Jadi Calon Idol Kpop, Ini Harga Mahal yang Harus Dibayar

Idol Kpop jadi salah satu profesi yang banyak diminati di Korea Selatan. Penyebabnya beragam. Salah satunya barangkali karena tergiur imej seleb Korea yang punya banyak penggemar, hidup glamour, dan penghasilan selangit.

Kabarnya, sejak tahun 2010, pendapatan rata-rata idol Kpop naik hingga 72 persen. Siapa yang gak ngiler? Bayangan indahnya kehidupan mewah ini membuat orangtua di Korea Selatan juga mendorong anaknya buat jadi seleb.

Padahal perjuangan buat jadi idola sama sekali gak mudah. Bukan cuma biaya material, biaya non materialnya juga gak main-main. Gak percaya? Mari kita rinci sama-sama.

Bertahun-tahun latihan buat audisi

idol kpop
(Image: pann-choa)

Tiap calon trainee harus mengikuti audisi di perusahaan agensi sebelum dapat diterima jadi trainee. Biar dilirik, calon trainee harus punya kemampuan di atas rata-rata. Mau gak mau mereka pun berlatih sejak lama sebelum mengikuti audisi.

Meski sudah berlatih tiap hari, jangan kira audisi bisa berjalan mulus. Banyak di antara trainee yang harus puluhan kali mengikuti audisi sampai bisa diterima oleh perusahaan agensi.

Operasi plastik sebelum audisi

idol kpop
(Image: brillio)

Selain kemampuan yang harus jempolan, tampilan fisik juga jadi kunci kesuksesan seorang idol. Tapi, gak semua perempuan Korea punya wajah sesuai standar kecantikan di sana. Alhasil operasi plastik jadi pilihan utama.

Dilansir dari Koreaboo,  ada seorang mantan trainee yang terlilit utang gara-gara sejumlah operasi plastik yang ia lakukan demi mengejar mimpinya jadi idol Kpop.

Memang, terkadang operasi plastik gak cukup dilakukan sekali. Jika masih ada yang dinilai “kurang oke” setelah jadi trainee, besar kemungkinan yang bersangkutan harus menjalani operasi plastik kembali.

Kontrak trainee dengan penalti miliaran

idol kpop
(Image: kapanlagi)

Lulus audisi, calon trainee akan ditawari kontrak selama 2 hingga 4 tahun. Kontrak ini bisa diperpanjang hingga bertahun-tahun lamanya, atau justru di-cut begitu aja. Contohnya kayak Seulgi “Red Velvet” yang butuh waktu tujuh tahun sebelum akhirnya bisa debut. Gila, lama banget kan?

Tapi, jika trainee membatalkan kontrak, penaltinya gila-gilaan. Beberapa perusahaan agensi, seperti YG Entertainment, JYP Entertainment, Jellyfish Entertainment, dan DSP Media meminta trainee membayar penalti atau denda 2 sampai 3 kali lipat lebih besar dari bujet yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk trainee.

Gak tanggung-tanggung, nominalnya sekitar 150 juta won atau setara Rp 1,7 miliar.

Menanggung utang usai debut

idol kpop
(Image: Amino)

Pada beberapa perusahaan agensi yang besar, trainee dianggap sebagai investasi perusahaan. Artinya, jika trainee tampak berpotensi, perusahaan pun gak segan mengeluarkan banyak uang. Sebaliknya, jika trainee dianggap tak potensial, mereka akan mendepak trainee tersebut biar terhindar dari kerugian.

Hal ini dilakukan karena biaya pelatihan trainee mahalnya bukan main. Perusahaan harus membayar semua kebutuhan trainee meliputi asrama, makanan, berbagai kelas pelatihan, dan kebutuhan lainnya.

Dilansir dari Allkpop, sekalipun trainee gak melakukan apapun, biaya yang dihabiskan bisa mencapai 30 juta won atau setara Rp 360 juta per bulan. Untuk sampai debut, sebuah grup bisa menghabiskan hingga 2 miliar won atau setara Rp 23 miliar.

Salah satu girl group, Loona, bahkan menghabiskan hingga Rp 45 miliar untuk proses debut. Pasalnya, mereka mengikuti berbagai program teaser berupa sesi foto dan pembuatan video klip yang proses syutingnya dilakukan di berbagai negara.

Meski semua biaya ini ditanggung perusahaan agensi saat idol masih jadi trainee, usai debut dan menuai kesuksesan, semua biaya akan menjadi utang yang ditanggung sang idola.

Baru menikmati gaji setelah tahunan bekerja

idol kpop
(Image: WowKeren)

Artis dari beberapa perusahaan agensi besar seperti SM, YG, dan JYP bisa langsung menerima bayaran dengan pembagian hasil yang telah disepakati. Jangan lupa, dari penghasilan yang udah dibagi tersebut, tetap harus dipotong untuk membayar utang selama trainee.

Bahkan buat sejumlah agensi lain, para idol bisa gak mendapatkan sepeser pun sampai jumlah pemasukan idol tersebut setara dengan biaya produksi yang dikeluarkan (kondisi break even point). Lama waktunya bervariasi. Jika penghasilan idola gak seberapa, bukan gak mungkin dia bekerja bertahun-tahun tanpa bisa menikmati gaji.

Redup usai debut = siap-siap terlilit utang

Setelah debut, gak ada jaminan sukses buat idol Kpop. Banyak juga idol yang redup usai debut. Salah satu contohnya adalah H.O, mantan anggota boyband Mad Town.

Mad Town melangsungkan debutnya pada 2014 namun tidak berhasil menjual banyak album dan berakhir bubar pada 2017 lalu. Artinya, mereka gak lagi mendapat penghasilan. Padahal, utang kepada agensi sudah melambung tinggi. Alhasil, para idola yang berakhir gak sukses, sangat mungkin gak menikmati sepeserpun hasil kerja keras mereka.

Di sisi lain, para grup idol yang sukses akan mendapatkan ketenaran yang luar biasa. Pada saat itulah mimpi menjadi idol Kpop terwujud. Contohnya, kayak Siwon Suju yang punya kekayaan $ 35 juta atau setara Rp 507,6 miliar atau G-Dragon yang kekayaannya sebesar $ 21 juta setara Rp 304,9 miliar. Kalau begini sih balik modal berkali-kali lipat yah.

Perjuangan para idol Kpop emang gak main-main. Mereka yang gagal setelah bertahun-tahun jadi trainee pun harus bersusah payah memulai hidup baru dan mengejar ketertinggalan mereka karena telah berhenti sekolah dan lain sebagainya. Sementara itu, mereka yang sukses jadi idola, harus terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik buat penggemarnya. Salut deh!

 

Gimana menurutmu?