Ini 3 Cara Top Up E-Money Biar Gak Kena Biaya Tambahan

Di saat pengelola tol berencana menerapkan sistem pembayaran non-tunai Oktober ini, perbankan justru mau mengenakan biaya top up e-money kepada nasabah.

Maksimal charge-nya sebesar Rp 1.500 untuk tiap top up di kanal non-bank. Berarti kalau rutin seminggu sekali top up, sebulan kamu bisa keluar Rp 6.000. Dan setahun kamu berpotensi mengeluarkan Rp 72 ribu untuk isi ulang e-money.

Memang gak besar sih, tapi biaya tetaplah jadi beban keuangan yang harus kamu tanggung. Akan lebih baik tentunya untuk meminimalisir pengeluaran, biar kesehatan keuangan tetap terjaga.

Tapi ngomong-ngomong, biaya top up e-money itu gunanya buat apa ya?

Direktur Konsumer BRI Randi Anto mengatakan biaya top up e-money gak akan jadi pendapatan bank penerbit e-money. Alih-alih, biaya ini akan dipakai sebagai pembenahan infrastruktur e-money itu sendiri, sehingga masyarakat dapat melakukan transaksi non-tunai dengan lebih mudah.

cara top up
Kalau ada cara top up yang gratis, ngapain mesti bayar (GTO/Moneter)

Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur BCA Santoso. Dia menegaskan bahwa biaya top up ditujukan untuk pemeliharaan peralatan dan layanan sistem pembayaran uang elektronik.

Nah, bagaimana pendapatmu akan kebijakan ini? Setuju atau gak setuju nih?

Terlepas dari tujuannya untuk apa, jangan biarkan kamu merugi karena kebijakan biaya top up e-money ini. Siasati saja dengan tiga cara berikut:

1. Top up Rp 200 ribu saja

BI telah mengeluarkan aturan baru terkait hal top up e-money lho. Coba cek Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional.

Dalam lampiran peraturan tersebut, dijelaskan soal skema harga top up yang akan diberlakukan kepada konsumen. Pengguna e-money gak bakal dikenai biaya kalau top up maksimal sebesar Rp 200 ribu. Kalau lebih dari Rp 200 ribu? Siap-siap kena charge dari bank maksimal sebesar Rp 750.

2. Lakukan top up di kanal pembayaran bank penerbit

Nah, sebisa mungkin lakukan isi ulang di kanal pembayaran bank penerbit biar gak kena biaya tambahan. Isi BCA Flazz ya di ATM BCA yang ada logo Flazz-nya, atau isi Brizzi di BRI Mobile Banking.

cara top up
Bayar tol dengan e-money (Bayar tol/Autobild)

Tapi bila kamu menggunakan Mandiri e-Money, kamu masih bisa mengisinya dengan gratis di ATM BNI. Mengapa demikian? Karena Bank Mandiri memang membebaskan biaya tersebut selama pengisiannya dilakukan di ATM milik bank yang tergabung di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Kalau gak punya kartu ATM-nya bisa pinjam dulu sama yang punya. Daripada harus mengisi di kanal mitra bank lain atau di pihak ketiga kayak Indomaret, sudah pasti harus bayar maksimal Rp 1.500.

3. Top up e-money sekarang juga

Kebijakan pengenaan biaya top up e-money yang dilakukan di luar kanal pembayaran bank penerbit kartu (off us) akan direalisasikan mulai 20 Oktober 2017. Sementara untuk biaya isi ulang melalui kanal bank penerbit (on us), masih menunggu aturan dari BI.

Makanya, top up saja sekarang mumpung masih gratis. Mau ngisi dalam jumlah besar juga bisa kok karena belum dikenakan biaya.

cara top up
Walaupun biayanya gak besar tapi kalau keseringan pasti jadi beban (e-money/detak)

Pada intinya, transaksi non-tunai itu sendiri punya banyak manfaat. Salah satunya adalah meminimalisir kurangnya kembalian jika kamu membayar karcis tol dengan uang lebih.

Tapi dengan adanya rencana peraturan baru soal biaya top up e-money, kamu juga harus waspada. Kelihatannya sih cuma duit receh, tapi berpotensi jadi beban keuangan juga lho.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tahun Ini Bayar Tol Gak Boleh Pakai Uang Tunai. Ini Keuntungannya]

[Baca: Pengin Punya “Tongtol”? Ini Info Harga dan Tempat Belinya]

[Baca: Mulai 31 Oktober, Bayar Tol Mesti Pakai E-Toll Card. Ini Pilihan Kartu yang Bisa Kamu Pakai]