Ingin Memulai Usaha Bisnis Furniture? Ini Serba-Serbinya! (2)

Anda berminat dan bernyali untuk mulai usaha furniture? Coba tengok dulu serba-serbinya yang telah DuitPintar.com kumpulkan dari berbagai sumber kali ini.

Sebelumnya, DuitPintar.com telah memaparkan serba-serbi yang patut menjadi pertimbangan sebelum Anda memulai usaha furniture. Ketika usaha Anda tersebut berjalan, masih ada serba-serbi lainnya yang DuitPintar.com sarankan seperti lima poin di bawah ini.

5.   Lokasi

Pilih lah lokasi yang sesuai dengan modal, target pasar, dan kedua serba-serbi lainnya yang telah dibahas sebelumnya. Umumnya, usaha furniture membutuhkan:

– Tempat produksi

– Tempat memajang dan menjual atau galeri

– Tempat penyimpanan atau gudang

– Kantor

Anda sangat disarankan untuk mencari lokasi fisik di bangunan yang bukan rumah tinggal Anda. Hal ini mengingat proses perizinan kegiatan usaha Anda yang nantinya akan membutuhkan dokumen domisili perusahaan.

Tidak semua usaha furniture membutuhkan galeri, apalagi dengan dunia online saat ini. Anda pun dapat memotong pengeluaran.

6.   Online

Jangan malas untuk memanfaatkan kekuatan dunia online saat ini. Anda dapat menjangkau pasar yang jauh lebih luas daripada masyarakat setempat di lokasi fisik Anda. Misalnya, Anda berlokasi di Bali, dengan dunia online Anda dapat menjangkau konsumen di pulau-pulau tetangga, atau bahkan di luar negri.

Secara sederhana, Anda bisa saja hanya memproduksi furniture. Kemudian, memajang foto masing-masing furniture buatan Anda di situs usaha Anda, Facebook page, maupun diforum-forum jual beli online. Situs perusahaan penting dalam menambah nilai kredibilitas Anda. Saat ini, sudah banyak pula penyedia jasa situs gratis.

7.   Asosiasi

Bergabung dengan asosiasi-asosiasi yang berhubungan dengan dunia usaha furniture dapat membantu mengembangkan UMKM Anda. Asosiasi-asosiasi seperti ini dapat ditemukan di sekitaran lokasi usaha Anda dan, lebih mudah, lewat dunia online.

Contohnya:

– Komunitas wirausahawan/wati setempat, khususnya di bidang furniture.

– Asosiasi Mebel & Kerajinan Indonesia (AMKRI)

– Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (Asmindo), dsb.

Dengan berpartisipasi aktif dalam asosiasi-asosiasi ini, akan mudah bagi Anda untuk menambah koneksi bisnis yang dapat diajak bekerjasama atau memberi berita dan masukan mengenai industri furniture di Indonesia.

Misalnya, update mengenai kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan kayu untuk furniture. Atau, jadwal pameran yang harus Anda ikuti guna memasarkan usaha Anda, seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX) atauInternational Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA) yang digelar di Jakarta minggu ini.

8.   Pemerintah

Sebagai tambahan dari mengikuti asosiasi-asosiasi yang berkaitan dengan usaha furniture, Anda juga jangan segan untuk berkomunikasi langsung dengan instansi pemerintah. Apalagi, jika menyoal peraturan, pajak, dan bantuan dari pemerintah. Lebih baik membuat usaha Anda sadar hukum daripada harus pasrah terhadap pungutan liar.

Situs-situs pemerintah saat ini bisa menjadi sumber pencarian data, referensi hukum dan sosialisasi program-program yang dapat menguatkan usaha Anda. Bahkan, Anda dapat bertanya langsung kepada pemerintah lewat formulir online.

9.   Ekspor

Mungkin Anda sekarang belum melirik target pasar luar negri. Bisa jadi karena modal yang belum terbilang mencukupi. Tak ada yang salah. Namun, di tengah perjalanan usaha Anda kelak, Anda harus mulai mempertimbangkan perihal ekspor furniture Anda.

Bayangkan jika ada turis mancanegara yang suatu ketika menemukan furniture hasil karya usaha Anda. Kemudian, turis tersebut memesan furniture Anda secara borongan untuk diboyong ke negara asalnya.

Persentase ekspor furniture dari Indonesia ke luar negri terus meningkat tiap tahunnya. Kondisi Rupiah yang melemah pun justru dipercaya dapat mendorong ekspor furniture. Ini adalah alasan kuat untuk mengekspor furniture Anda sebagai bentuk pengembangan usaha.

Untuk mengekspor furniture memang nampak lebih merepotkan. Selain pajak dan biaya pengiriman, ada juga berbagai sertifikasi yang dibutuhkan agar furniture Anda dapat masuk ke negara lain. Misalnya, sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu yang menjadi perbincangan hangat beberapa tahun terakhir. Namun, omzet yang bisa Anda raih dengan ekspor cukup menggiurkan!

Akhir kata, semua bisnis dapat saja Anda jalankan. Namun, tidak semua orang dapat memulai bisnis dan menjalankannya dengan lancar. [Baca: 5 Pengusaha UKM yang Sukses Memulai dari Nol]

Butuh tekad bulat dan kejelian melihat peluang bisnis. Apakah Anda salah satu dari tipe orang tersebut?