Ini Nih 6 Barang untuk Kesehatan yang Sebenarnya Nggak Perlu-Perlu Amat dan Bikin Boros

 

 

Boros adalah kata yang bikin ngeri semua orang. Mana ada sih orang di dunia ini yang mau hidup boros? Pasti gaya hidup boros dihindari.

 

Mungkin kalau dia punya gudang emas, baru deh hidupnya akan berboros-boros ria. Tapi buat kebanyakan orang, merogoh kocek lebih dalam adalah pantangan terbesar.

 

Meski begitu, kadang kita gak sadar telah berlaku boros. Bahkan saat kita niatnya baik, yaitu demi kesehatan.

 

Memang, hidup sehat itu memerlukan biaya. Namun bukan berarti harus beli segala produk yang diklaim bisa memberikan kesehatan lebih buat penggunanya.

 

Ada barang untuk kesehatan yang sebenarnya gak perlu-perlu amat dibeli. Kalau barang itu dibeli, malah bikin boros.

 

Ini dia 6 barang untuk kesehatan yang sebenarnya bisa keluar dari daftar belanjaan demi penghematan:

 

1. Pencuci mulut

Semua orang pengin mulutnya bersih dan segar. Maka keluarlah produk pencuci mulut berupa cairan yang memberikan efek kesegaran.

 

barang untuk kesehatan

Produk ini memang berguna banget. Kalau kita malas gosok gigi.

 

 

Jika sudah rajin gosok gigi pakai pasta gigi tiap hari, gak perlu pakai produk tersebut. Soalnya, pencuci mulut hanya bekerja di permukaan.

 

Plak dan bakteri gak bisa hilang seperti saat kita pakai sikat gigi. Efek kesegarannya pun hanya bertahan beberapa saat.

 

Tapi harganya? Bisa buat beli telur sekilo untuk makanan anak di rumah.

 

[Baca: Masak Sendiri atau Beli? Yang Mana Yang Bisa Ngamanin Keuangan Keluarga?]

 

2. Vitamin C

Memang, vitamin C berguna buat tubuh karena bisa menjaga kebugaran. Namun vitamin C dosis tinggi yang dijual dalam beragam rupa, dari minuman sampai pil, itu berlebihan.

 

Asupan vitamin C ke tubuh sudah cukup didapat dari makanan sehari-hari, seperti jeruk, tomat, dan mangga. Tubuh susah menyerap vitamin C.

 

barang untuk kesehatan

Jika tiba-tiba ada dosis gede masuk, tubuh menyerap hanya sedikit. Sisanya, keluar lewat urin dan keringat alias sia-sia belaka.

 

3. Krim antimatahari

Kulit gosong terkena matahari bikin tingkat kepercayaan diri menurun. Solusinya, krim antimatahari dioleskan ke kulit, terutama saat berenang atau pergi ke pantai.

 

Tapi, menurut data Consumer Report, produk krim penahan efek sinar ultraviolet berharga mahal gak lebih manjur ketimbang yang harganya miring. Yang jadi masalah, orang lebih memilih krim itu karena punya merek.

 

barang untuk kesehatan

Pemakaian krim antimatahari harus sesuai petunjuk, tujuannya biar bekerja maksimal dan menghemat pemakaian

 

 

Orang sering keliru mengaplikasikan krim tersebut, sehingga efek yang didapat gak maksimal. Seharusnya krim dioleskan sekitar 30 menit sebelum kulit terpapar sinar matahari, sehingga lebih terserap kulit. Selain itu, botol krim harus dikocok dulu sebelum isinya dioleskan.

 

4. Cotton bud

Cotton bud banyak digunakan sebagai pembersih telinga. Tapi ternyata alat ini sejatinya bukanlah pembersih telinga! Doeeeeng.

 

Cotton bud lebih tepat dipakai untuk mengoleskan obat merah ke luka, misalnya. Soalnya, kotoran di telinga bisa lebih terdorong masuk kalau tersogok alat ini.

 

barang untuk kesehatan

Jangan sering-sering membersihkan telinga, sebulan dua kali sudah cukup

 

 

Cara yang direkomendasikan untuk membersihkan telinga adalah pakai cairan khusus yang bisa dibeli di apotek. Buat menarik kotoran itu, pakai alat yang juga dijual di apotek. Bentuknya seperti pengungkit. Itu lebih mujarab.

 

5. Obat tetes mata

Betul, mata merah itu mengganggu. Namun jangan sampai pakai obat tetes mata terus-terusan begitu mata merah sedikit saja. Sebab, efeknya bisa berbahaya.

 

Mata bisa menjadi kering, alergi, dan menderita iritasi. Apalagi kalau pakai lensa kontak. Bahkan mata bisa jadi kayak “kecanduan” pakai obat itu.

 

barang untuk kesehatan

Jangan mengucek mata keras-keras. Kalau gatal, istirahat dulu

 

 

Kalau merah, harus ditetesi. Kalau gak, bakal gatal. Para dokter mata menyarankan, jika mata merah, istirahat dulu dengan menutup mata.

 

Jika diikuti gatal atau perih, langsung saja periksa ke dokter. Periksa mata pakai BPJS Kesehatan juga bisa kok.

 

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

 

6. Facial toner

Wajah habis make-up harus langsung dibersihkan biar gak kena iritasi. Facial toner lah yang diambil. Padahal, pakai sabun doang juga bisa.

 

Facial toner berguna mengembalikan pH pada wajah. Tapi saat ini sebagian besar krim pembersih wajah gak bakal mempengaruhi pH.

 

barang untuk kesehatan

Para perempuan pasti punya nih facial toner

 

 

Jadi, sabun yang dipakai buat mandi juga cukup buat bersihin wajah. Kalau ada sabun khusus wajah, itu lebih baik. Tapi facial toner gak begitu perlu.

 

Barang-barang kesehatan di atas bisa dicoret kalau kita mau lebih berhemat. Tapi keputusan kembali ke diri masing-masing karena kebutuhan dan kapasitas finansial tiap orang berbeda-beda.

 

Yang pasti, kalau menghindari barang-barang yang kurang begitu berguna tersebut, kita jadi ada sisa dana. Dana ini dapat dialokasikan ke pos lain.

 

Buat investasi, misalnya. Daripada duit habis buat konsumsi, mending sebagian diolah agar bisa bertumbuh mekar dan memperkuat keuangan kita.

 

[Baca: Biar Gak Bingung, Begini Cara Menentukan Investasi Sesuai Rencana Keuangan]

 

 

 

Image credit:

  • http://www.breathmd.com/images/swishing-mouthwash.jpg
  • http://media.graytvinc.com/images/vitaminc.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-iSmCE_GE69U/UX5oufGwqkI/AAAAAAAAN-I/Thkraok4lIE/s1600/iStock_000023549510Medium.jpg
  • https://ecs12.tokopedia.net/newimg/product-1/2014/6/26/4464031/4464031_c6ee0666-fd46-11e3-b20b-a0a64908a8c2.jpg
  • http://pharmacytrust.com/wp-content/uploads/2015/07/How-to-administer-eye-drops.jpg
  • http://tutorial.top10inaction.com/wp-content/uploads/2015/01/htut4.jpg