Inflasi Rendah Gak Selamanya Baik, Ini 4 Dampak Negatifnya

Selama ini orang menganggap inflasi tinggi sebagai momok dan biang kerok mahalnya barang kebutuhan. Jadi banyak dari mereka yang akhirnya berharap inflasi bisa rendah. Padahal, dampak inflasi yang sangat rendah juga ada yang negatif lho.

Emang sih dampak inflasi rendah itu terlihat lebih menguntungkan kalau kita adalah konsumen. Tapi coba deh kamu bayangkan dirimu sebagai pengusaha. Percayalah, inflasi yang terlalu rendah pasti bikin bisnismu lesu. Atau bahkan merugi.

Kenapa gitu? Jadi begini. Inflasi ketinggian bikin barang-barang menjadi kurang laku. Malah bisa gak laku. Sebaliknya nih, inflasi yang kerendahan juga bikin perdagangan lesu.

Ekonomi pun ikut lesu. Contohnya di Jepang sana. Inflasinya terlampau rendah gara-gara kebiasaan menabung masyarakatnya yang terlampau ekstrem. Pemerintah Jepang pun berusaha sekuat tenaga supaya masyarakatnya mau sedikit konsumtif.

Buat lebih jelasnya, nih empat dampak inflasi yang sangat rendah yang gak ada untungnya.

1. Suku bunga acuan turun

dampak inflasi
Suku bunga turun (expatshaarlem)

Dampak inflasi yang terlalu rendah bakal mendorong bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Soalnya salah satu sebab inflasi terlampau rendah adalah masyarakat lebih gemar menabung ketimbang belanja.

Ya emang sih, menabung itu wajib. Tapi buat perekonomian negara, terlalu banyak masyarakat yang menabung justru bisa membuat roda perekonomian melambat.

Kalau udah begini, pasti pemerintah melakukan langkah antisipasi dong. Karena itu, suku bunga diturunkan. Dan pastinya bunga tabungan atau pun deposito ikut turun. Menabung pun jadi gak ada untungnya.

Malahan nih kalau inflasi tetap gak naik, suku bunga bisa diturunkan hingga minus kayak di Swedia. Emangnya kamu mau nabung duit malah berkurang banyak, bukannya nambah?

2. Untung jualan minim

dampak inflasi
Untung kecil (hellocaremail)

Dampak inflasi yang kerendahan banget juga bikin untung jualan kecil. Lho, bukannya inflasi yang rendah banget merangsang orang kepengin belanja? Mestinya begitu. Namun, kenyataannya gak selalu demikian.

Jepang udah jadi contoh nyata dari rendahnya konsumsi di sana. Harga barang di sana terus turun, tapi kebanyakan orang Jepang tetap enggan buat belanja. Ditambah lagi mereka merasa uang yang mereka punya lebih berharga dari barang-barang yang dijual, sekalipun murah.

Kalau udah begini pola pikirnya, coba aja kamu jualan di sana. Harapkan untung banyak sama aja dengan harapkan timnas sepak bola Indonesia ikut Piala Dunia. Eh.

3. Penjualan jarang mencapai target

dampak inflasi
Barang gak laku (laruno)

Ini lagi. Harapkan orang belanja banyak aja udah mustahil apalagi kepengin penjualan mencapai target. Bisa aja sih, asalkan kamu gak pasang target yang tinggi.

Cuma ya balik lagi. Target penjualan gak besar bikin untung penjualan jadi kecil. Wajar aja begitu. Soalnya permintaan akan barang menurun. Begitu pun dengan uang yang beredar yang juga ikut menurun.

Gawatnya, kalau ini terus berlanjut, lama-lama orang-orang bakal malas yang namanya buka usaha. Ekonomi pun mandek jadinya.

Asal tahu aja nih, hidup matinya ekonomi bergantung pada konsumsi dan utang. Misalnya aja masyarakat setop buat konsumsi dan utang, maka ekonomi dengan sendirinya mati.

4. Terjadi PHK

dampak inflasi
Korban PHK (intipesan)

Dampak inflasi rendah yang paling buruk adalah terjadinya PHK. Jadi gini. Karena orang-orang enggan belanja, harga barang cenderung turun. Omzet penjualan juga turun. Melihat ini, mana mungkin pengusaha mau kehilangan profit. Buat bertahan, pengusaha perlu efisiensi.

Salah satu efisiensinya adalah pengurangan karyawan alias PHK. Pengusaha pun sebenarnya berat ambil keputusan ini. Soalnya kehilangan pekerja itu sama aja dengan kehilangan potensi pendapatan.

Efek yang ditimbulkan dari PHK tentunya adalah naiknya angka pengangguran. Ekonomi yang udah lesu makin lesu aja dibuatnya gara-gara tingkat konsumsi makin merosot. Belum lagi investor ogah menanamkan uang buat buka usaha. Soalnya gak ada untungnya.

Itu tadi empat dampak inflasi rendah yang sama sekali gak menguntungkan. Intinya nih, inflasi itu jangan sampai terlalu rendah.

Kita semua turut andil dalam naik turunnya inflasi. Menabung itu wajib, tapi konsumsi barang kebutuhan juga harus jalan terus. Gimana pun juga ekonomi yang bergerak maju lebih menguntungkan kita toh?