Investasi yang Menguntungkan Gak Cuma Saham, Barang Seni Juga Lho!

Semua orang pasti pengin memiliki produk investasi yang menguntungkan. Dan saham, properti, serta emas, masih menjadi pilihan favorit kebanyakan orang Indonesia.

Tapi adakah alternatif lain untuk berinvestasi selain produk-produk konvensional seperti di atas? Jawabannya ada. Salah satunya adalah investasi barang seni. Banyak jenis barang seni yang bisa dijadikan ladang duit lho.

Terkadang investasi barang seni bahkan lebih besar keuntungannya dibandingkan investasi lain. Namun, sama dengan produk investasi lainnya, investasi barang seni juga perlu kalkulasi. Sebab, risiko rugi pasti akan selalu ada.

Lalu apa saja barang seni yang bisa jadi investasi yang menguntungkan? Yuk simak daftarnya berikut ini.

1. Lukisan

Investasi yang menguntungkan
Lukisan I Nyoman Masriadi berjudul “The Man From Bantul” pernah terjual seharga 10 miliar pada 2008 (cobosocial)

Gak diragukan lagi kalau lukisan adalah salah satu jenis barang seni yang bisa dijadikan instrumen investasi. Lukisan yang biasa dijadikan investasi adalah lukisan old master atau karya pelukis senior.

Lukisan karya pelukis legendaris Sindoesoedarsono Soedjojono berjudul “Pasukan Kita yang Dipimpin Pangeran Diponegoro” misalnya pernah terjual Rp 85,7 miliar. Saat itu lukisan tersebut dijual di Balai Lelang Sotheby’s Hong Kong pada April 2014.

Selain pelukis old master, karya para pelukis muda juga banyak dicari investor. Salah satunya adalah lukisan “The Man From Bantul” karya pelukis I Nyoman Masriadi. Harga lukisan tersebut pernah laku Rp 10 miliar.

Berkah investasi lukisan juga pernah dirasakan seorang kolektor barang seni bernama Benny Priyono. Dia pernah membeli beberapa lukisan karya Nyoman Gunarsa, Bob Sick, Dipo Andy, Jumaldi Alfi, Erica Hestu Wahyuni, dan lainnya.

Setelah membeli lukisan dari para pelukis tersebut, Benny menjual kembali sebagian lukisan tersebut ke balai lelang. Tentu dengan harga yang lebih tinggi dari harga semula.

Tapi perlu hati-hati ya kalau kamu berminat investasi di lukisan. Karena banyak kasus lukisan bodong atau lukisan palsu.

Kalau mau berinvestasi lukisan, pastikan datang ke galeri resmi atau ke pelukis yang udah gak diragukan lagi namanya. Pastikan juga sering berkonsultasi dengan kurator atau pengamat seni sebelum berinvestasi lukisan.

[Baca: Sebelum Mulai Berinvestasi Simak 5 Mitos Investasi yang Salah dan Harus Diluruskan]

2. Patung

Investasi yang menguntungkan
Patung Manusia Banteng karya Gregorius Sidharta (galeri-nasional)

Selain lukisan, patung juga bisa dijadikan barang investasi yang menguntungkan. Namun, investasi patung memerlukan momentum. Berbeda dengan lukisan yang bisa dijual kapan aja.

Kurator dan pengamat seni rupa Agus Dermawan punya pendapat soal investasi patung. Kata dia, untuk memilih patung, seseorang harus menunggu terlebih dahulu sang pematung memiliki nama.

Kata Agus, ada beberapa pematung yang karyanya banyak dibeli untuk diinvestasikan, misalnya Gregorius Sidharta dan Rita Widagdo. Para pematung ini sering menggelar pameran sehingga namanya udah gak diragukan lagi.

“Biasanya patung-patung ini buat dikoleksi di rumah sang kolektor. Tapi kalau ada yang tertarik, mereka menjualnya kembali. Patung juga barang seni yang bisa jadi investasi,” kata Agus ketika dihubungi DuitPintar.

Nah, kalau kamu tertarik investasi patung, ada baiknya pelajari terlebih dahulu seluk beluk barang seni yang satu ini. Ketahui seperti apa pasarnya dan bagaimana potensi keuntungannya. Kalau udah ngerti, bolehlah nyoba investasi patung.

[Baca: Berinvestasi dengan Pendapatan Minimalis, Bisa Kok! Simak 3 Cara Investasi Ini]

3. Guci

investasi yang menguntungkan
Guci antik bisa jadi investasi barang seni lho (kumpulancatatanharian)

Barang seni lain yang sering dijadikan investasi adalah guci. Guci yang paling banyak dicari adalah guci klasik yang dibuat puluhan tahun hingga ratusan tahun lalu.

Seorang kolektor guci biasanya rela membeli guci dengan harga tinggi. Pedangdut Irma Darmawangsa misalnya, pernah membeli guci dari Tiongkok seharga Rp 100 juta. Tentunya guci yang dibeli Irma udah berpindah dari satu tangan ke tangan lain.

Nah, buat kamu yang tertarik berinvestasi guci, ada baiknya untuk berburu guci klasik. Karena kolektor guci di Indonesia ini cukup besar. Memasarkan guci juga terbilang mudah. Selain bisa menjual ke para kolektor atau galeri barang antik, kamu juga bisa jual secara online.

Sekarang ini banyak banget lho yang ngejual guci di marketplace. Tapi, jangan asal-asalan kalau mau investasi guci. Pastiin juga kalau guci yang kita beli buat investasi memiliki nilai seni tinggi, punya latar belakang histori, dan tentu saja original serta bahannya kuat.

4. Jam kuno

investasi yang menguntungkan
Punya jam tangan jadul jangan dijual, bisa jadi duit tuh (cyprus-mai)

Jangan pernah anggap remeh kalau kamu dikasih jam tangan klasik sama orangtua. Bisa jadi, jam tersebut bisa bikin kamu tiba-tiba jadi jutawan. Hah, emang bisa? Bisa dong.

Sebagian orang menilai jam tangan klasik bisa dijadiin barang investasi yang menguntungkan. Buktinya sebuah balai lelang Sotheby’s Jenewa pernah menjual jam keluaran 1943 dengan harga Rp 61,7 miliar.

Itu harga pada 2012. Kalau sekarang mungkin harganya udah tinggi lagi. Karena semakin tua barang, harganya pun makin mahal.

Gak usah jauh-jauh deh. Kalau kamu rajin berselancar di Internet, banyak banget yang jual jam jadul dengan harga puluhan juta. Seperti salah satu jam kuno Rolex keluaran 1960-an yang dijual di OLX. Harga yang ditawarkan cukup tinggi, yakni mencapai Rp 25 juta.

Contoh lainnya, Arif Yulianto, seorang kolektor dan penjual jam tangan, seperti dikutip Kontan, pernah menjual jam tangan klasik dengan harga Rp 135 juta. Nah, lumayan luar biasa bukan?

5. Piring Cina

investasi yang menguntungkan
Piring buatan Cina juga bisa dijadiin barang investasi lho (aliexpress)

Satu lagi nih, barang seni yang bisa dijadikan investasi yaitu piring antik Cina. Barang seni ini juga banyak dicari oleh para kolektor. Mereka rela beli piring antik Cina tersebut berapapun harganya.

Bentuk, ukuran, dan tahun pembuatan menjadi faktor yang diukur oleh para kolektor piring antik Cina. Semakin tua usia piring, semakin mahal harganya. Biasanya para kolektor akan melihat periode atau pada dinasti apa piring tersebut dibuat.

Kalau kamu tertarik berinvestasi piring antik Cina ini, coba deh browsing di Internet. Banyak banget yang ngejual piring antik Cina original. Kalau udah dapat barang yang kamu mau, tunggu momentum buat ngejualnya kembali. Pastinya harganya harus lebih tinggi.

Selain itu, piring antik Cina yang kamu beli harus benar-benar asli. Karena orang yang beli juga gak mungkin polos-polos amat. Mereka juga pasti ngerti dan paham soal barang antik.

Nah, itulah beberapa barang seni yang bisa dijadiin investasi yang menguntungkan. Emang sih barang-barang di atas gak lazim buat jadi investasi. Tapi sebagai alternatif, kenapa gak dicoba dulu? Apalagi kalau kamu memang pencinta barang seni.

Toh, keuntungannya juga lumayan kan. Karena komunitas pencinta barang seni di Indonesia juga terbilang banyak. Siap mencoba?

[Baca: Jangan Ragu Berinvestasi, Ini Investasi yang Menguntungkan Walau Bukan Investor]