Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga, Eh Kok Masih Kurang Aja

‘Hidup di Jakarta itu keras. Enggak cukup andalkan pendapatan suami!’

Paham maknanya? Yup, kudunya istri kerja membantu keuangan keluarga biar dapur tetap ngebul, tagihan lunas, plus jatah jajan anak lancar jaya.

Kebanyakan itu alasan istri ‘turun gunung’ (baca: kerja). Setidaknya dengan urun rembugnya istri cari duit bisa meringankan beban suami. Dan yang terpenting, tujuan finansial yang disusun lebih cepat terealisasi.

Di sisi lain, ada juga yang membuktikan kalau istri tak sekadar jago kandang yang mengurus suami, anak, atau di rumah saja. Lebih dari itu, dia juga jago menghasilkan uang tambahan.

Lantas pertanyaannya, apakah istri yang ikutan turun tangan mengais rezeki sanggup menyelesaikan solusi keuangan?

Enggak ada jawaban pasti. Lagi pula sulit mengukurnya. Ketika suami dan istri sama-sama berpenghasilan, kadang kala belum menjamin hidup lebih makmur. Masalah keuangan tetap saja menghantui.

Padahal secara teoritis tentu berkebalikan karena ada penghasilan tambahan dari istri yang bekerja. Terus apa yang salah kalau terus-terusan merasa kurang?

Mungkin asumsi di bawah ini bisa menjadi biang keladi kenapa istri kerja tetap tak bikin perubahan keuangan keluarga.

Istri Kerja Membantu Keuangan Keluarga 1
Bagi tugas juga bisa kok selama weekend. (
  • # left_0