Inflasi Jakarta Cuma 0,09 Persen, Dampaknya Apa Buat Kita?

Inflasi Jakarta cuma 0,09 persen per Maret 2018. Ini menjadi kabar gembira buat warga Jakarta, baik yang ber-KTP DKI maupun tidak.

Data inflasi ini disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta. Angka inflasi Jakarta tersebut lebih rendah dari rata-rata tiga tahun sebelumnya yang sebesar 0,13 persen. Angka inflasi nasional pun masih lebih tinggi, yakni 0,20 persen.

Rendahnya inflasi menandakan membaiknya daya beli masyarakat. Sejumlah harga bahan makanan pokok pun rendah dengan pasokan terjaga.

Selain itu, makin rendah inflasi artinya makin bagus iklim usaha dan investasi. Hal-hal itu jelas sangat menjanjikan buat warga yang wilayahnya mengalami inflasi yang rendah.

Buat warga Jakarta, misalnya, setiap kalangan bakal memperoleh dampak positif masing-masing. Dari pengusaha sampai pegawai negeri berpeluang mengecap manisnya dampak inflasi Jakarta. Berikut ini contohnya:

Pengusaha

Inilah saatnya bagi para pengusaha untuk menggencarkan produksi dan pemasaran. Sebab, daya beli masyarakat tengah baik.

Secara umum, warga akan lebih mudah merogoh kocek untuk membeli suatu barang, terutama yang dibutuhkan. Dengan demikian, roda bisnis pengusaha berpeluang berputar lebih kencang dan penghasilan pun ikut berkembang.

Pegawai

Buat pegawai, bisa lebih tenang dalam belanja bulanan karena harga-harga terjaga stabil. Begitu juga pasokan. Tak ada masalah serius di pasar.

Pegawai yang sedang punya utang bisa lebih untung lagi. Sebab, bunga kredit bank bakal stabil, tidak naik. Bahkan ada kemungkinan turun.

Ibu rumah tangga

Sama seperti pegawai, ibu-ibu tak perlu khawatir akan harga bahan pokok. Bahkan beli sayur di abang yang ngecer di gerobank pun harga bisa tetap murah tanpa harus masuk ke pasar.

Investor

Apa pun jenis investasi, iklimnya sedang baik. Terutama investasi di bursa efek, ya. Sebab, angka inflasi Jakarta yang rendah menunjukkan bahwa gairah investasi masih terasa.

Orang yang berinvestasi secara sederhana, misalnya menabung emas, juga bergairah. Hal itu didorong kondisi perekonomian wilayah yang cenderung stabil, terbukti dengan stabilnya angka inflasi dari bulan-bulan sebelumnya.

[Baca: Ekonomi Indonesia Terbesar Kelima di Dunia, Kita Dapat Apa?]

Apa Itu Inflasi

inflasi jakarta
Kelancaran panen turut menjaga inflasi, semoga alam tetap ramah (republika)

Menurut informasi di situs Bank Indonesia, inflasi adalah kondisi saat harga barang-barang meningkat secara terus-menerus. Meski harga naik, inflasi menjadi penanda bergeraknya roda perekonomian masyarakat dalam suatu wilayah.

Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Ketika terjadi deflasi, harga barang turun dan nilai uang bertambah. Namun konsumsi tidak jelas ke mana, yang artinya gairah ekonomi warga tidak bergeliat.

Angka inflasi hingga 10 persen secara tahunan masih bisa ditoleransi. Berbeda dengan deflasi, yang meski hanya 1 persen sudah menandakan adanya kesalahan dalam perekonomian.

Namun inflasi juga bisa berdampak negatif, terutama jika angkanya tinggi. Inflasi yang tinggi bakal membuat nilai uang melemah.

inflasi jakarta
Bila inflasi tinggi, siap-siap rogoh kocek lebih dalam untuk beli nasi goreng di dekat rumah (kaskus)

Misalnya duit Rp 10.000 dulu bisa buat beli nasi goreng sebungkus. Tapi karena terjadi inflasi, duit itu jadi hanya cukup untuk beli ketoprak.

Inflasi bisa membuat harga nasi goreng naik lantaran harga bahan pokoknya naik. Contohnya harga beras dan ayam.

Demi menjaga laba, mau tak mau pedagang menaikkan harga dagangannya. Pilihan lainnya adalah mempertahankan harga tapi mengurangi porsi atau bahkan kualitas dagangan.

Indonesia pernah menghadapi parahnya dampak negatif inflasi saat terjadi krisis ekonomi 1997-1998. Inflasi yang menembus angka 10 persen waktu itu membuat harga-harga barang naik tak terkendali.

Pasokan pun terganggu. Selain itu, nilai tukar rupiah merosot hingga ke titik terendah. Semua hal itu mengganggu perkembangan ekonomi negara. Mereka yang miskin akan bertambah miskin lantaran pendapatan riil masyarakat menurun.

[Baca: Lakukan Hal Ini Kalau Uangmu Gak Mau Tergerus Inflasi]

Pentingnya Inflasi

inflasi jakarta
Inflasi yang tinggi bisa bikin kerusuhan, seperti tahun 1998 (pinterest)

Meski punya dampak buruk, inflasi menandakan adanya kegiatan ekonomi. Dengan adanya kegiatan ekonomi, perkembangan suatu wilayah pun bisa terjaga. Begitu juga roda bisnis warganya.

Karena itulah pemerintah berusaha keras menjaga inflasi tetap stabil serendah mungkin. Upaya yang dilakukan untuk menjaga inflasi, antara lain:

– Menetapkan harga bahan pokok
– Menjaga pasokan bahan pokok
– Memberantas penimbunan
– Mencegah mafia pasar

Untuk tahun 2018, pemerintah mematok target inflasi 3,5 persen plus-minus 1 persen. Angka ini dinilai realistis dan ideal demi menjaga pertumbuhan ekonomi.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta dan daerah lainnya bakal berperan besar dalam mencapai target itu. Kita sebagai warga juga bisa membantu.

Salah satu caranya, menjaga iklim investasi tetap stabil dengan mencegah hal-hal yang bisa mengganggu. Misalnya menangkal hoax yang bisa menyebabkan konflik di tengah masyarakat.

Toh, kita juga berkepentingan menjaga inflasi stabil. Makin stabil dan rendah inflasi Jakarta, makin positif dampaknya buat kita warga Jakarta dan daerah lainnya.

[Baca: Nyebar Hoax Bikin Miskin, Ini Sebabnya]