Jadi Ibu Rumah Tangga, Wajib Paham 6 Hal Ini Buat Bantu Suami

Jadi ibu rumah tangga sama mulianya dengan wanita karier. Masing-masing punya persoalan tersendiri sebagai pendamping suami dalam keluarga.

Ibu rumah tangga, misalnya, mesti total mengurusi segala keperluan dalam keluarga. Namun bukan berarti salah satu kerjaannya adalah menghabiskan duit gaji suami.

Justru ibu rumah tangga bisa membantu suami menekan pengeluaran keluarga. Karena itu, seorang ibu wajib paham sejumlah hal yang berkaitan dengan urusan finansial tersebut.

Gak bisa dimungkiri, kondisi keuangan merupakan salah satu faktor penentu keharmonisan sebuah keluarga. Sebanyak 24% penyebab perceraian adalah masalah keuangan.

Makanya, hati-hati dalam urusan keuangan. Yuk, kita bedah bersama-sama tips buat ibu rumah tangga berikut ini untuk membantu suami.

1. Cash flow rumah tangga

Cash flow dalam rumah tangga sangat penting demi kokohnya fondasi keuangan. Yang dimaksud dengan cash flow adalah arus pemasukan dan pengeluaran. Setidaknya cash flow tiap bulan mesti dijaga.

Jadi Ibu Rumah Tangga
harus pintar menghitug dan memanage semua kebutuhan rumah tangga (berhitung/thought co)

Caranya, pos pengeluaran dirinci. Misalnya:

– Makan sehari x jumlah anggota keluarga x 1 bulan
– Listrik
– Air
– Telepon
– Internet
– Transportasi
– Kartu kredit
– Dan seterusnya

Harus dipastikan pengeluaran lebih kecil daripada pendapatan. Harus pandai utak-atik pos pengeluaran itu untuk menekannya seminimal mungkin. Misalnya dengan lebih banyak masak sendiri ketimbang beli makan di luar. Atau disiplin mematikan alat elektronik saat gak dipakai.

2. Segala macam yang dinamakan “pajak”

Pajak memang masih menjadi beban buat kebanyakan orang. Tapi negara gak bisa jalan tanpa pajak. Sebagai ibu rumah tangga, wajib mencermati persoalan pajak ini.

Paling tidak ada pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak penghasilan (PPh) yang masuk hitungan. PBB dibayar per tahun. Bila telat bayar, bisa kena denda hingga 2 persen per bulan. Daripada rugi bayar denda, mending repot sedikit dengan memasukkan jadwal bayar PBB ke agenda rutin.

Soal PPh, lebih baik nomor pokok wajib pajak (NPWP) disatukan dengan suami. Meski tak bekerja, kita tetap mesti punya NPWP. Dengan penggabungan NPWP, beban pajak bisa lebih berkurang. Nantinya suami yang akan mengurus laporan per tahun. Tugas kita adalah mengingatkannya.

3. Asuransi dan tetek-bengeknya

Asuransi buat keluarga jelas sangat penting. Tapi harus dipertimbangkan, kira-kira mana yang betul-betul dibutuhkan.

Jadi Ibu Rumah Tangga
tahu seluk beluk asuransi untuk keluarga (paham asuransi/forbes)

Bila kantor suami sudah memberikan asuransi kesehatan yang terbilang cukup, tak perlu nambah lagi. Toh, ada BPJS Kesehatan yang fungsinya bisa digabungkan dengan asuransi kantor. Mungkin tinggal nambah asuransi jiwa buat suami selaku kepala keluarga.

Lihat juga, apakah anak perlu asuransi pendidikan. Teliti fasilitas yang ditawarkan, juga syarat dan ketentuan pencairan klaim. Banyak yang asal tanda tangan polis asuransi. Begitu ada masalah di kemudian hari, baru menyesal.

Hitung juga semua biaya premi dan bandingkan tawaran satu perusahaan asuransi dengan perusahaan lain. Bila sudah mendapatkan pilihan, jangan lupa bayar premi tepat waktu agar fasilitas asuransi gak hangus.

4. Strategi investasi

Pahami jenis-jenis investasi dan mana yang paling tepat untuk kebutuhan tertentu. Untuk biaya pendidikan anak, misalnya, apakah perlu pakai reksa dana campuran atau saham untuk investasi jangka panjang.

Bila berencana renovasi rumah dalam waktu dekat, duit di tabungan bisa dipindahkan ke deposito atau reksa dana pendapatan tetap. Setelah periode kontrak investasi itu berakhir, dana hasil investasi bisa langsung digunakan untuk renovasi tanpa perlu utang sana-sini.

5. Dana pensiun

Kelak ketika suami sudah purnakarya, kehidupan pasti berbeda. Anak sudah mentas, kita pun tinggal berdua. Artinya, kebutuhan hidup mesti dipastikan terpenuhi saat tak ada lagi asupan gaji.

Hitung berapa kebutuhan dana pensiun nanti untuk menentukan alokasi tabungan pensiun. Meski sudah ada program dana pensiun dari pemerintah atau perusahaan, kita tetap mesti mencermati kebutuhan ini.

Sebab, kebutuhan tiap orang berbeda. Siapa tahu dana pensiun dari pihak luar ternyata gak mencukupi. Setelah tahu berapa kebutuhan dana pensiun, bisa mulai nabung tiap bulan hingga target terpenuhi.

6. Manfaat kartu kredit

Kartu kredit sangat bermanfaat bila kita tahu cara memanfaatkannya. Untuk mengatur cash flow, misalnya, bisa pakai kartu kredit.

Jadi Ibu Rumah Tangga
pintar memanfaatkan kartu kredit (belanja dengan kartu kredit/urbanmoms)

Salah satunya adalah kartu kredit dari Bank Mega. Tagihan rutin bulanan bisa dibikin otomatis terbayar menggunakan kartu kredit ini. Caranya, daftarkan nomor kartu itu pada layanan terkait, misalnya buat bayar Internet dan TV berlangganan.

Pengeluaran belanja di supermarket pun bisa ditekan, terutama bila sering belanja kebutuhan rumah tangga di Carrefour. Ada diskon 10 persen yang bisa kita nikmati jika belanja pakai kartu kredit Bank Mega.

Kartu kredit lainnya juga memberikan manfaat serupa, tergantung pada kebijakan masing-masing bank penerbit. Tugas kita adalah mengetahui apa saja fasilitas yang diberikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan agar pengeluaran bisa diminimalkan.

Ibu rumah tangga tak ubahnya Menteri Keuangan dalam lingkungan keluarga. Kita bertanggung jawab atas segala macam urusan keuangan agar bahtera rumah tangga tetap berlayar tanpa gangguan karang.

Tanpa pemahaman akan urusan keuangan, mustahil kita bisa menjadi menteri berprestasi. Bisa-bisa malah kena reshuffle karena keliru kalkulasi.

 

CTA Mega Tagihan Gampang

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kolaborasi Tepat Kartu Kredit dan Ibu Rumah Tangga Buat Bikin Belanja Bulanan Lebih Hemat]

[Baca: Ajukan Dana Pensiun Sejak Dini Biar Gak Gigit Jari di Hari Tua]

[Baca: Ubah Gaya Belanja Jadi Begini di 2017, Biar Nabung Gak Cuma Wacana]

[Baca: NPWP Gak Wajib Buat Wanita Menikah, Kok Bisa?]