Investasi Deposito Itu Menguntungkan. Begini Simulasi Perhitungannya

Kini udah banyak banget orang yang melek investasi untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya. Nah, salah satu yang banyak dipilih orang saat ini adalah investasi deposito.

Bahkan banyak ibu rumah tangga yang kini sudah akrab dengan produk keuangan ini. Pasalnya deposito merupakan salah satu produk simpanan di bank yang punya jangka waktu penyimpanan.

Bahkan menurut bi.go.id, bunga yang ditawarkan deposito relatif lebih tinggi ketimbang tabungan biasanya. Akan tetapi, jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti.

[Baca: Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo, Udah Tau 3 Risiko Ini?]

Nah, buat kamu yang ingin mengetahui bagaimana simulasi perhitungan bunga deposito. Berikut rumusnya.

  • Keuntungan bunga deposito = suku bunga x nominal uang deposito x hari / 365
  • Pajak deposito = tarif pajak x bunga deposito
  • Pendapatan bersih = nominal investasi + (bunga deposito – pajak)

Misalnya kamu melakukan deposito sebesar Rp 20 juta dengan jangka waktu 6 bulan. Bunga deposito 5 persen dan pajak 20 persen.

Berarti,

  • Keuntungan bunga deposito,
    • = 5 persen x Rp 20 juta x 182 / 365
    • = Rp 498.630,137.
  • Pajak deposito,
    • = 20 persen x Rp 498.630,137
    • = Rp 199.452,055.
  • Pendapatan bersih,
    • = Rp 20 juta + (Rp 498.630,137 – Rp 199.452,055)
    • = Rp 20 juta + Rp 299.178, 082
    • = Rp 20.299.178, 082

Tapi disarankan saat kamu melakukan investasi deposito bukan karena ada sisa uang, terus di deposito karena tertarik melihat suku bunganya yang lumayan.

Misalnya, di tahun depan kamu berencana mau mengambil rumah tapi karena takut uangnya terpakai, maka sebaiknya kamu deposito aja dengan jangka waktu 12 bulan daripada di tabung biasa.

Uang kamu akan aman karena gak terpotong biaya administrasi bulanan, justru malah semakin bertambah kan karena ada bunganya.

Nah, buat kamu yang mau investasi deposito. Ada baiknya kenali terlebih dulu secara detail plus minus deposito berikut ini:

1. Jangka waktu investasi deposito

investasi deposito
Jangka waktu investasi deposito (bhq.web)

Saat kamu deposito, maka bank akan meminta nasabah untuk memilih jangka waktu yang diinginkan. Rata-rata jangka waktu yang ditawarkan yaitu 1, 3, 6, 12 dan 24 bulan.

Jadi, kamu gak bisa mencairkan dana sesuka hati. Karena kalau kamu nekat mencairkan dana sebelum jatuh tempo maka kamu akan dikenakan penalti oleh bank.

2. Ada jumlah minimal deposito

investasi deposito
Ada jumlah minimal deposito (deon)

Bank juga umumnya memberikan setoran minimal membuka deposito dan setiap bank memiliki kebijakan masing-masing.

Contohnya, Bank BCA yang setoran minimalnya sebesar Rp 8 juta. Sedangkan Bank Mandiri justru minimalnya Rp 10 juta.

3. Bunga investasi deposito

investasi deposito
Bunga investasi deposito (ekonomistler)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, alasan orang memilih deposito untuk deposito adalah bunga depositonya.

Bank Indonesia pun sudah mengatakan kalau bunga deposito relatif lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Sehingga layak dijadikan sarana investasi.

Namun, untuk suku bunga setiap bank berbeda-beda. Tergantung dari kebijakannya masing-masing.

[Baca: Bunga Deposito Bank Makin Turun, Alihkan Danamu ke 4 Instrumen Investasi Ini]

4. Risiko rendah

investasi deposito
Risiko rendah (ntv.md)

Bukan hanya bunga, deposito lebih minim akan risiko dibanding dengan jenis investasi lainnya. Pasalnya deposito memiliki jaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dengan syarat banknya merupakan anggota LPS.

Deposito sebenarnya bisa jadi pilihan investasi yang tepat buat kamu yang ingin memulai investasi. Karena itu sebelum memulainya, ada baiknya kamu ketahui dulu perhitungan bunga serta plus minus deposito. Semoga bermanfaat!

[Baca: Investasi Deposito Bank Pasti Untung, Asal Gak Main-main Soal 4 Hal Ini]