Investasi Rumah 2015 Masih Menggiurkan, Karena…

Sejumlah analis tren properti dan pelaku usaha properti memperkirakan prospek bisnis investasi rumah 2015 masih cerah. CEO Samara Dana Property Nathalia Sunaidi, misalnya. Dia optimistis investasi rumah 2015 di Indonesia menggiurkan meski ada sedikit perlambatan pada 2014.

 

Dalam press release, pengembang properti Sinar Mas Land juga menyatakan optimistis dalam mengembangkan bisnis mereka pada 2015. Bahkan Sinar Mas berencana menyelesaikan pembangunan convention center terbesar di Indonesia pada tahun ini.

 

Tak bisa dimungkiri bahwa harga rumah umumnya selalu naik dari tahun ke tahun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar supply and demand atau pasokan dan permintaan.

 

Saat permintaan naik, pasokan pun naik untuk memenuhi permintaan itu. Tapi jika pasokan terbatas, harga rumah bakal naik karena menjadi rebutan.

 

Rumah di Jabodetabek

Contoh kenaikan harga rumah dari tahun ke tahun terlihat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di Depok, pada tahun ini, rumah berukuran 36/72 sudah mencapai Rp 400 juta. Sedangkan yang berukuran 69/70 bisa lebih dari Rp 1 miliar.

 

Tapi naiknya harga rumah ini tidak diikuti dengan turunnya permintaan. Buktinya, setiap kali ada pameran rumah, kompleks di daerah Depok masih diserbu masyarakat. [Beli Rumah di Jakarta Masih Bisa Kok]

 

meme orang bekasi
Gak semua rumah di Bekasi aksesnya ke Jakarta susah, loh dek..

 

Hal yang sama berlaku di kawasan lain di sekitar Ibu Kota. Tapi di Jakarta sendiri pengembangan rumah tapak (landed house) sudah berkurang. Yang lebih ramai adalah hunian vertikal seperti apartemen dan rumah susun.

 

Sementara itu, dibandingkan dengan Tangerang, rumah di Bekasi umumnya diburu kalangan investor karena relatif lebih murah. Harga rumah di Bekasi murah karena di tengah masyarakat umum ada persepsi bahwa daripada Tangerang, jarak Bekasi ke Jakarta lebih jauh. Padahal persepsi itu tak sepenuhnya benar.

 

Ada rumah di daerah perbatasan Bekasi-Jakarta yang lebih murah daripada Tangerang-Jakarta, tapi aksesnya ke Jakarta sangat mudah. Contohnya di daerah Bintara, yang berbatasan langsung dengan Jakarta Timur serta dekat dengan Stasiun Cakung, Jalan Tol Bintara, dan halte busway Wali Kota Jakarta Timur.

 

Apalagi sudah ada pembangunan Terminal Terpadu Pulogebang di dekat Bintara. Terminal ini diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

 

Rumah di Bekasi yang strategis semacam itu harganya naik terus, tapi secara umum lebih murah daripada di Tangerang. Rumah di kawasan seperti itu cocok dijadikan investasi.

 

Strategi Investasi Rumah

 

strategi investasi rumah
Biar investasi menguntungkan, kita harus menjalankan strategi yang tepat

 

Dengan adanya aturan down payment minimal 30 persen dari total harga rumah, masyarakat sering kesulitan membeli rumah baik untuk investasi maupun hunian. Akhirnya banyak yang memilih berinvestasi dengan membeli apartemen karena harganya umumnya lebih murah ketimbang rumah.

 

Tapi kita masih bisa berinvestasi rumah dengan menjalankan sejumlah strategi. Prinsip investasi rumah adalah membeli saat harganya turun dan menjual saat terjadi kenaikan harga. Karena itu, kita harus jeli melihat pasar rumah.

 

Misalnya ketika harga rumah di suatu kawasan tahun lalu Rp 500 juta dan tahun ini masih sama, itu artinya secara riil rumah mengalami penurunan harga. Inilah waktunya bagi kita untuk membeli.

 

Apa kalau harga rumah di suatu kawasan turun maka akan turun terus setiap tahun? Kan ada kemungkinan naik,misalnya ada pembangunan sarana transportasi di dekatnya. Atau yang dulu banjir sekarang gak banjir.

 

Kita juga bisa membeli rumah murah lewat lelang bank. Rumah yang dilelang bank harganya jauh di bawah harga pasaran. Rumah ini dilelang karena dijadikan jaminan pinjaman yang gagal dilunasi debitur. [Baca: Strategi Membeli Rumah Lelang]

 

 

Dengan membeli rumah lewat strategi semacam itu, investasi properti bisa berjalan dengan lancar karena permintaan akan rumah di Indonesia lebih besar daripada pasokan. Apalagi pemerintah juga kesulitan menyediakan lahan perumahan rakyat yang berharga murah.

 

Mau tak mau, masyarakat semakin bertambah banyak mencari ke penjual rumah partikelir. Karena itulah pasar properti tak pernah sepi dari permintaan konsumen.

 

 

 

Image credit :

  • https://kobayogas.files.wordpress.com/2014/10/wpid-wpid-
  • http://i.ytimg.com/vi/c4WsUNXgnHU/hqdefault.jpg