Ini Nih Catatan Resolusi Keuangan Tahun Baru yang Harus Kita Persiapkan dan Jalankan

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

Istri yang boros

Mempersiapkan rencana keuangan harus menjadi agenda setiap tahun. Resolusi keuangan yang baik harus diatur berdasarkan perencanaan yang matang dan terstruktur.

Gak hanya untuk kepentingan diri sendiri, masa depan kita juga akan terpengaruh dengan resolusi keuangan setiap tahunnya.

Bagaimana meresolusi keuangan secara optimal? Berikut adalah 5 cara ampuh yang bisa diterapkan di tahun ini.

1. Menetapkan Rencana SMART

Resolusi keuangan yang SMART dapat diartikan sebagai singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Reasonable, dan Timely. Resolusi keuangan yang specific adalah rencana yang cukup jelas.

Jangan pernah membuat rencana seperti ingin kaya, karena kata ‘kaya’ itu gak spesifik. Lebih baik membuat rencana keuangan deh. Semisal, ingin memiliki tabungan sebesar Rp 100 juta sampai akhir tahun ini.

catatan resolusi keuangan
Bang bing bung hey jangan dihitung, nabung saja tahu-tahu sudah segunung hehehe! (Buku Tabungan / Harnas)

Measurable artinya dapat diukur. Sebuah resolusi keuangan yang baik seharusnya dapat diukur berdasarkan nominal pendapatan dan pengeluaran secara menyeluruh. Attainable merupakan sebuah prinsip pada resolusi keuangan yang dapat diartikan dapat dicapai.

Jangan terlalu kikir pada diri sendiri sehingga jadi gak rasional dalam merencanakan pengeluaran. Hal terpenting dari prinsip Measurable dan Attainable adalah rasional dan sesuai dengan pribadi si pembuat.

Reasonable artinya beralasan. Pendapatan dan pengeluaran yang direncanakan dalam resolusi keuangan harus berdasarkan kenyataan saat ini atau proyeksi yang hampir pasti terjadi.

Jika segala poin tersebut sifatnya masih kira-kira seperti investasi dan modal belum bergerak, jangan cantumkan pada resolusi keuangan. Terakhir, prinsip Timely dalam resolusi keuangan memiliki peranan penting sebagai pembatas waktu agar resolusi menjadi relevan dan gak terlalu jauh dengan kapasitas.

2. Menghitung Kebutuhan Utama

Setelah memahami konsep SMART, langkah yang harus  dilakukan adalah menghitung kebutuhan utama. Ingat, kebutuhan utama merupakan hal yang penting saja. Contohnya makanan pokok, pakaian yang layak dan perawatan rumah.

Gak perlu membeli hal – hal sekunder jika kita gak menganggarkannya. Buat skala prioritas yang sesuai dengan kemampuan serta penghasilan.

catatan resolusi keuangan
Hayooo, mana yang lebih penting? Jangan sampai sakit kepala ya hehehe (Bingung / Blogspot)

Contohnya, bagi seorang penulis kebutuhan utamanya adalah koneksi internet, buku, alat tulis dan sebagainya. Jangan merasa keberatan untuk menghitung segala hal tersebut sebagai kebutuhan primer. Hal – hal tersebut bisa juga masuk dalam kategori modal berjalan, karena merupakan aset penunjang pekerjaan.

3. Menabung dan Berinvestasi Dana Pensiun

Meski masih muda, setiap tahunnya coba deh mulai wajib menganggarkan dana pensiun meskipun sedikit. Jika kita memperhitungkan pensiun sekitar 20 tahun lagi, minimal kita harus menyisihkan sebagian penghasilan dalam bentuk investasi.

Bisa emas, bangunan atau aset lainnya dibandingkan memiliki tabungan. Jenis deposito berjangka pun dapat dijadikan alternatif yang akan membantu menghadapi hari tua yang lebih sejahtera.

4. Merencanakan Penghasilan Tambahan

Coba tilik hal-hal apa yang bisa kita lakukan untuk menambah penghasilan. Mulai dari online shop, ojek online, catering kue, penulis lepas atau jadi guru privat.

Pilihlah jenis pekerjaan yang gak mengganggu pekerjaan utama kita dan kita bisa enjoy melakukannya.

Dengan lebih dari satu pekerjaan dan penghasilan, kita dapat merencanakan dana tersebut untuk kebutuhan lain seperti rekreasi, membeli / renovasi rumah, pendidikan lanjut dan investasi tambahan.

catatan resolusi keuangan
Asyik kan bisa nyantai duduk di depan laptop sekaligus menghasilkan uang tambahan (Perempuan Bersantai / Kerjaitumain)

Meskipun penghasilan tambahan jumlahnya gak terlalu banyak, hal tersebut tetap dapat menjadi solusi. Saat-saat tertentu di mana kita sedang banyak pengeluaran gak terduga seperti pernikahan, sakit dan lainnya.

5. Meningkatkan Pengetahuan Keuangan

Mengapa pengetahuan keuangan sangat penting? Karena tanpa pengetahuan keuangan, seseorang gak akan mampu disiplin dan mengembangkan kemampuan finansialnya.

Saat ini seminar baik online maupun offline banyak ditawarkan oleh banyak pihak secara gratis. Selain menambah pengetahuan tentang pengaturan keuangan, kita mungkin juga akan menemukan banyak rekan yang memiliki ide – ide kreatif untuk menambah penghasilan.

Gak hanya itu, dengan meningkatkan pengetahuan keuangan, tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kebebasan keuangan jadi semakin di depan mata.

Intinya, gak usah membuat terlalu banyak resolusi keuangan. Buat saja 2 atau 3 lalu fokus dan komit deh. Jangan hanya cuma sekedar wacana, tapi lakukan!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Cara Bikin Gaji 2 Digit Nggak Habis Sia-sia]

[Baca: Ubah Gaya Belanja Jadi Begini di 2017 Biar Nabung Gak Cuma Wacana]

[Baca: Kesalahan Keuangan Terlarang Dilakukan di 2017]