Ini 5 Bukti Bahaya Memiliki Utang

Sesekali Sidin menghela napas panjang di depan layar smartphone-nya. Angka-angka bergantian nongol pada fitur kalkulator.

Selidik punya selidik, ada beberapa pihak yang mulai ngejar-ngejar Sidin agar segera melunasi utangnya. Selama 6 bulan terakhir Sidin sibuk dengan gaya hidupnya dan sekarang kewalahan karena menumpuk utang tanpa sadar.

Kasian deh Sidin, karena ngegampangin utang sama aja kayak ngegorok leher sendiri, hiy serem! Awalnya sih seneng, pas terima duit di tangan eh lupa daratan. Hidup bak milyuner yang duitnya gak abis-abis. Helloo…

Setiap hari cuma mikirin buat hidup hari ini aja, hari esok mah sabodo amat. Lihat gadget keluaran terbaru ‘beli ah.’ Ngumpul-ngumpul sama teman ‘Udah santai aja, semua ini gue yang bayarin.’ Tinggal nunggu bom waktu meledak aja, lalu boom!

Ini nih 5 bahaya memiliki utang:

1. Karena yang berutang gak punya tujuan

Gak bakal keitung deh betapa banyak orang yang ngutang untuk sesuatu yang nggak jelas tujuannya. Ngutang mah karena cuma ikut-ikutan teman sekantor aja, biar happening, biar gaul. Ujung-ujungnya ngabisin duit utangan buat hal-hal yang gak jelas. Luar biasa!

bahaya memiliki utang

Tenang boleh, asal jangan lupa bayar utang! (Meme Calm / Ladova) 

Setelah duit utangan terpakai habis, terlambat bro, penyesalan berkepanjangan trus nyari kambing hitam, sibuk nyari kesalahan pihak lain. Ibarat nyemplungin diri sendiri ke kolam yang dalam padahal gak bisa berenang. Megap-megap dong ya!

2. Karena utang dijadikan sumber dana ekstra

Berpikir bahwa utang itu adalah rezeki nomplok yang jatuh dari langit, bisa dipakai sesukanya. Ya gak papa, foya-foya aja, abisin deh tuh duit hasil utangan buat memenuhi gaya hidupmu.

Demi nambahin bujet makan-makan enak di restoran mahal atau shopping, sabodo amat mau itu duit utangan, yang penting gue happy! Malu kan kalau gak bisa traktir teman-teman nongkrong, sok kaya aja sejenak, lupain kalau duit yang dipakai adalah utang.  

3. Karena yang berutang tukang kabur

Punya utang tapi selama hidup punya mental kabur-kaburan. Kabur dari tugas-tugas kantor, kabur dari kewajiban bayar pajak sampai kabur dari sampah yang dibuang sembarangan.

Mental tempe yang kayak gini pas banget ya buat utang. Tinggal kabur dari kewajiban. Kabur dari utang. Kabur dari kenyataan. Lantas, membuat utang jadi kambing hitam. Gampang banget ya hidupnya! 🙂

bahaya memiliki utang

Kalau sudah sampai tahap stres bayar utang, perlu segera mengubah gaya hidup bro! (Karyawan Tertimpa / Futuready) 

4. Berutang buat bayar utang

Punya utang segunung trus manfaatin fasilitas pinjaman buat ngelunasin utang itu. Ceritanya solusi yang cerdas dan pintas buat ngatasin masalah. Iya sih, masalah yang satu kelar, tapi masalah lain sudah menanti di ujung jalan.

Ibarat lubang yang terus digali tanpa ditutup kembali, siap-siap aja jatuh terjungkal sendiri ke dalamnya. Bayar utang pakai utang jadinya malah kayak sinetron kejar tayang dong, alias gak kelar-kelar. Mau ngalahin sinetron fenomenal Tersanjung ya masbro dan mbaksis!

5. Utang tanpa hitung-hitungan

Saking kebeletnya dapet utangan, gak pake mikir dan memperhitungkan biaya-biaya yang menyertai pokok utang seperti bunga, biaya admin, biaya keterlambatan dan lainnya. Tanda tangan sana sini, oke, yes, manut aja sama semua persyaratan yang penting duit cair di rekening.

Kembalian di minimarket kurang 300 perak langsung nyolot, tapi peduli setan sama yang namanya itung-itungan utang. Yang dipikirin cuma dapetin utang cepat, gak ribet, melenggang deh tuh.

Sidin cuma contoh dari banyak orang di luar sana yang gak bisa ngatur utang. Herannya lagi nih, orang-orang yang punya utang cuma bisa sibuk cari kambing hitam atas utang yang menjeratnya.

Pinjaman dana itu bisa jadi hal produktif kalau dimanfaatkan dengan bijak. Lihat tuh, banyak kok pengusaha yang melakukan ekspansi dengan mengandalkan utang.

bahaya memiliki utang

Wah, pusing dong kalau sampai depan rumah ada demonstrasi menuntut pembayaran utang (Utang / Fokusbisnis) 

Tapi layaknya bumerang, utang juga bisa balik menyerang si empunya. Kalau nggak digunakan dengan benar, utang juga bisa jadi berbahaya.

So, sekarang sudah paham kan utang yang berbahaya itu seperti apa. Satu hal yang harus benar-benar disadari adalah utang ada untuk membantu terbatasnya anggaran kita. Utang bisa dikelola dan dimanfaatkan, bukan disalahgunakan.

Utang bukan hadiah atau rezeki yang tiba-tiba turun dari langit. Kalau berani utang ya harus berani bayar, jangan kabur, jangan mangkir kalau gak mau jadi petaka.

test1

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Belajar Dari Pengalaman Kredit Tanpa Agunan yang Mencekik Ini, Biar Gak Kejadian Sama Kamu]

[Baca: Gimana Sih Cara Kerja Analis Kredit Bank dalam Menilai Permohonan Kredit Kita?]

[Baca: Apa Saja Sih Faktor yang Menentukan Besaran Pinjaman Kredit Tanpa Agunan?]