Ini 7 Tanda Kalau Pekerjaan Telah Mengambil alih Hidupmu

“Sinta, ini report kamu kok tumben direvisi terus? Sudah 3 kali lho!” tegur Budi, manager Sinta.

“Duh maaf pak, saya sudah cek berulang-ulang kok masih salah juga ya?” jawab Sinta sambil membatin kesal dalam hati.

“Biasanya kamu minim kesalahan, mungkin kamu kurang piknik Sin. Cuti sana 3 hari, jalan-jalan biar otakmu itu fresh lagi,” celetuk Budi lagi.

Sinta ini bisa dibilang salah satu pekerja teladan. Selalu masuk kantor tepat waktu, gak pernah absen kecuali dirawat di rumah sakit, dan pekerjaannya pun bisa diandalkan.

Berdedikasi sama pekerjaan layaknya Sinta itu gak salah. Yang namanya kerja agar bisa memenuhi kebutuhan hidup itu kan wajib.

Tapi, kebanyakan kerja juga gak baik lho. Selain bisa mengganggu kesehatan tubuh, terlalu banyak bekerja juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan psikologismu. Belum lagi kehidupan sosial pun pasti bakal terganggu.

Nah, kalau kamu punya 7 tanda di bawah ini, tandanya pekerjaan sudah mengambilalih kehidupanmu:

1. Kerja lebih dari 9 jam sehari

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan hanya boleh mewajibkan karyawan untuk bekerja selama 8 jam sehari untuk 5 hari kerja dan 7 jam sehari bagi yang bekerja 6 hari dalam seminggu.

mengambil alih hidupmu
apa lagi yang nyampe harus tidur dikantor kayak gini hadeuhhhh (tidur di kantor/info komputer)

Kalau ada pekerjaan yang mengharuskan pekerja menghabiskan waktu lebih dari durasi tersebut, ya biasanya diberi kompensasi lebih alias lemburan oleh perusahaan.

Saat kita sudah bekerja lebih dari 9 jam setiap harinya, itu sama saja artinya bahwa kita sudah membiarkan waktu kita didominasi oleh pekerjaan. Kalau hanya sesekali sebenarnya gak masalah, mungkin ada kendala yang bikin kita harus lembur di kantor. Tapi, kalau setiap hari?

Itu tandanya ada yang salah dengan cara kita mengelola waktu dan pekerjaan atau memang kesalahan manajemen. Coba telaah lagi, jika kita ternyata workaholic, ada baiknya dikurangi deh. Banyak hal lain selain pekerjaan yang juga butuh perhatian. Suatu saat kita bisa stres dan sakit juga lho.

2. Bekerja saat weekend dan hari libur

Pertanda jelas lainnya yang memperlihatkan bahwa hidup kita gak seimbang adalah ketika sudah gak bisa membedakan antara hari kerja, weekend, dan hari libur. Semua hari digunakan untuk bekerja. Sehat gak sih? Tentu saja gak dong!

Apalagi kalau kita menerapkan kerja tanpa batas ini ke klien dan bawahan. Mungkin mereka bakal jengah dan bete juga kalau kita membalas email, bahkan mengrimkan text di hari libur. Kita mungkin senang kerja terus, tapi mereka? Belum tentu.

Kasih jeda deh sama badan dan otak buat istirahat sejenak dan bebas dari tetek-bengek pekerjaan. Kalau memang gak ada pekerjaan yang urgent harus diselesaikan, nikmati dulu waktu weekend atau liburanmu biar pas hari kerja bisa makin produktif.

3. Gak punya waktu buat ngelakuin hobi

Balik lagi ke masalah gak bisa membedakan waktu dan hari. Menghabiskan waktu hanya untuk kerja, kerja, dan kerja. Lalu ngelakuin hobi kapan? Mulai dari mancing, berenang, traveling, hiking, dan masih banyak lagi.

mengambil alih hidupmu
kalau kayak gini, boro-boro buat hobi mau makan aja lupa (mau ngapain aja gak bisa/adme pics)

Menyediakan sedikit waktu buat ngelakuin hobi itu penting lho! Walau kebanyakan hobi ujung-ujungnya mengeluarkan uang, tapi manfaatnya akan kita rasakan kemudian. Kepala jadi plong, pikiran lebih fresh, dan produktivitas pun meningkat.

Ini bagus juga buat kesehatan jiwa, raga, serta pikiran kita. Jangan jadi orang yang kelewat serius dan cenderung menyebalkan di kerjaan. Ingat, otak kanan dan kiri harus seimbang dong! Salah satunya ya lewat hobi itu.

4. Gak pernah menghabiskan quality time dengan teman dan keluarga

Gak ada manusia di dunia ini yang sanggup hidup seorang diri. Bener gak? Ada teman, sahabat, keluarga, pacar, dan lainnya yang jadi pelengkap serta penyemangat hidup.

Saat kita lebih sering menghabiskan waktu buat bekerja dibandingkan quality time sama orang-orang tersayang, harus waspada tuh.

Siapa nanti yang akan bantu kita di saat kita sedang kesusahan? Yang ngerawat pas kita sakit? Hayooo, jangan pernah berpikir bahwa menghabiskan waktu bareng teman dan keluarga itu gak penting atau cuma buang-buang waktu.

5. Gak pernah ngambil cuti tahunan

Setiap pekerja punya kewajiban, tapi juga punya hak lho. Salah satunya ya hak cuti. Saat sedang ada urusan pentiing atau merasa lelah dan penat dengan kerja pagi hingga malam, gunakan deh hak cuti itu buat rehat sejenak.

Masa iya sih, gak pernah ambil cuti saking asyiknya bekerja? Pas akhir tahun dan HRD kasih report bahwa cuti tahunan kita utuh, di situlah baru sadar kalau selama ini kita terlalu “ngoyo”.

Kewajiban dan hak itu juga harus dilakukan berimbang. Jangan hanya nuntut hak dibanding kewajiban dan sebaliknya, jangan cuma fokus sama kewajiban lalu hak gak digunakan. Rugi ah!

6. Tidur gak tenang karena mikirin kerjaan

Setiap sudah di rumah, sudah mandi, makan, dan siap buat tidur, eh yang terbayang-bayang di benak bukannya wajah gebetan malah kerjaan. Waduh, segitu cintanya sama kerjaan sampai mau tidur pun masih dipikirin?

Kepikiran kerjaan, apalagi yang sudah makin dekat deadline atau harus segera diselesaikan sebenarnya wajar. Tapi, kalau mau tidur setiap malam hanya mikirin soal kerjaan, gak banget deh. Banyak hal dalam hidup yang gak kalah penting sama kerjaan lho.

7. Ke mana-mana bawa laptop

mengambil alih hidupmu
sibuk sih sibuk tapi gak main laptop sambil bawa motor juga kalee (kerja di motor/ bonsai bikers)

Mentang-mentang zaman makin modern, kerja makin mudah dilakukan di mana saja dengan perangkat laptop plus wifi. Tapi bukan berarti pergi ke mana-mana bawa laptopbuat kerja dong. Kalau kamu ngerasa kayak gini, tingkat gila kerja kamu sepertinya sudah mulai memprihatinkan deh.

Saking inginnya menyelesaikan semua pekerjaan secepat mungkin, kamu sampai harus mengorbankan waktu dan hak kamu untuk melakukan hal lain. Gak enak juga kan saat janjian hangout sama teman di restoran, lalu kamu datang sambil bawa laptop dengan harapan bisa curi-curi waktu mengerjakan kerjaan kantor.

Hargai juga teman-teman yang datang dan menyediakan waktu buat berinteraksi. Mereka juga masing-masing punya pekerjaan lho. Tapi kalau waktunya santai, ya santai aja dulu.

Sudah tahu dong kalau segala sesuatu yang berlebihan itu gak bagus. Punya rasa tanggung jawab dan komitmen tinggi terhadap profesi memang bagus, itu artinya kita serius serta bisa diandalkan.

Tapi jangan lupa, walau kita butuh uang dari setiap pekerjaan yang kita lakukan, ada hal-hal lain dalam hidup ini yang juga pantas mendapatkan waktu kita. Bekerja itu untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 5 Kerugian Finansial Jika Jadi Kutu Loncat di Dunia Kerja]

[Baca: Jangan Buru-buru Resign Saat Passion Gak Sejalan dengan Karir. Lakukan Ini Dulu]

[Baca: Jadi Pekerja yang Smart, Bukan yang Semata Kerja Keras Tanpa Hasil]