Ini Nih 5 Kebiasaan Buruk Mengatur Keuangan yang Harus Kamu Tinggalkan

Ngomongin soal kebiasaan buruk yang kita masih pertahankan soal mengatur keuangan gak boleh bosan ya. Kali ini Finansialku akan membahas 5 kebiasaan buruk mengatur keuangan yang harus segera kamu tinggalkan agar hidup menjadi lebih sejahtera.

Tanya sama diri sendiri deh, apakah kamu termasuk kelompok orang yang bingung kemana uang saya pergi, hidup kok gini-gini saja?

[Baca: Niatnya Menghemat Pengeluaran Bulanan Tapi Cara Ini Justru Bikin Kamu Rugi]

Nah, mungkin saja ada yang salah dengan cara kamu mengatur keuangan. Banyak orang berasumsi bahwa mengatur keuangan itu pekerjaan yang repot dan memakan waktu. Padahal ada banyak cara mengatur keuangan dengan lebih cerdas dan otomatis.

 

1. Gak Memiliki Anggaran dan Catatan Keuangan

Permasalahan k;ise yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah gak mengetahui kemana perginya uang. Hal ini terjadi karena kita masih gak terbiasa untuk membuat anggaran dan mencatat keuangan. Intinya malas.

Sebenarnya saat ini sudah banyak loh aplikasi untuk mengatur keuangan. Kita dapat memanfaatkan aplikasi keuangan untuk mempermudah dalam mencatat keuangan.

 

kebiasaan buruk mengatur keuangan

Punya gadget maksimalin dong manfaatnya, jangan cuma buat ngintip postingan mantan di FB hehehe

 

 

Jika kita memiliki anggaran dan catatan keuangan, tentunya mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah. Kita dapat mengetahui besarnya pengeluaran untuk setiap pos.

 

2. Gak Memiliki Rencana Keuangan

Kesalahan kedua adalah gak memiliki rencana keuangan (financial plan). Jika kita memiliki rencana keuangan, kita akan banyak mendapatkan keuntungan.

 

Rencana keuangan adalah panduan atau layaknya gps untuk memandu langkah kita dalam mengatur keuangan di saat ini dan masa depan.

 

Sebuah rencana keuangan berisi penjelasan kondisi kesehatan keuangan saat ini, tujuan keuangan yang hendak diwujudkan dan strategi untuk mewujudkannya. Gimana, apakah kita sudah memiliki rencana keuangan?

 

3. Memiliki Utang Konsumtif dan Cicilan yang Besar

Langkah ketiga yang harus kita lakukan adalah segera menyelesaikan utang konsumtif dan cicilan. Pertama selesaikan utang-utang kartu kredit, cicilan dan utang KTA.

 

kebiasaan buruk mengatur keuangan

Jangan nyalahin kartunya, salahin nafsu belanja kamu tuh!

 

 

Biasanya orang-orang menggunakan utang konsumtif ini untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan kebutuhan darurat.

 

[Baca: Pengeluaran Impulsif Bisa Bikin Keuangan Jadi Amburadul]

 

 

Seharusnya kebutuhan gaya hidup dipenuhi dari pendapatan, bukan dari utang. Untuk kebutuhan dana darurat, kami lebih sarankan kamu memiliki dana khusus untuk keperluan-keperluan darurat. Besarnya dana darurat sekitar 9 – 12 kali pengeluaran bulanan.

 

4. Gak Memiliki Asuransi

Permasalahan keempat adalah kurangnya kesadaran untuk memiliki asuransi, khususnya asuransi kesehatan dan jiwa.

 

Asuransi adalah salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Pastikan kita sudah menghitung kebutuhan uang pertanggungan dan kebutuhan coverage asuransi kesehatan kita. Cari produk asuransi jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan kita.

 

5. Berinvestasi Tanpa Rencana dan Strategi

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah investasi tanpa strategi dan tanpa rencana keuangan. Apa yang terjadi jika seseorang berinvestasi tanpa menggunakan strategi atau rencana yang matang? Tentu saja investasi tidak akan optimal.

 

Idealnya, kita wajib memiliki sebuah rencana keuangan dan strategi berinvestasi. Supaya apa sih? Ya agar hasil lebih optimal dan dapat mewujudkan segera tujuan-tujuan keuangan kita.

 

kebiasaan buruk mengatur keuangan
Modal nekat mah semua orang juga bisa, emang mau investasi rugi karena main terjang?

 

[Baca: Investasi Deposito Bank Pasti Untung Asal Gak Main-main Soal 4 Hal Ini]

Setelah mengetahui apa saja yang harus  dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan, saatnya kita menentukan langkah selanjutnya. Jika ingin segera hidup lebih sejahtera, maka kita perlu melakukan perubahan. Selamat mencoba ya!

 

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan Kami Finansialku.com

logo finansialku

 

 

Image Credit:

  • https://cdnid.techinasia.com/wp-content/uploads/2014/10/Preview2.jpg
  • https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2016/01/23/38775/663×442-mengintip-perbedaan-utang-produktif-dan-utang-konsumtif-160123n.jpg
  • https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/q_70/v1432274762/c12f5jesti18phmh7bsq.jpg