Ini Dia Kakek 89 Tahun yang Jadi Orang Paling Kaya di Hongkong

Bicara soal orang paling kaya di Indonesia, tentu saja di benak kita bakal muncul nama Budi dan Michael Hartono. Tapi kalau di Hong Kong, gelar orang terkaya jatuh pada seorang kakek berusia 89 tahun. Dan kerennya lagi, dia sudah mempertahankan gelar itu selama 20 tahun.

Dialah Li Ka-Shing, seorang taipan pemilik CK Asset Holdings dan CK Hutchison Holdings. Forbes melaporkan, perusahaan milik Li sudah mempekerjakan 310 ribu orang di lebih dari 50 negara. Terhitung pada Januari 2018, kekayaan Li dikabarkan sudah mencapai US$ 37,7 miliar atau setara dengan Rp 511 triliun.

Sepanjang tahun 2017, kekayaan Li bertambah sekitar US$ 5,7 miliar. Itulah yang membuatnya berhasil mempertahankan gelar sebagai orang paling kaya di Hong Kong selama 20 tahun.

Peningkatan kekayaan itu berasal dari nilai indeks saham di Hang Seng yang ikut meningkat tahun lalu, yaitu 36 persen. Karena bisnis Li di Hong Kong sangat menggurita, maka gak heran deh dia tambah kaya.

Penasaran sama latarbelakang dan bisnis yang digawangi oleh Li Ka-Shing? Yuk simak ulasan lengkapnya.

1. Putra seorang guru yang tumbuh di zaman perang

orang paling kaya
Inilah wajah Li Ka Shing muda (senate btc)

Li Ka-Shing lahir di Chaozhou, Guangdong, Cina pada 1928, dan ayahnya adalah guru sekolah. Di masa itu, kondisi ekonomi dan politik Cina sangat gak stabil. Pada saat Jepang menginvasi Cina di dekade 1940-an, Li pun merantau ke Hong Kong.

Segala perjuangan dilakukan olehnya untuk memulai hidup baru. Ayah tercintanya pun menderita TBC saat berada di Hong Kong, dan meninggal dunia saat Li masih berusia 15 tahun.

 

Patut diakui, kehidupan Li saat masih remaja memang sangat keras. Maklum saja dia generasi zaman perang bukan generasi zaman now. Tapi, itulah yang membuat Li jadi tahan banting hingga akhirnya dia sukses di masa depan.

2. Gak lulus SMA

Sepeninggal sang ayah, Li harus berjuang sebagai tulang punggung keluarga. Dia pun memutuskan untuk gak melanjutkan pendidikan.

[Baca: Gak Nyangka, 6 Orang Kaya dan Sukses Ini Ternyata Cuma Tamatan SMP]

Li mulai bekerja di perusahaan plastik sebagai seorang tenaga penjualan alias salesman. Li pun bekerja dengan sangat keras, dalam satu hari saja dia bekerja selama 16 jam! Itulah yang membuatnya berhasil menjadi salesman yang handal dan mumpuni.

3. Membangun bisnis tahun 1950

Setelah sekian lama bekerja, Li merasa bahwa dirinya sudah cukup siap untuk memulai bisnisnya. Dia pun mendirikan perusahaan plastik bernama Cheung Kong di tahun 1950.

Beberapa hasil produksi Cheung Kong adalah bunga palsu dari plastik. Produk-produk itu pun berhasil diekspor ke Amerika Serikat (AS). Saat laba perusahaan Li mulai nanjak, Li melihat adanya peluang lain yang cukup menjanjikan buat masa depan.

4. Cheung Kong Holdings

orang paling kaya
Gak ada yang mustahil di dunia ini, Li pun mulai dari nol sebelum jadi sukses (SCMP)

Delapan tahun setelah dia mendirikan Cheung Kong, Li membeli sebuah pabrik. Lambat laun, bisnisnya di industri plastik malah berubah menjadi pengembang properti dan manajemen aset.

Cheung Kong pun berubah nama jadi Cheung Kong Holdings di tahun 1971. Satu tahun kemudian, Cheung Kong Holdings sudah muncul di daftar indeks bursa saham Hong Kong.

5. Memulai ekspansi bisnis

Di tahun 1979, Li melakukan ekspansi bisnis dengan mengakuisisi Hutchison Whampoa, perusahaan yang bergerak di bidang real estate, retail, dan kargo. Perusahaan ini sebelumnya berada di bawah naungan HSBC. So dengan adanya Hutchison Whampoa, Li sudah memiliki beragam bisnis.

Lambat laun Hutchison Whampoa menjadi perusahaan operator di pelabuhan. Hutchison Whampoa mengelola kontainer-kontainer, dan berhasil menjalin kemitraan dengan banyak negara. Sebut saja Kanada, China, Inggris, Belanda, Panama, dan Bahamas.

6. Mengembangkan sayap ke bisnis teknologi

Orang paling kaya yang kerap dijuluki Superman Hong Kong ini kemudian mengendus adanya potensi menjanjikan di dunia digital. Lewat perusahaannya yang bernama Horions Venture, dia pun mulai mendanai proyek-proyek perusahaan startup berbasis teknologi.

Patut diketahui, Li punya 0,8 persen saham di Facebook. Selain Facebook, Li juga mendanai proyek aplikasi kecerdasan buatan yang ada di iOS, Siri. Dan yang terakhir adalah aplikasi pemutar musik Spotify.

Mengingat gurita bisnisnya yang bertambah kuat seiring dengan berjalannya waktu, Cheung Kong Holdings menjadi perusahaan konglomerasi nomor satu di Hong Kong. Perusahaan itu sudah hadir di lebih dari 50 negara, dan punya ratusan ribu karyawan.

7. Seorang dermawan

orang paling kaya
Donasinya sangat bermanfaat bagi masyarakat di negaranya (ttcepku)

Udah pasti, yang namanya orang paling kaya tentu saja dermawan dan suka berbagi. Li merupakan tokoh yang terkenal dengan jiwa sosial yang patut diacungi jempol.

Aksinya di bidang sosial diwujudkan lewat Li Ka-Shing Foundation. Pada 2001 silam, Li mendonasikan uang sebesar 100 juta dolar Hong Kong untuk Universitas Politeknik Hong Kong. Dia juga pernah menyumbang 5,3 dolar Hong Kong untuk Universitas Cambridge, dan 100 juta dolar untuk Lee Kuan Yew School of Public Policy.

8. Gaya hidupnya sederhana

Sebagai orang kaya, Li Ka-Shing justru punya gaya hidup yang sederhana. Walaupun dia bisa membeli semuanya, namun dia hanya mengenakan jam tangan buatan Jepang bermerek Citizen Eco-Drive yang harganya kurang lebih Rp 6 jutaan.

Selain Citizen, dia pun mengenakan jam tangan Seiko yang harganya gak jauh beda dari Citizen. Padahal bisa saja sih dia membeli Rolex, Blancpain, atau Patek Philippes, wong dia orang kaya kok.

Dalam sebuah wawancara, Li pernah memberi nasehat ke publik bahwa bila kamu hidup serba terbatas, maka menabunglah. Tapi jika kamu kaya, jangan pernah pamer ke orang lain dan menabunglah. Karena kamu harus tahu apa yang patut diinvestasikan dalam hidupmu.

[Baca: Mau Tahu Cara Menabung yang Efektif tapi Tetap Bisa Gaul? Gini Caranya]

Itulah delapan hal yang harus kamu ketahui tentang orang paling kaya di Hong Kong. Gak heran kan, kalau sang kakek ini berhasil jadi yang terkaya selama 20 tahun?

Kamu pun bisa kok jadi seperti Li Ka-Shing bila kamu rajin nabung, hidup sederhana, dan handal dalam melihat peluang bisnis. Kuncinya cuma satu, yaitu bekerjalah dengan keras dan jangan mudah menyerah.