Ini 5 Tanda Bahwa Kamu Mungkin Gak Akan Diangkat Jadi Karyawan Tetap

Banyak perusahaan yang menetapkan peraturan masa percobaan dalam jangka waktu tertentu sebelum mulai mempekerjakan karyawan baru sebagai karyawan tetap.

Di akhir masa percobaan tersebut, baru deh perusahaan akan mengevaluasi performa kerja sang karyawan baru itu, apakah sesuai standar kualifikasi perusahaan atau gak.

Kalau masa percobaan lulus dan karyawan baru berhasil memperoleh status tetap, pasti gak jadi masalah dong. Semua pihak bakalan happy. Tapi gimana kalau masa percobaan gak diperpanjang alias kontrak diputus sebelum jadi karyawan tetap?

Supaya bisa siapin mental, simak dulu nih lima tanda yang bisa jadi warning kamu kalau status percobaan gak akan diperpanjang:

1. Manajemen menunda-nunda kejelasan status

Manajemen adalah kumpulan orang (direksi) yang mengelola, mengendalikan, dan memimpin keberlangsungan perusahaan secara keseluruhan.

Tentu saja manajemen juga menjadi pihak pengambil keputusan utama, salah satunya sebagai penentu nasib setiap karyawan. Mulai dari gaji hingga status kepegawaian.

jadi karyawan tetap
Jajaran manajemen perusahaan gak semenakutkan dementor di Harry Potter kok hehehe (Manajemen Perusahaan / wordpress)

Bahaya nih kalau dari pihak manajemen sudah menunda-munda kejelasan status kepegawaian kita di dalam perusahaan. Bisa jadi mereka sudah mengambil keputusan untuk gak melanjutkan kontrak kerja percobaan atau status kita masih dalam perdebatan.

Kalau sudah melihat gelagat ini, sebaiknya mulai ancang-ancang saja mencari informasi pekerjaan di tempat lain.

2. Atasan menghindari pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak

Masa percobaan sudah hampir usai, tapi belum ada tanda-tanda atasan memanggil kita untuk membahas nasib status kepegawaian. Bisa jadi setiap kali kita yang berinisiatif menanyakan kelanjutan nasib, eh si bos terus menghindar dengan alasan berbeda.

Mulai dari sibuk lah, harus buru-buru pulang lah, sampai pura-pura gak dengar. Sedih banget ya kalau sudah diabaikan terus-menerus sama atasan.

Mulai siapkan mental saja deh kalau kemungkinan si bos sedang bingung bagaimana cara menyampaikan berita gak enak itu kepada kita.

3. Ada sinyal atasan gak puas dengan kinerja kita

Tugas seorang atasan adalah memastikan semua pekerjaan anak buahnya selesai dengan hasil yang optimal. Jadi wajar kalau sesekali atasan menegur atau memberi koreksi akan hasil pekerjaan dan perilaku bawahan yang masih di bawah ekspektasi.

jadi karyawan tetap
Biasa aja dong bos ngomongnya, habis makan pete ya bos? Hehehe (Ditegur Atasan / boombastis)

Tapi, mulai waspada deh saat si bos mulai sering banget menegur keras setiap hasil pekerjaan yang kita lakukan. Atau malah bisa juga sebaliknya. Gak menegur sih, tapi mungkin malah gak terlihat antusias dengan hasil kerja kita. Dia terkesan gak peduli atau gak memberi feedback.

Kalau udah melihat sinyal-sinyal seperti ini, segera introspeksi performa kerjamu dan perbaiki. Siapa tahu belum terlambat mengubah penilaian atasan.

4. Dianggap gak ada di kantor

Jadi karyawan sering merasa serba salah. Saat beban pekerjaan sedang banyak, rasanya ingin teriak frustasi sampai kepikiran buat resign.

Tapi, ketika tiba-tiba beban pekerjaan kita berkurang secara signifikan hingga merasa “makan gaji buta”, mungkin juga itu saatnya buat memikirkan kemungkinan nasib kita dalam perusahaan. Jangan-jangan dianggap kurang capable dalam menunaikan tugas?

Apalagi saat pekerjaan mulai berkurang sejak atasan sering menegur kesalahan kita. Fungsi kita dalam perusahaan pun lantas seperti antara ada dan tiada.

Hati-hati, saat beberapa tugas kita dialihkan kepada rekan yang lain, terlebih lagi tanpa penjelasan, ini bisa jadi indikasi perusahaan sudah gak percaya.

jadi karyawan tetap
Sedih banget deh kalau dicuekin ya sis! (Dikucilkan Teman Kantor / info-bogor)

5. Gak diikutsertakan di rapat-rapat

Di setiap perusahaan pasti ada yang namanya rapat. Mulai dari rapat tim, divisi, rapat dengan klien, hingga rapat direksi.

Saat kita mulai gak dilibatkan dalam rapat-rapat tersebut, artinya ada yang salah. Apalagi kalau rapatnya berupa pembahasan terkait dengan tanggung jawab yang kita emban.

Gak boleh ikut dalam rapat divisi saja sudah mengindikasikan kalau kita sudah gak diperbolehkan mengetahui informasi-informasi penting seputar perusahaan. Artinya, peran kita di dalam tim secara khusus dan dalam perusahaan secara umum perlahan mulai ditiadakan. Nah, ini sudah harus mulai waspada ya.

Mungkin masih ada sinyal lain yang bisa jadi indikasi bahwa status percobaan kita di sebuah perusahaan gak bakal diperpanjang. Tapi, paling gak lima pertanda di atas bisa jadi referensi awal untuk mengantisipasi hal tersebut.

Intinya, di manapun kita bekerja, jangan pernah setengah-setengah dalam berkarya. Usahakan untuk selalu aktif bertanya, mau belajar, menerima kritik, dan memberikan yang terbaik. Semangat!

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Biar Gak Menyesal Tanyakan 9 Hal Ini Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja]

[Baca: Gimana Mau Sukses Kalau Masih Hobi Menunda Pekerjaan Coba Tips Ini]

[Baca: 7 Jenis Pekerja Ini Bakal Aman Dari Ancaman PHK]