Ini Dia Perkiraan Biaya Kepemilikan Mobil Mercy Tiger Jadul

Sebagian dari kamu pasti ada yang suka sama mobil-mobil antik keluaran tahun 1970-an. Salah satunya yang cukup ngehits adalah Mercedes-Benz Tiger W123 berkat desainnya yang keren meski jadul. Mercy Tiger keluaran 1970 akhir umumnya dibanderol Rp 30 juta hingga Rp 40 jutaan.

Dengan harganya yang murah, gak sedikit yang tertarik buat membeli mobil ini. Tapi apakah biaya kepemilikannya juga murah?

Bicara soal biaya perawatannya, sebagian besar penggemar mobil antik memang pernah mengatakan bahwa Mercy Tiger tergolong murah. Asalkan, perawatan tersebut dilakukan secara rutin.

Bisa dibilang, Mercy Tiger memang nyaman dikendarai terlepas dari usianya yang sudah uzur. Soal mesin, rewelnya Mercy Tiger katanya sih gak serewel mobil-mobil Eropa lain. Selain itu, banyak juga komunitas pemilik Mercy Tiger di Indonesia. Itu artinya kamu bisa bergabung dengan mereka agar makin paham soal seluk beluk mobil ini.

Tapi kalau kita bicara soal biaya kepemilikan, tentu saja hal itu gak akan berkutat hanya di perawatan. Kamu juga harus tahu dong soal biaya BBM dan biaya pajak tahunannya.

So, sebelum memutuskan buat beli Mercy Tiger W123, perhatiin dulu deh perkiraan biaya kepemilikannya di bawah ini, daripada nanti menyesal karena ternyata gak sesuai kemampuan kantongmu.

1. Biaya BBM

mobil antik
Jangan sepelekan soal BBM ya (Detik)

Biaya BBM mobil antik ini sangat bergantung dengan versi mana yang kamu ambil. Varian mesin Mercy Tiger memang cukup beragam, mulai dari 2.000 cc hingga 3.000 cc (Diesel). Intinya, mesin Mercy Tiger memiliki empat silinder karburator. Cara mengetahui kapasitas mesinnya itu gampang, lihat saja tiga angka di nomor serinya.

Varian Mercy Tiger yang umumnya beredar di Indonesia adalah 200, 230, 280E (semi injection), dan 230D. Seri 230 D yaitu yang menggunakan mesin diesel tergolong jarang beredar. Sekalinya ada, mungkin harganya bisa mahal banget.

Bisa dibilang, BBM Mercy Tiger tergolong boros lho. Yang paling irit tentunya yang versi 200 (2.000 cc). Meski dibilang irit, tetap saja perkiraan konsumsinya 1:8 kilometer untuk dalam kota. Sedangkan kalau yang 280E mungkin bisa 1:5 kali ya.

Mungkin masalah bensin ini bisa disiasati dengan membeli versi manualnya saja. Tapi, perbedaan konsumsi bensinnya juga gak ngaruh banyak. Intinya, apa kantongmu memang udah cukup buat beli BBM untuk mobilmu ini?

2. Sparepart

mobil antik
Kenali dulu penyakitnya baru beli. Jangan cuma tahu kelebihannya (Kompas)

Untuk sparepart, bisa dibilang sparepart Mercy Tiger gak semahal yang kamu bayangkan. Bisa jadi malah lebih murah ketimbang sparepartnya Nissan, Mitsubishi, atau Mazda.

Sebut saja deh, untuk bearing roda depan ini harganya Rp 125 ribu, dan engine mounting di Rp 200 ribu. Sementara itu, shock breaker depan belakang masing-masing harganya Rp 600 ribuan. Memang cukup terjangkau sih buat sebuah Mercedes-Benz.

Masalah yang sering menyerang mobil antik ini ada pada karburatornya yang sering brebet hingga membuat mesin mati. Alhasil, ketika dihidupkan malah susah, dan pengemudi jadi panik mendadak.  

Sementara itu untuk tipe 280, karburatornya juga sering bermasalah lho. Kabarnya sih sering melengkung dan membuat bensin ngucur.

Untuk busi, konon busi Tiger tergolong awet. Periode penggantiannya bisa tahunan. Tapi jangan lupa deh untuk melakukan check up tiga bulan sekali dan tune up rutin. Ongkos tune up-nya sendiri biasanya Rp 300 ribuan.

3. Oli

Berhubung Mercy Tiger adalah mobil antik yang kerapatan mesinnya sudah renggang, maka gunakan saja oli kental SAE 20W 50 agar pelumasan maksimal. Oli dengan kekentalan 20W 50 harganya cenderung terjangkau. Sebut saja, seperti merek STP Motor Oil 4 liter yang harganya Rp 229.500, Shell Helix HX3 4 liter yang dijual Rp 160 ribu, atau TOP 1 HP Syntethic Blend Motor Oil yang harganya Rp 192 ribu.

Tapi, ingat baik-baik lho, mobil ini harus menenggak oli 6 liter. Ya mau gak mau sih harus nambah beli yang kemasan 1 liternya.

4. Pajak tahunan

mobil antik
Pajak tahunan mati? tinggal aja lah di rumah (Kompas)

Pajak tahunan tentu akan sangat bergantung pada tahun pembuatan mobil tersebut. Untuk yang buatan 1982, pajak tahunannya tergolong murah lho, hanya Rp 700 ribu pertahun.

Tapi meski murah tetap saja kan, biaya lain-lainnya besar.

Masih tertarik punya Mercy Tiger?

Buka puasa bersama • • • 📷 : @joedhanto @sihiteprincen

A post shared by MTC INA (@w123_mtc_ina) on

Setelah melihat perkiraan biaya kepemilikan di atas, apakah kamu masih tertarik memelihara mobil antik ini?

Wajib kamu ketahui lho duit aja mungkin gak bakal menyelesaikan masalah terkait kepemilikan mobil ini. Keahlianmu dalam mengoprek mesin, terutama mesin Mercy lawas juga harus oke.

Gak menutup kemungkinan juga, sewaktu kamu pakai jalan, mesinnya tiba-tiba mati. Apa jadinya kalau kamu aja gak paham soal mesin? Apa mau dibiarin aja tuh mobilnya di tengah jalan?

Tentu saja, harus banyak pertimbangan untuk memiliki Mercy Tiger. Kalau memang niatnya cuma buat gaya-gayaan mobil klasik, ya mending jangan deh bro sist. Mending pinjam Tigernya teman lalu foto-foto di sana.

Tanpa sebuah kecintaan, mustahil rasanya untuk bisa memiliki mobil ini. Belinya sih sanggup tapi ngerawatnya? Belum tentu sanggup.

Tetap mau beli mobil antik Mercy Tiger? Beli yang harganya “mahal”

Gak dipungkiri, mobil antik kayak Mercy Tiger juga ada yang dijual mahal. Bahkan ada yang dibanderol sampai Rp 100 jutaan lho. Buat mereka yang memang kurang paham soal permesinan tapi ingin punya, lebih baik beli yang mahal saja. Kok gitu?

 

Karena Mercy Tiger yang mahal umumnya dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Si penjual memang peduli dengan mobilnya, oleh karena itu dia gak bakal membiarkan harga mobilnya merosot.

 

Meski demikian, kamu juga gak bisa beli asal-asalan. Kamu harus tetap melakukan pengecekan di sektor mesin, kaki-kaki, dan lainnya. Namanya juga mobil tua, pasti gak kayak mobil baru. Apalagi, walaupun tergolong mewah di eranya, sekarang ini udah jadi mobil bekas.

 

Jangan lupa, mintalah kontak bengkel rekomendasi yang jadi langganan si penjual untuk menyervis Mercy Tiger miliknya. Jadi, kalau ada apa-apa kamu bisa datangi bengkel tersebut.

Bila jadi beli, jangan pakai mobil ini setiap hari

Rainy day • • 📷 : @joedhanto

A post shared by MTC INA (@w123_mtc_ina) on

Namanya juga mobil antik, umurnya gak lagi muda. Ketika kamu pakai mobil ini untuk operasional sehari-hari, maka yang ada kantongmu jebol untuk beli bensin. Apalagi buat yang tinggal di Jakarta.

Belum lagi, semakin sering dipakai mobilnya maka umur sparepartnya juga makin pendek bukan? Otomatis, waktu penggantian spare-partnya juga bakal cepat, selayaknya mobil operasional pada umumnya.

Bukan cuma tekor bensin yang bakal kamu alami, melainkan juga tekor di biaya lain-lainnya.

Terus kapan dong saat yang tepat buat memakai mobil ini? Masa iya cuma didiemin aja di garasi.

Kamu paling hanya bisa memakainya untuk perjalanan jarak dekat, pada weekend, saat jalanan gak macet. Di saat itulah saat yang tepat untuk mengajak jalan mobilmu yang notabennya sudah old school.

Short touring to Serang Banten (2) • • Credit : @aderahardjo

A post shared by MTC INA (@w123_mtc_ina) on

Atau jika memang kamu ingin ikut touring bersama komunitas pemilik Tiger lainnya, kamu bisa lakukan sesekali. Walaupun kelihatannya bakal menyiksa mobil, tenang saja deh, saat touring kamu gak sendirian. Bakal ada orang-orang lain yang emang jago urusan oprek mesin di sana.

Itulah perkiraan biaya kepemilikan mobil antik Mercedes Benz Tiger W123. Bagaimana menurutmu? Apakah murah dan sesuai kantong? Atau malah sebaliknya?

Sejatinya, memiliki Mercy Tiger adalah hobi. Lebih tepatnya ya hobi yang mahal.

Kalau memang keuanganmu saja belum mapan, mendingan ditunda dulu saja hobi yang satu ini. Mending ditabung uangnya buat beli rumah atau kredit mobil baru.