Ingin Memulai Usaha Furniture? Ini Serba-Serbinya! (1)

Anda berminat dan bernyali untuk mulai berwirausaha di bidang furniture? Coba tengok dulu serba-serbinya yang telah DuitPintar.com kumpulkan dari berbagai sumber kali ini. Memulai usaha furniture gampang-gampang susah.

Bisnis furniture dapat menjadi pilihan yang menjanjikan bagi para calon wirausahawan. Pasalnya, furniture merupakan perlengkapan rumah yang notabene akan selalu dibutuhkan orang.

Istilahnya, selama industri properti tidak pernah mati, furniture akan selalu punya pasar. Furniture bahkan merupakan salah satu dari sembilan sektor industri yang diprioritaskan pemerintah Indonesia.

Dengan serba-serbi usaha furniture berikut ini, DuitPintar.com ingin membantu menambah wawasan maupun masukan sebelum Anda memutuskan untuk menjalankannya.

1. Modal

Tak perlu khawatir, dengan modal kecil pun, bisnis furniture sudah dapat dijalankan. Modern ini, sudah banyak juga lembaga keuangan pemerintah  dan swasta yang menggelar program untuk membantu permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dengan pengelolaan keuangan dan manajemen yang cerdas dan cermat, UMKM bisa mendapatkan omzet yang menguntungkan hingga dapat dikembangkan lebih besar lagi. [Baca: Ayo Belajar Menghitung Kredit Usaha Rakyat]

Contohnya lihat saja pengalaman Jokowi, Gubernur DKI Jakarta ke-15, yang memulai usaha kecil furniture kayu jati lebih dari dua dasawarsa lalu. Hingga sekarang, beliau dapat memasarkan produknya ke lima benua!

2. Target Pasar

Banyak pengusaha sukses memulai cerita mereka dengan analisis target pasar yang tepat. Dengan analisis pasar, Anda kemudian dapat menentukan target pembeli yang disasar dan daya serap konsumen tersebut terhadap penawaran Anda.

Penentuan target pasar sangat penting untuk bisnis furniture. Pasalnya, jenis produk atau jasa, model, dan kualitas akan bergantung pada pangsa pasar yang dituju. Begitu juga dengan pengelolaan keuangan dan pengurusan perizinan.

Misalnya, target pasar komersial, seperti hotel atau restoran, tentu memiliki standar spesifikasi furniture yang berbeda dengan klien individual. Atau, jika Anda memilih target pasar mancanegara, tentu ada biaya dan perizinan khusus untuk ekspor.

3. Tenaga Kerja

Tak mustahil untuk memulai UMKM furniture dengan tenaga kerja yang terbatas. Bahkan, jika Anda memang ahli menyulap kayu atau bahan baku lainnya menjadi perkakas rumah tangga, Anda dapat mulai produksi furniture sendiri hingga Anda sanggup menemukan tenaga kerja yang dapat diandalkan.

Jika Anda sama sekali belum berpengelaman di dunia furniture, coba mulai dengan mencari kenalan terdekat yang ahli di bidang pembuatan furniture atau kayu. Dari situ, Anda dapat mencari tenaga kerja borongan untuk membuat furniture sesuai dengan model, kualitas, dan bahan baku yang Anda miliki.

4. Bahan Baku

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Istilahnya, lempar mutiara dimana saja pun bisa tumbuh. Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang memadai, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi produsen furniture terbesar di kawasan regional dan bahkan dunia.

Tentukan bahan baku utama produk furniture Anda sesuai dengan kedua poin di atas. Kemudian, kumpulkan pilihan supplier bahan baku tersebut untuk dibandingkan dan akhirnya diajak bekerjasama. Misalnya:

1. Kayu

Kayu merupakan material furniture yang paling banyak digunakan. Lakukan riset mengenai jenis-jenis kayu. Jati merupakan kayu solid paling tahan lama dan digemari. Namun tentu, harga berbicara lantang untuk kualitasnya.

2. Medium Density Fibreboard (MDF)

Medium Density Fibreboard (MDF) merupakan salah satu jenis material yang banyak digunakan oleh produsen furniture massal dengan harga murah, seperti Olympics dan sebagainya.

3. Rotan

Salah satu bahan baku yang sedang naik daun, dan membanggakan Indonesia di hadapan dunia, adalah rotan. Namun proses pembuatannya terbilang sukar, jadi Anda harus mempertimbangkan pelatihan untuk tenaga kerja UMKM Anda.

Untuk mencari harga bahan baku yang paling bersahabat untuk finansial UMKM Anda, coba Anda lakukan riset mengenai daerah-daerah di Indonesia yang paling banyak menghasilkan bahan baku furniture Anda. Lalu, cari supplier setempat di daerah tersebut.

Bisa dibilang, ke-empat poin di atas merupakan serba-serbi yang patut dipertimbangkan sebelum Anda memulai usaha furniture. Lalu, ketika usaha Anda sudah mulai jalan, masih ada serba-serbi lainnya yang DuitPintar.com sarankan selanjutnya.