Ingin Perusahaan Bisa Go Public? Simak Langkah Jitu Berikut Ini

Jika ingin membangun bisnis tentu ada tahap-tahapnya. Menjadi perusahaan go public alias IPO adalah salah satu pencapaian yang prestisius. Banyak pebisnis berlomba-lomba menjadikan usahanya punya predikat seperti ini.

Bukan apa-apa, pasalnya untuk menyandang status ini bukan perkara mudah. Ada banyak tahap yang harus dilewati. Tapi, kalau sudah dapat, banyak banget keuntungan yang akan diperoleh.

Tapi, apa sih sebetulnya perusahaan go public alias IPO? Yuk kita cari tahu lebih lanjut.

Apa sih IPO itu?

IPO merupakan singkatan dari Initial Public Offering alias Penawaran Umum Perdana (Ilustrasi).

IPO merupakan singkatan dari Initial Public Offering alias Penawaran Umum Perdana.

Gimana maksudnya? Jadi, kalau sudah go public alias IPO, maka perusahaan mulai bisa menjual sahamnya ke masyarakat via pasar modal. Nama perusahaan jadi tercatat di pasar modal. Ya kalau Indonesia ada di Bursa Efek Indonesia lah.

Jadi jelas dong kenapa istilahnya go public? Itu karena perusahaan yang sudah IPO bisa menghimpun dana dari masyarakat dan gak lagi berjenis pribadi.

Kenapa IPO ini penting banget? Karena keuntungan bisa didapat lebih mudah. Prinsip sederhananya, usaha bakal makin besar bila modal pun besar. Nah, dengan IPO ini, perusahaan pasti punya modal yang jauh lebih besar.

Syarat yang diperlukan

Bursa Efek (Ilustrasi).

Syarat untuk menghimpun dana dari masyarakat tentu gak sembarangan. Untuk menjadi perusahaan go public, perusahaan tersebut harus lolos seleksi BEI (Bursa Efek Indonesia).

Berikut beberapa syarat yang diperlukan perusahaan bila ingin mencatatkan sahamnya di BEI.

1. Punya struktur yang jelas dan orang-orang andal

Team work (Ilustrasi).

Syarat pertama adalah perusahaan tersebut harus punya struktur organisasi yang jelas dengan orang-orang yang berkompeten di bidang proses go public. Sebab, saat bakal IPO, perusahaan butuh bantuan orang-orang tersebut.

Contoh, perusahaan punya underwriter alias penjamin emisi efek, konsultan hukum, akuntan publik, penilai independen, biro administrasi efek, dan notaris.

Mereka pun harus menyatakan keinginan buat IPO dengan cara mendaftar ke BEI. Tentu butuh dokumen-dokumen yang lengkap.

2. Perusahaan harus sudah laba

Perusahaan yang sudah sukses (Ilustrasi).

Punya laba adalah salah satu syarat paling penting perusahaan yang ingin go public. Untung harus diperoleh minimal sejak dua tahun terakhir.

Bila belum untung juga masih punya kesempatan untuk melantai di BEI sih. Namun, perusahaan tersebut bakal dicatatkan di papan pengembangan, bukan papan utama.

3. Punya aset nyata

tangible assets (ilustrasi).

Perusahaan yang ingin go public harus punya tangible assets alias aset nyata. Tangible assets adalah total aset perusahaan yang sudah dikurangi dengan total kewajiban pajak. Dari situlah, ketahuan net tangible assets perusahaan tersebut.

Minimal angka yang harus dipenuhi perusahaan yang ingin masuk papan utama BEI adalah Rp 100 miliar. Sementara untuk perusahaan yang masuk papan pengembangan cukup punya tangible assets sebesar Rp 5 miliar saja.

Sebenarnya masih banyak persyaratan administratif lainnya yang harus dipenuhi oleh si perusahaan. Hal tersebut tertuang di Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014.

Keuntungan IPO dan go public

Margin perusahaan (Ilustrasi).

Secara sederhana, melantai di bursa tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk perusahaan. Hal tersebut jadi kesempatan mereka makin berkembang besar.

Gak cuma itu aja. Dari segi finansial, perusahaan tersebut bakal dapat keuntungan dari pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2015, perusahaan seperti ini bisa mendapatkan penurunan Pajak Penghasilan alias PPh sebesar lima persen lebih rendah daripada PPh Wajib Pajak badan dalam negeri umumnya.

So, apa kamu juga bermimpi punya perusahaan go public? Atau malah udah?