Ini Biaya-Biaya yang Mungkin Membengkak Kalau Keseringan Kerja di Rumah

Di zaman teknologi yang kian maju seperti sekarang ini, banyak kegiatan yang bisa dilakukan via online. Salah satunya, kerja.

Buat orang-orang yang aktivitasnya padat dan gak mau terjebak dalam rutinitas kerja kantoran, kerja freelance bisa dibilang jadi pilihan favorit. Selain lebih fleksibel, kerja dari rumah dipandang lebih hemat.

Gak perlu keluar duit buat transportasi, misalnya. Atau gak perlu menerima ajakan happy-happy kolega sepulang kantor.

Namun ternyata ada juga biaya-biaya yang justru malah meningkat kalau rutin kerja di rumah lho. Ini di antaranya:

1. Internet dan pulsa

Koneksi Internet jelas diperlukan bila hendak kerja dari rumah. Terutama koneksi yang cepat ya. Bukan asal konek.

kerja di rumah
Kalau bisa dapat internet gratis ya semuanya juga mau (internet/golden rural)

Internet diperlukan untuk riset, ngirim, dan nerima job. Selain itu, kadang perlu juga untuk komunikasi.

Pulsa pun dibutuhkan. Ini bukan buat Internet-an ya, melainkan buat komunikasi dengan pemberi kerjaan. Namun biaya pulsa bisa dihemat jika komunikasi lebih banyak pakai Internet, misalnya via WhatsApp atau Skype—meski itu berarti ongkos Internet yang jadi bertambah.

Untuk mengakalinya, bisa sekali-kali numpang Wi-Fi di resto fastfood atau kampus orang. Asal jangan keseringan, nanti dihafal orang. Apalagi kalau belinya cuma burger ama soft drink, tapi nongkrongnya berjam-jam.

2. Listrik

Biaya listrik jadi membengkak karena pemakaian elektronik bertambah. Laptop, printer, dan bahkan lampu bakal lebih sering menyala.

Ini termasuk penyejuk udara alias AC, yang lumayan banyak menyedot listrik dan bikin tagihan tebal. Belum lagi jika tiba-tiba lapar dan pakai microwave untuk memasak atau menghangatkan makanan.

Biar gak terlalu membebani, pastikan hanya listrik yang dipakai yang menyala. Misalnya kamar sebelah ada lampu, matikan. Kepala charger yang masih nempel mesti dicabut, begitu juga kabel TV.

Meski gak terpakai, tetap ada listrik yang tersedot jika colokan masih nancap. Kebiasaan ini yang sering gak disadari orang bikin tagihan listrik bertambah.

3. Snack

Keinginan makan camilan bisa jadi makin gak terkendali jika banyak menghabiskan waktu di rumah. Suasana yang santai di rumah berbeda dengan suasana kerja di kantor.

kerja di rumah
Hayooo ngaku siapa yang doyan ngemil saat kerja di rumah (cemilan/end child hungers)

Sambil kerja, tangan mungkin lebih sering pengin nyomot snack di rumah. Bila di kantor, keinginan itu bisa sedikit lebih ditekan karena malas harus keluar dulu.

Sedangkan jika di rumah, tinggal sediakan snack sebanyak-banyaknya. Artinya, pos belanja bisa tambah besar.

4. Air galon

Karena makin sering di rumah, otomatis kebutuhan air minum jadi makin banyak. Siap-siap bayar lebih untuk air galon yang lebih cepat habis.

Ongkos ini mungkin masih bisa disiasati dengan sesekali minum air isi ulang. Harganya lebih dari separuh air kemasan bermerek, tapi rasanya serupa. Hanya, pastikan tempat isi ulang itu benar-benar higienis. Urusan kesehatan gak bisa diremehkan.

5. Pengobatan

Kalau berstatus pekerja kantoran, pasti ada program asuransi kesehatan dari perusahaan. Nah, saat kerja di rumah karena berstatus freelancer alias pekerja lepas, biaya pengobatan jika sakit mesti ditanggung sendiri.

Premi asuransi mesti dibayar sendiri jika mau terlindungi dari risiko kesehatan. Versi ekonomisnya ada sih, yaitu BPJS Kesehatan. Tapi tetap saja intinya mesti keluar duit sendiri untuk bayar premi.

kerja di rumah
Apa sudah siap sama biaya pengobatan? (biaya berobat/pennythots)

Bekerja dari rumah adalah keniscayaan pada era teknologi seperti sekarang ini. Beruntunglah kita yang berstatus pegawai kantoran tapi dibolehkan kerja dari rumah, karena biaya-biaya di atas bisa jadi lebih ditekan.

Namun bukan berarti pekerja freelance bakal lebih boncos pengeluaran bulanannya. Semuanya tergantung job yang dikerjakan.

Makin banyak dan berkualitas job yang diselesaikan, makin besar pendapatan. Walhasil, pengeluaran bisa ditutupi oleh pemasukan yang jauh lebih besar.

Lagi pula, kerja dari rumah sangat bermanfaat bila sudah berkeluarga. Quality time dengan keluarga bisa lebih banyak. Gak ada yang lebih berharga ketimbang menghabiskan waktu bersama keluarga, bukan?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 7 Kebiasaan Keuangan yang Dianggap Sepele Tapi Bisa Bikin Dompet Morat-marit]

[Baca: Kesehatan itu Investasi. Ini Akibatnya Kalau Ogah Medical Check Up]

[Baca: Freelance vs Kantoran, Mana Lebih Pas Buat Kamu?]