Ini Nih 7 Kebiasaan Generasi Milenial yang Membuai dan Harus Dihindari

‘Will, anterin ke pameran mobil yuk, mau kredit mobil nih gue’ Ujar Dafa ke rekan kerjanya, Willy yang sedang asyik ngerjain report. ‘Wih, dapet warisan apa gimana nih Daf? Emang lu udah siap bayar cicilan tiap bulannya? Elo kan kerja baru 3 bulan!’ Sahut Willy menyadarkan Dafa.

Dialog kayak gini mungkin pernah kamu dengar atau bahkan kamu alami sendiri? Gak bisa disangkal ya kalau usia muda sering membuat seseorang merasa berhak dan bebas melakukan apa saja. Tapi kalau sudah menyangkut soal keuangan, yakin masih mau seenaknya?

Coba deh simak dulu nih kebiasaan keuangan dari para generasi milenial yang wajib dihindari kalau gak mau finansial masa depan kacau balau.

1. Mudah terpengaruh pergaulan alias labil  

Emang sih yang namanya darah muda itu penuh dengan hasrat menggebu. Yang biasa terjadi adalah bertindak baru berpikir, bukan sebaliknya. Semisal, melihat teman yang memamerkan barang baru, tanpa pikir panjang langsung ikutan beli. Walau harus ngutang akan dijalani.

Realitanya, generasi ini banyak yang gak punya prinsip dan khawatir gak diterima di pergaulan. Ujung-ujungnya jadi punya gaya hidup yang meniru. Padahal belum tentu sanggup mengikuti semua.

kebiasaan generasi milenial
Belanja emang asyik, tai kalau sudah jadi konsumtif gak asyik lagi ah (Hobi Belanja / WordPress)

Demi eksistensi, punya gaya hidup konsumtf dan hedonis itu menjadi maha penting. Seakan gak peduli gaya hidup yang kayak gitu bakal bikin pengeluaran jadi bengkak yang penting keren, eksis, diakui.

2. Kredit sana-sini biar punya barang mewah

Lagi-lagi demi hidup penuh gaya dan terbiasa dengan kenyamanan, punya transportasi sendiri kayak mobil sudah jadi kebutuhan wajib. Baru sebulan kerja saja sudah berani ngajuin kredit mobil.

Gak tanggung-tanggung pilih mobill bermerek dengan harga selangit, gak terlalu mikir panjang soal cicilan dan biaya lainnya. Bagi mereka prestige itu yang utama, soal bisa bayar atau gak sih gak masalah.

Mereka merasa kredit barang ini-itu sah-sah saja dong, kan sudah kerja, sudah bisa cari duit sendiri. Kalau bisa mengelola antara penghasilan dan pengeluaran sih gak masalah ya, kalau tidak? Siap-siap hidup gak tenang dikejar utang deh!

3. Gadget freak

Sudah menjadi rahasia umum kalau salah satu kelebihan para generasi milenial adalah sangat melek teknologi. Lihat saja anak-anak balita saja sudah sangat khatam memainkan tablet atau smartphone.

kebiasaan generasi milenial
Widih mau buka toko mbaksis, banyak amat tuh gadget hehehe (Tumpukan Gadget / Stunninggadget)

Gak heran sih dengan fenomena ini karena mereka memang terlahir di tengah-tengah maraknya beragam teknologi komunikasi dan informasi. Tapi ini nih yang juga jadi kelemahan mereka.

Saat sudah beranjak dewasa gak bisa lihat ada gadget terbaru langsung beli. Kalau gak percaya, coba saja lakukan survey kecil-kecilan. Pasti di antara generasi ini minimal punya smartphone, tablet, laptop dan hp biasa. Wah, kayak mau buka toko ya!

Jika memang digunakan untuk bisnis sampingan atau pekerjaan sih bagus banget. Tapi kalau cuma karena gengsi dan ketergantungan gak jelas, buat apa? Selain jadi pengeluaran yang sia-sia, jadi gadget freak itu bisa bikin gak fokus sama hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup.

4. Menyalahgunakan kartu kredit

Jujur saja nih, pasti banyak orang yang menggunakan kartu kredit itu bak rezeki nomplok yang turun dari langit. Gak terkecuali para generasi milenial.

Melihat begitu banyak orang yang menggunakan kartu kredit untuk semua kebutuhan jadi merasa diri sendiri juga bagian dari gaya hidup tersebut.

kebiasaan generasi milenial
Ingat, kartu kredit itu bukan rezeki nomplok ya, gunakan dengan bijak (Perempuan dan Kartu Kredit / Viva)

Gesek sana-sini dan sering lupa atau pura-pura lupa kalau kartu kredit itu harus dibayar kembali. Anak-anak muda ini banyak yang gak paham biaya-biaya yang ada di dalam kartu kredit. Kartu kredit dianggap sebagai alat pembayaran yang bisa digunakan seenak jidat.  

5. Keseringan hangout boros  

Lagi-lagi sebagai bagian dari gaya hidup yang harus ditiru dan demi diterima di pergaulan, rela deh hangout setiap hari. Kadang-kadang sampai lupa kalau besok pagi tuh masih harus bekerja, yang penting nongkrong seru.

Ada juga yang merasa kalau mau menggaet network yang keren dan luas itu harus banget pilh tempat yang mahal. Kalau jarang-jarang sih masih oke lah, nah kalau hampir tiap minggu? Iya kalau budget networking dari kantor nutup, kalau over budget?

6. Cepat merasa puas

Sering merasa malas untuk mulai cari penghasilan tambahan demi bisa memenuhi gaya hidup. Merasa cukup puas dengan penghasilan dari satu sumber mata pencaharian. Padahal di zaman yang makin mudah ini, banyak banget peluang kerja dan usaha yang bisa digeluti paruh waktu.

Merasa bakalan rugi kalau mengorbankan waktu buat kerja sampingan. Lebih baik memanfaatkan waktu luang buat hangout, party dan hal-hal yang nyenengin diri sendiri. Mumpung masih muda sih katanya. Padahal justru karena masih muda, kesempatan lebih banyak loh.

kebiasaan generasi milenial
Jangan cepat puas dong, masih muda tuh harus terus memberi yang terbaik selagi bisa (Ilustrasi Naik Tangga / Hipwee)

7. Meremehkan nilai uang

Nah, satu hal ini nih yang sering luput dari perhatian, meremehkan uang. Merasa kalau masih muda, produktif dan bisa dengan mudah menghasilkan uang banyak. Walhasil gak pernah mencatat setiap pengeluaran.

Gak punya pertimbangan matang saat harus mengeluarkan uang dan kurang menghargai nilai uang. Ya karena darah muda itu tadi, penuh dengan hasrat menggebu. Hidup seolah gak ada hari esok.

Bukan berarti generasi milenial itu punya lebih banyak kualitas jelek. No, jangan salah paham. Banyak kok hal-hal positif yang bahkan inspiratif yang bisa ditiru dari generasi 90-an ke atas ini.

Lihat saja berita-berita di media. Berapa banyak prestasi dan inovasi yang terlahir dari generasi milenial.

Sejatinya setiap manusia, dari era yang manapun bisa saling belajar dari satu sama lain. Dikembalikan lagi ke pribadi masing-masing aja. Usia gak menjamin kedewasaan. Jadi, apa salahnya masih muda namun sudah bijak dan cermat.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Begini Nih Cara Tanam Duit Selagi Usia Kepala 2 Biar Masa Tua Gak Merana]

[Baca: 7 Nasihat Karir Buat Kamu yang Berusia 20-an Biar Gak Menyesal Kemudian Hari]

[Baca: Masih Usia 20-an Masih Berprinsip Hidup Seperti Air Mengalir Siap-siap Terseret]