilikan rumah) bisa 30 persen.

5. Jamu tamu gak perlu mewah

tujuan perencanaan keuangan
Hemat dan sehat (pixabay)

Saking hematnya penduduk Jerman, mereka jarang banget menjamu tamu dengan makanan mewah lho!

Biasanya tuan rumah bakal menyajikan ham rebus, sayur rebus, dan kentang rebus pada tamu. Simpel banget kan?

Intinya, kebanyakan orang Jerman punya prinsip kepit dompet buat diri sendiri. Kamu bisa adopsi prinsip ini lho. Gak harus jadi pelit banget juga, tetapi kamu tahu seberapa kapasitas kamu buat menjamu atau traktir orang lain. Terlalu royal malah bikin kamu keteteran sendiri kan?

Jadi, poin mana nih yang bakal kamu tiru dari masyarakat Jerman? Perencanaan keuangan yang dilakukan oleh orang Jerman ini benar-benar cocok buat kamu yang mau hidup hemat.

Coba deh!