Inflasi 2018 Tercatat 3,13 Persen, Lebih Rendah Dibanding 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2018 sebesar 0,62 persen, sehingga secar tahunan di 2018 tercatat sebesar 3,13 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, inflasi 2018 masih lebih kecil dibandingkan 2017 yang sebesar 3,61 persen, dan masih dibawah target pemerintah yang sebesar 3,5 persen.

“Ini tentu merupakan capaian yang menggembirakan. Inflasi terjadi di 80 kota, sementara 2 kota terjadi deflasi. Kami harap di 2019 juga tetap terkendali,” papar Suhariyanto.

Pihaknya berharap harga barang makanan dan segala kebutuhan bisa stabil pada tahun ini, jika melihat hasil di 2018 yang cukup baik.

Sementara inflasi Desember 2018 terjadi akibat dua hal, yakni kenaikan harga bahan makanan 1,45 persen, sehingga memberikan andil 0,29 persen. Sektor Transportasi, komunikasi, jasa keuangan tumbuh 1,28 persen, dengan andil 0,24 persen.

Beberapa komoditas bahan makanan yang alami peningkatan antara lain telur ayam ras dengan andil 0,09 persen. Lalu daging ayam ras juga naik karena kebutuhan Natal dan Tahun Baru, andilnya 0,07 persen.

Ada juga kenaikan harga bawang merah yang berandil 0,05 persen. Kemudian harga beras naik tipis, dan terkendali tapi memberikan andil 0,03 persen. Sedangkan harga komoditas bahan makanan deflasi adalah cabai merah, dan memberikan andil deflasi 0,03 persen.

Melangkah Pasti Ditengah Ketidakpastian

Shutterstock
Ilustrasi Perang Dagang (Shutterstock)

Sementara inflasi inti atau core inflation tercatat 3,07 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang 2,09 persen, sedangkan terendah di Banda Aceh 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,15 persen.

Untuk dari sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan banyak disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,19 persen.

“Kenaikan ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga tiket di Indonesia Timur. Untuk tarif Kereta Api memberikan andil 0,03 persen, dan angkutan perkotaan 0,01 persen andilnya,” tutur Suhariyanto.

Ditempat terpisah, keyakinan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution terbukti. Pemerintah bisa mengendalikan inflasi secara bertahap. Meski begitu, dirinya gak memungkiri jika masih ada kenaikkan harga komoditas.

Darmin juga mengungkapkan, di tengah ketidakpastian global Indonesia masih bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik. Terlebih ditengah normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), perang dagang, hingga gejolak perubahan harga komoditas.