Ingat dan Waspada! Beberapa Hal Ini Bakal Memengaruhi Keuangan Pada Tahun 2019

Udah tahun baru aja nih. Kira-kira apa ya yang bakal terjadi di tahun 2019 ini? Walaupun beberapa peristiwa terjadi tanpa diduga, ada juga lho peristiwa-peristiwa yang udah diprediksi. Seperti ramalan 2019 yang udah dibikin jauh-jauh hari sebelum pergantian tahun.

Dalam bahasan kali ini, Moneysmart mau menyajikan beberapa ramalan 2019 yang kalau sampai terjadi bakal beri pengaruh terhadap kondisi keuangan. Pastinya gak cuma kondisi keuangan kamu aja, tapi kondisi keuangan secara nasional ataupun internasional.

Syukur-syukur kalau ramalan 2019 ini memberikan pengaruh positif yang menguntungkan orang banyak. Gimana kalau sebaliknya alias berdampak negatif? Tentunya kita harus bikin persiapan antisipatif agar kita jangan sampai menanggung kerugian.

Nah, apa aja ramalan 2019 yang berkaitan dengan kondisi keuangan? Ini dia daftar ramalan yang dihimpun Moneysmart.

Baca Juga: Ramalan: Bisnis Ini Bakal Makin Menjamur di Tahun 2019

1. Suku bunga FED diramalkan naik tiga kali di tahun 2019

Ramalan 2019 tentang the FED. (Shutterstock)
Ramalan 2019 tentang the FED. (Shutterstock)

Perubahan suku bunga FED begitu memengaruhi kondisi keuangan global. Seperti ketika terjadinya kenaikan suku bunga di tahun 2018. Banyak investor bereaksi dan memilih berinvestasi yang menggunakan mata uang Dolar sebab dipandang menguntungkan.

Tentu aja keputusan yang diambil para investor global tersebut memberi tekanan ke kondisi keuangan Indonesia. Nilai mata uang Rupiah melemah terhadap Dolar sebagai dampak naiknya suku bunga Federal Reserve atau FED.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pun juga ikut terpengaruh karenanya. Sejak naiknya suku bunga FED, IHSG cenderung menurun beberapa kali.

Bank Indonesia pada Desember 2018 yang lalu meramalkan bank sentral Amerika Serikat atau FED bakal menaikkan suku bunga acuannya hingga 3 kali di tahun 2019. Tentu aja para investor dalam negeri harus waspada kalau sampai ramalan 2019 ini terjadi.

Baca Juga: Pengin Banyak Uang? Geluti Profesi Ini di Tahun 2019

2. Suku bunga acuan Bank Indonesia diramalkan naik menjadi 6,5 persen

Ramalan 2019 tentang suku bunga acuan BI. (Shutterstock)
Ramalan 2019 tentang suku bunga acuan BI. (Shutterstock)

Salah satu akibat dari naiknya suku bunga FED adalah naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi melemahnya nilai Rupiah terhadap Dolar karena kenaikan suku bunga FED.

Bank Indonesia mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan buat menahan laju pelemahan Rupiah. Sebab naiknya suku bunga acuan BI bakal bikin para investor buat tetap mempertahankan dana investasinya di Indonesia.

Sialnya, kenaikan suku bunga acuan berdampak pada kenaikan suku bunga kredit. Orang-orang yang mengambil kredit semisal KPR tentu merasakan kerugian dari naiknya suku bunga kredit. Sebab beban KPR mereka menjadi lebih berat.

Untungnya, kenaikan suku bunga acuan BI memberi dampak positif buat orang-orang yang memiliki deposito. Sebab suku bunga deposito terdongkrak naik akibat naiknya suku bunga acuan BI. Saat ini suku bunga deposito tertinggi berada di kisaran 6 persen.

Di tahun 2019, suku bunga acuan BI diramalkan naik menjadi 6,5 persen. Hal ini diungkapkan Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Anton H Gunawan kepada Kompas. Namun, itu baru ramalan, dan baru akan terjadi jika suku bunga FED naik di tahun 2019.

Baca Juga: Cek Gimana Ramalan Nasib Keuangan Pribadimu di Tahun 2019

3. IHSG beranjak naik di tahun 2019

Ramalan 2019 tentang IHSG. (Shutterstock)
Ramalan 2019 tentang IHSG. (Shutterstock)

Sempat bergejolak dan menunjukkan penurunan di tahun 2018, kabarnya nih Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bakal beranjak naik di tahun 2019.

Pastinya kalau benar ini terjadi, kenaikan IHSG bakal jadi hal yang menggembirakan bagi para investor saham. Mereka pun jadi optimis menanamkan dananya di pasar modal Indonesia.

Seperti perjalanan IHSG sebelumnya yang beberapa kali tercatat mencapai rekor tertinggi di tahun 2018. Harapan mereka pun juga sama di tahun 2019.

Asal tahu aja nih, beberapa analis menyampaikan ramalan 2019 mengenai kondisi IHSG. Seperti yang disampaikan Senior Advisor CSA Research Institute Reza Priyambada kepada iNews. Ia meramalkan IHSG bakal mencapai level 6.500 – 6.700.

4. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar bakal balik lagi ke angka Rp 15 ribu

Ramalan 2019 tentang nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. (Shutterstock)
Ramalan 2019 tentang nilai tukar Rupiah terhadap Dolar. (Shutterstock)

Walaupun Bank Indonesia atau BI berpandangan optimis mengenai penguatan Rupiah di angka Rp 13.500, pandangan tersebut sepertinya gak didukung beberapa ekonom. Sejumlah ekonom memandang nilai Rupiah yang sempat di angka Rp 15 ribu bakal terjadi lagi.

Ramalan 2019 ini disampaikan Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk Myrdal Gunarto kepada Katadata. Ini bisa terjadi karena defisit yang masih tampak di neraca perdagangan (trade balance) dan neraca transaksi berjalan (current account).

Terjadinya defisit ini gak lepas dari tingginya angka impor ketimbang ekspor. Kalau dibiarkan terus, bisa menyebabkan Rupiah makin melemah. Hal ini amat dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah. Rupiah pun berpotensi gak akan melemah hingga Rp 15 ribu karena sentimen luar negeri.

Nah, itu tadi beberapa ramalan 2019 yang bakal memengaruhi kondisi keuangan. Mudah-mudahan aja selama tahun ini banyak momentum positif yang terjadi sehingga menguntungkan orang banyak di Indonesia.

Dan jangan lupa, selalu waspada terhadap ramalan-ramalan yang disebutkan di atas tadi. Dengan begitu, kamu udah siap mengantisipasinya. (Editor: Ruben Setiawan)