Ini Nih 6 Soft Skill yang Wajib Dimiliki Seorang Bos. Kamu Sudah Punya Belum?

Finansialku

Semua pemimpin yang sukses di dunia ini tentu menguasai keterampilan teknis di bidang yang digelutinya.

Tapi, selain itu mereka juga pasti memiliki soft skill untuk bisa memimpin timnya dengan baik dan menjamin kelangsungan perusahaan.

Soft skill sejatinya adalah keterampilan interpersonal, seperti negosiasi, diplomasi, adaptasi, dan lainnya. Meski beda jauh sama yang namanya keterampilan teknis, soft skill-lah yang akhirnya menentukan kesuksesan para pemimpin.

Realitanya, gak sedikit lho pemimpin yang memiliki keterampilan teknis sangat baik namun soft skill-nya gak bagus. Alhasil, mereka pun bisa dibilang kurang maksimal dalam memimpin timnya sendiri.

Bila kamu bercita-cita jadi pemimpin atau bos, kuasai dulu enam soft skill di bawah ini:

1. Komunikasi

Komunikasi bukan artinya harus jago orasi atau rajin nulis di kolom media. Komunikasi pada intinya adalah sebuah proses penyampaian pesan.

Kalau pemimpin gak mengerti cara berkomunikasi yang baik, mana mungkin bawahannya bisa mudeng. Yang ada jadi salah arahan, atau bisa juga salah paham.

Bos ngomong apa, bawahan nangkepnya apa. Gak nyambung kan? (komunikasi/ kaskus)
Bos ngomong apa, bawahan nangkepnya apa. Gak nyambung kan? (komunikasi/ kaskus)

Patut diketahui, komunikasi yang baik akan menunjang produktivitas kerja. Suasana kerja pun jadi makin kondusif.

2. Kehandalan bernegosiasi

Siapa saja yang biasanya kamu ajak negosiasi? Karyawan, klien, keluarga, atau teman?

Negosiator yang sukses adalah yang tetap adil dan memerhatikan keinginan orang lain sambil mendorong apa yang mereka inginkan.

Bila kamu sanggup bernegosiasi dengan baik, kamu bisa membujuk orang lain untuk melakukan apa yang menjadi tujuanmu. Mulai sekarang, asah yuk kemampuan bernegosiasimu.

3. Pendelegasian tugas

Yang ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebagai pemimpin, kamu gak bisa mengerjakan semuanya sendiri. Tugas tentunya harus didelegasikan.

Namun dalam urusan pendelegasian, sang bawahan tentu harus paham apa yang mereka akan kerjakan. Pemahaman mereka jelas bersangkutan dengan seberapa jelas instruksi yang kamu berikan.

Dalam hal ini kamu pun harus punya sebuah kepercayaan terhadap tim kerjamu. Karena dari situlah atmosfer kejujuran dalam organisasi bakal tumbuh.

Harus percaya sama tim buat bagi tugas kalau gak mau repot sendiri (delegasi/ brightpod)
Harus percaya sama tim buat bagi tugas kalau gak mau repot sendiri (delegasi/ brightpod)

4. Intuitif

Ketika dihadapkan dengan masalah, pemimpin harus punya insting bahwa keputusan yang dia ambil adalah yang paling tepat. Dan hal itu tentu juga didasari oleh data-data pendukung yang ada.

Misalnya, untuk menentukan apakah sebuah proyek yang dijalankan bisa berhasil atau tidak. Di sini, intuisi seorang pemimpin sangat diperlukan. Bukan cuma sekadar asumsi ya, tapi intuisi itu ditindaklanjuti setelah mempertimbangkan data yang ada dan juga keyakinanmu akan kemampuan tim.

5. Pendekatan personal

Kemampuan ini bertujuan untuk bisa mengenal pribadi anggota timmu dengan baik. Dengan mengenalnya dengan baik, kamu bisa memberikan solusi yang tepat untuk setiap masalah yang mereka hadapi dan juga memotivasi mereka.

maxresdefault
Punya pendekatan personal yang baik bukan berarti sok asik juga sama orang gak dikenal ya (selfie/ youtube)

Tanpa pendekatan personal yang baik, kamu bakal dianggap bossy. Tentu hubunganmu dengan bawahan jadi makin kaku dan gak fleksibel. Gak menutup kemungkinan juga, mereka jadi agak menjauh darimu.

6. Pemberi solusi

Mentok dalam mencari solusi sudah bukan hal baru di setiap organisasi. Oleh karena itu, karyawan butuh atasan yang bisa memberikan solusi terbaik dalam menyelesaikan tugas.

Gak banyak pemimpin yang memiliki soft skill ini. Kebanyakan justru mereka hanya menyerahkan sepenuhnya kepada bawahan untuk berpikir dan berpikir lagi.

Setelah tahu enam soft skill ini, kira-kira apakah kamu sudah menguasai semuanya? Atau belum?

Gak ada kata terlambat untuk mengasah soft skill ini menjadi lebih baik. Salah satunya adalah dengan bersikap proaktif di kantor. Dan tentunya ya dengan belajar.

Pahamilah dengan baik apa yang menjadi tujuanmu dalam bekerja. Semoga sukses!

 

Artikel yang terkait:

[Baca: Gak Usah Mimpi Jadi Bos Deh Kalau Masih Punya 7 Mental Ini]

[Baca: Mau Anakmu Jadi Bos? Ajari Hal-Hal Ini]

[Baca: Nih, 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]