Ini Seninya Belanja di Pasar Tradisional dan Keuntungan yang Didapatkan

Pasar tradisional saat ini emang masih bertahan dengan banyak berdirinya supermarket yang lebih modern. Nah, buat kamu milenial ternyata ada lho keuntungan buat siapa aja yang belanja di pasar tradisional.

Mungkin bayangan di kepala kamu kalau mendatangi pasar tradisional pasti becek, kotor, aroma gak sedap dan susah dapat parkiran. Sejak zaman dulu yang namanya pasar tradisional emang salah satu tempat belanja yang paling pas buat ibu rumah tangga beli bahan baku.

Betul gak? Pasti banyak yang kala itu masih kecil sering banget diajak sama ibu atau ayah kamu buat belanja di pasar tradisional. Emang sih kebayang banget kamu yan milenial pasti ogah banget menginjakkan kaki di pasar tradional. Apalagi yang namanya buat berlama-lama ada di dalam pasar yang emang dikenal becek atau menyebarkan aroma gak sedap.

Baca juga: Biar Gak Kalah Sama Ibu Rumah Tangga, Ini Trik Jitu Tawar Menawar di Pasar

Tapi dengan kamu yang milenial belanja di pasar tradisional ada seninya dan banyak untungnya lho. Kira-kira mau tahu gak? MoneySmart.id udah merangkum apa aja yang bisa kamu dapatkan saat belanja di pasar tradsional.

Buat kamu yang sering banget belanja di supermarket terkadang suka menemukan kualitas barang udah gak segar atau terlalu mahal. Beda banget lho kalau kamu belanja di pasar tradisional, barang-barang yang dijual emang kebanyakan masih segar banget.

Mulai dari buah, sayur mayur hingga daging dan ikan, kamu pasti bakal banyak menemukan item-item tersebut masih segar banget. Biasanya si pedagang emang bakal menyediakan barang jualannya dengan kualitas yang bagus banget.

Belanja di pasar tradisional bisa tawar-menawar

Tawar-menawar hal yang sering terjadi saat belanja di pasar tradisional, (Ilustrasi/Pexels.com).

Nah, selain itu kamu kalau belanja di pasar tradional bisa banget lho tawar-menawar. Emang ini nih seninya kalau kamu belanja di pasar tradisional bisa saling tawar-menawar ya kan.

Tawar-menawar emang udah lama terjadi sejak dulu. Di sini sistem tawar menawar salah satu cara yang sering terjadi kalau kamu belanja di pasar tradisionl.

“Bang ini berapa harganya sekilo?”, “Sekilonya Rp 25 ribu buk”, “Rp 20 ribu aja bang, boleh ya?”. Nah, interaksi seperti ini sering banget lho terjadi saat kamu belanja di pasar tradisional.

Baca juga: Dulu Cuma Toko di Pasar, Kini Topi Koki Jadi Raksasa Beras di Indonesia

Biasanya kalau kamu belanja dengan tawar-menawar, pas pulang ke rumah dan bawaan barang belanjaan pasti senang banget dapat harga yang murah.

Beda kalau kamu belanja di supermarket, hal tawar-menawar seperti di pasar tradisional gak bakal terjadi. Kamu cuma hanya melihat label harga yang udah tertera di setiap item barang jualannya.

Bisa belanja dalam jumlah kecil dan murah

Belanja dalam jumlah kecil bisa kamu lakukan di pasar Tradisional, (Ilustrasi/Pexels.com).

Belanja di pasar tradsional juga sangat menguntungkan buat kamu yang pengin beli dalam jumlah kecil. Kalau beli dalam jumlah kecil pastinya harganya juga gak mahal-mahal banget lho.

Seninya belanja di pasar tradisional adalah kamu sebagai pembeli dan pedagang bisa langsung berinteraksi. Hal ini jarang banget kamu temui ketika belanja di supermarket yang saat ini udah menjamur.

Ya, meskipun gak ada promo layaknya supermarket, belanja di pasar tradional kalau kamu udah kenal dengan satu pedagang biasanya dia bakal memberikan harga dagangannya lebih murah lho ketimbang yang gak kenal alias bukan langganan. Lumayan buat mengirit dompet ya kan jadi gak bakal bengkak banget pengeluaran kamu setiap bulannya.

Baca juga: Beli Kain Tradisional Sesuai Bujet, Ini Daftar Harganya

Oh iya, kalau kamu belanja di pasar tradisional coba membiasakan diri buat membawa kantung sendiri. Biasanya pedagang bakal kasih belanjaan kamu dengan dibungkus plastik. Dan plastik gak ramah banget buat lingkungan lho, apalagi plastik merupakan penyumbang besar polusi di bumi kita.

Balik lagi belanja di pasar tradisional, menelusuri lorong-lorong area pasar juga menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Mengapa? Ya, karena kamu bisa memilih dari satu pedagang ke pedagang lainnya.

Misalkan kamu mau beli buah dalam jumlah kiloan atau sedikit, biasanya “si abang” memperbolehkan buat “si pembeli” membeli dalam jumlah sedikit. Tapi ya jangan sedikit-sedikit banget ya nanti “si abang” bisa cemberut lho.

Uang kembalian langsung dari pedagang

Uang kembalian sering kamu dapatkan usai belanja dari pedagang pasar, (Ilustrasi/Pexels.com).

Dan kalau kamu belanja di pasar tradisional emang mesti siapkan uang cash ya dan biasanya penjual bakal menyiapkan uang kembalian langsung buat uang kembalian. Bedanya kalau di supermarket kamu gak bakal menemukan hal seperti ini, benar gak?

Biasanya saat belanja di supermarket kamu bakal menuju ke kasir buat melakukan transaksi pembayaran semua barang belanjaan. Oh iya gak cuma itu, ketika belanja di pasar tradisional kamu juga mesti perhatikan timbangan si penjual.

Kamu mesti pintar-pintar dalam memilih penjual ketika belanja di pasar tradisional. Jangan sampai kamu rugi dengan barang belanjaan yang udah dibeli.

Nah, gimana udah tahu di mana seninya belanja di pasar tradisional? Buat kamu yang pengin merasakan belanja di sana mesti tahu seluk-beluknya gimana cara menawar dengan pintar.

Jangan sampai kamu udah membeli barang belanjaan di satu pedagang tapi pedagang lainnya menjual dengan harga yang murah. Nah, di situ makanya kamu manfaatkan cara belanja dengan tawar-menawar.

Dan biasanya pedagang pasar tradisional bakal menjual barang dagangan lebih lengkap lho bahkan gak ada di supermarket. Jadi selamat menikmati belanja di pasar tradisional. (Editor: Mahardian Prawira).