Indonesia Investasi Rp 500 Triliun Kembangkan Sumber Daya Manusia

Pemerintah mematok anggaran pendidikan sebesar Rp 440 triliun pada tahun ini. Kemudian, pada tahun 2019 mendatang, pemerintah menaikkan anggaran pendidikan menjadi Rp 490 triliun.

Investing to human capital. Tahun ini kita belanjakan Rp 440 triliun, tahun depan itu we are spend more than Rp 490 triliun. Hampir Rp 500 triliun hanya untuk anggaran pendidikan. Tapi banyak yang belum puas dengan hasilnya,” kata Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sektor pendidikan di Indonesia masih terus dikembangkan dan telah menjadi prioritas pemerintah. Dengan itu pemerintah terus menaikkan anggaran pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia kedepan.

“Maka kalau pemerintah keluarkan hampir Rp 500 triliun untuk pendidikan, how we are going to connect the solution. Jadi menurut saya, pemerintah sekarang itu ternyata ide banyak, masalah banyak, tapi ide menyelesaikan masalah juga banyak,” ungkapnya.

Dengan ini, dirinya berharap baik pemerintah, hingga pelaku usaha harus bahu-membahu mendorong dunia pendidikan indonesia agar lebih baik dan berkembang.

“Maka investasi di bidang sumber daya manusia, kesehatan, juga isu memotong tali kemiskinan di keluarga miskin, itu menjadi penting,” tegasnya.

Sebab, saat ini tantangan ke depan ada pada kelas menengah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan menjadi Indonesia Emas 2045. Dengan itu sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia harus meningkat.

“Kedepan ada middle income trap, ini sudah waktunya bagi generasi millenial untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini estafet namanya,” ungkapnya.

Selain Pendidikan Teknologi Juga Perlu

Shutterstock
Ilustrasi Teknologi (Shutterstock)

Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, disamping sektor pendidikan, lompat arus teknologi sebuah negara juga menjadi hal vital dalam perkembangan ekonomi sebuah negara.

Teknologi dapat menjadi hal yang menguntungkan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di era digital dan internet.

“Hal-hal seperti gap antara daerah dan pusat dapat diselesaikan dengan teknologi. Internet sudah masuk 1 dekade, awalnya Indonesia hanya pasar. Namun, beberapa tahun terakhir banyak anak muda melihat ini sebagai potensi, maka lahirlah perusahaan-perusahaan Indonesia yang menyelesaikan masalah ini,” ungkap William

Editor: Ayyi Achmad Hidayah