Ini Lho Fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak buat Pundi Tabunganmu

Fungsi nomor pokok wajib pajak alias NPWP selama ini lebih lekat dengan soal kewajiban pajak. Itu gak salah. Namanya juga nomor buat identitas wajib pajak.

NPWP menjadi bukti bahwa kita adalah warga negara yang taat pajak, yang mau menyisihkan penghasilan buat ikut membantu pembangunan negara.

Secara umum, fungsi nomor pokok wajib pajak adalah:

  1. Sarana untuk mengurus administrasi pajak.
  2. Tanda identitas atau pengenal wajib pajak dalam soal kewajiban serta hak perpajakan.
  3. Memastikan ketertiban wajib pajak dan memudahkan pengawasan administrasi pajak.

Tapi, di luar urusan pajak, ternyata NPWP juga baik buat menambah pundi-pundi tabunganmu lho. Sejak kewajiban pajak digenjot pemerintah, sejumlah hal yang sebetulnya gak berkaitan langsung dengan soal perpajakan turut terpengaruh.

Dari urusan di kelurahan sampai pendaftaran sekolah anak, semua mensyaratkan kepemilikan NPWP. So, fungsi nomor pokok wajib pajak meluas.

Salah satunya, seperti disebutkan di atas, untuk memastikan tabunganmu sehat walafiat dan tambah kuat. Kok bisa NPWP berkaitan dengan tabungan?

Kita akan kupas hal itu bersama-sama. Sebelumnya, sudah pada punya NPWP belum? Melihat fungsi NPWP di atas, rasanya kok kurang bijak kalau belum memilikinya.

[Baca: Gak Pernah Lapor Pajak? Ini Hukuman yang Menanti]

Mengapa Harus Punya NPWP?

fungsi nomor pokok wajib pajak
Bikin NPWP sekarang gampang. Kalau gak gampang, susah ngejar target pajak (online-pajak.com)

Cara membuat NPWP gampang kok. Sekarang sudah bisa membuat NPWP secara online dengan mengunjungi situs Direktorat Jenderal Pajak.

Setelah mengisi formulir yang tersedia, cetak dan bawa ke kantor pelayanan pajak pratama terdekat sesuai dengan domisili. Jangan lupa bawa fotokopi kartu tanda penduduk sebagai pelengkap syarat.

Di kantor pelayanan pajak, kita akan diarahkan petugas, biasanya satpam, untuk mengambil antrean dan menunggu giliran. Setelah tiba giliran, serahkan semua dokumen dan simsalabim! Paling 5 menit kemudian NPWP sudah ada di tangan.

Nah, kembali ke soal fungsi nomor pokok wajib pajak untuk kesehatan tabungan, pemerintah menerapkan kebijakan “harus ada NPWP”. NPWP harus ada, antara lain untuk:

– Mencari pinjaman/kredit ke bank
– Membuka tabungan di bank
– Berinvestasi saham dan reksadana pada perusahaan sekuritas milik pemerintah
– Membuat paspor
– Membuat rekening koran
– Mengurus surat izin usaha dagang (SIUP)

fungsi nomor pokok wajib pajak
Beberapa sekolah mensyaratkan orang tua memiliki NPWP lho, terutama sekolah negeri favorit (malang.uri.co.id)

Manfaat NPW untuk Nambah Duit di Rekening

Dari informasi di atas, fungsi nomor pokok wajib pajak penting antara lain buat pengusaha, investor, dan pekerja, khususnya freelance. Berikut ini penjelasannya:

1. Buat pengusaha

Bayangkan kamu adalah pengusaha yang bisnisnya lagi menanjak. Dibutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usaha.

Namun ternyata oh ternyata, gak punya NPWP. Otomatis sirna sudah momentum untuk mengeruk profit dari momentum bisnis itu.

Bisa-bisa kesempatan untuk memajukan bisnis terlewati. Walhasil, usaha yang sejatinya bisa berkembang malah jadi stagnan, atau bahkan melorot.

Bisa sih pinjam ke tempat lain. Tapi hati-hati. Risikonya adalah terjebak trik rentenir yang menerapkan bunga mencekik plus ancaman debt collector.

[Baca: NPWP Gak Wajib Buat Wanita Menikah, Kok Bisa?]

2. Buat investor

fungsi nomor pokok wajib pajak
Pahami, nikmati….kalau udah punya NPWP tapi ya (finansialmu.com)

Kesehatan tabungan investor juga bisa terpengaruh kalau gak punya NPWP. Umpamanya kamu seorang investor yang berniat terjun ke dunia saham atau reksadana karena cuan yang menjanjikan di sana.

Tanpa NPWP, jangan harap kamu bisa menanamkan dana di instrumen saham atau reksa dana di perusahaan sekuritas pemerintah. Beberapa perusahaan sekuritas swasta pun sudah mensyaratkan kepemilikan NPWP.

Artinya, berapa pun danamu yang tersedia sebagai investor, peluang untuk menjajal peruntungan di sektor saham atau reksadana tertutup sudah. Fungsi nomor pokok wajib pajak buat investor gak terkira, kan?

3. Buat pekerja

Jika seorang pekerja tak punya NPWP, kewajiban pajaknya bakal lebih besar.

Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, bila memiliki NPWP, pajak yang dikenakan kepada wajib pajak adalah 5 persen dari penghasilan untuk yang berpenghasilan hingga Rp 50 juta dalam setahun dan 15 persen jika penghasilannya Rp 50-250 juta.

Adapun untuk mereka yang berpenghasilan Rp 250-500 juta dikenai pajak 25 persen, dan 30 persen bila berpenghasilan lebih dari Rp 500 juta.

Kalau gak punya NPWP, pajak yang mesti dibayar lebih besar 20 persen dari mereka yang memiliki NPWP. Kalau berpenghasilan Rp 100 juta per tahun, misalnya, berarti potongannya 35% dari Rp 100 juta atau Rp 35 juta. Wow banget.

Seorang pekerja freelance bakal merasakan betul besarnya potongan pajak bila tak punya NPWP. Di satu sisi, pekerjaan lepas itu gak selalu ada. Di sisi lain, saat ada kerjaan, honornya banyak dipotong buat bayar pajak penghasilan. Gimana gak megap-megap itu tabungan.

Fungsi nomor pokok wajib pajak emang gak main-main. Sebagai wajib pajak, wajib hukumnya memiliki NPWP. Selain ikut berkontribusi terhadap pembangunan, kita bisa melancarkan upaya memupuk pundi tabungan demi masa depan.

[Baca: Gak Pernah Lapor Pajak? Ini Hukuman yang MenantiKartu NPWP Hilang? Begini Cara Mudah Mengurusnya]