Ini Alasannya Kenapa Jual Barang Layak Pakai Via Online Lebih Menguntungkan

Dulu, jual barang layak pakai sering dilakukan dalam acara garage sale. Ada yang pernah dengar istilah garage sale? Kalau merasa asing dengan istilah tersebut, kalian gak sendirian.

Garage sale merupakan acara penjualan barang bekas milik pribadi yang masih layak. Dinamakan “garage” karena di negeri asalnya sana lokasi jualan biasanya adalah garasi rumah.

Namun dalam perkembangannya, garage sale bisa digelar di tempat publik, bahkan arena bazar kelurahan. Pada era 1990-an sampai 2000-an awal, banyak orang menanti-nanti garage sale. Harapannya, bisa mendapat barang layak pakai dengan harga murah.

jual barang layak pakai
Manyun aja mbak, panas ya, capek nungguin gak ada yang beli hehehe (garage sale / thefuntimesguide)

Tapi sekarang sudah zamannya online. Garage sale pun bisa dilakukan di dunia maya. Apa lagi alasannya kalau bukan lebih menguntungkan.

Berikut ini bukti jual barang layak pakai via online lebih menguntungkan ketimbang secara langsung.

1. Lebih mudah dan murah

Lewat teknologi Internet, jualan barang bekas lebih mudah dan murah. Tinggal daftar ke e-commerce, forum jual-beli, atau media sosial. Foto barang, lalu upload disertai penjelasan yang lengkap.

Gak perlu sewa tempat atau bayar retribusi, calon pembeli datang sendiri. Paling keluar uang untuk ongkos Internet. Itu pun bisa dibikin nol kalau pakai Wi-Fi gratisan.

2. Menjangkau lebih banyak orang

Menurut survei pada 2016, jumlah pengguna Internet di Indonesia 132,7 juta orang. Adapun total populasi penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa. Artinya, setengah lebih penduduk negara ini sudah melek Internet.

jual barang layak pakai
Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat nih! (Gadget Freak / wajibbaca)

Kalau jualan online, tentunya peluang barang terbeli bisa lebih besar. Sebab, Internet bisa menjangkau lebih banyak orang, dalam hal ini 132 juta orang itu. Tinggal digenjot deh upaya memasarkan barang tersebut.

3. Bisa diselingi aktivitas lain

Berbeda dengan jualan di dunia nyata yang membutuhkan penjagaan penuh, jualan online bisa ditinggal-tinggal. Asal punya smartphone dengan koneksi Internet, itu sudah cukup.

Ketika ada yang menawar barang atau langsung membelinya, bisa dapat notifikasi. Mau sambil masak, nyuapin anak, atau hangout, lapak tetap buka.

4. Margin lebih besar

Di lapak online, kita bisa meraih keuntungan lebih besar dari margin yang didapat. Soalnya, gak ada ongkos buat sewa tempat yang umumnya tinggi.

Itulah kenapa harga barang di online sering lebih murah ketimbang offline. Meski lebih murah, margin alias selisih harga asli dan harga jual bisa lebih lebar karena kita gak menambah komponen biaya sewa ke dalam harga barang.

5. Bisa sekalian bikin relasi

Saat jual barang bekas di event tertentu, hubungan penjual-pembeli umumnya ya saat transaksi saja. Setelah serah-terima barang, sudah.

jual barang layak pakai
Zaman serba online, banyak kenalan, dan relasi pastinya! (Transaksi Online / wakul)

Sedangkan jualan online bisa membangun relasi. Pembeli bisa dengan mudah kembali mencari lapak online kita via Google atau ke e-commerce dan berlangganan.

Siapa tahu pembelinya juga punya bisnis, jadi bisa menjalin kerja sama usaha. Misalnya ada pembeli yang berniat jadi dropshipper atau reseller produk kita, malah bisa memperluas usaha.

Zaman sekarang, segala hal yang berbau online terasa lebih menarik. Teknologi Internet ini membuat hidup jadi lebih mudah.

Meski begitu, bukan berarti jika jualan online pasti bakal laku. Strategi bisnis tetap harus disiapkan dengan matang, terutama untuk promosi.

Bahkan ancaman penipuan online pun tetap ada. Kita mesti ramah, tapi juga sekaligus berhati-hati terhadap pembeli.

Dari sisi kita sendiri pun harus ikut mendukung transaksi online yang aman. Pastikan dagangan yang berupa barang layak pakai itu betul-betul masih pantas, tidak rusak.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pelajari Ini Biar Kamu Sukses Jualan Online]

[Baca: Ingin Jadi Reseller Toko Online? Siap-Siap Tahan Banting sama 13 Problem Ini!]

[Baca: Kamu Punya Bisnis Online? Waspada Ya Dengan Penipuan Pembeli Online, Ini Contohnya]