IMF World Bank Summit, Bali Kedatangan 20.000 Wisman

Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF World Bank pada Oktober 2018 ini.

Table Of Content [ Close ]

Pertemuan akan diselenggarakan di Bali pada 9 hingga 15 Oktober mendatang, dan berpotensi mendatangkan hingga 20.000 wisatawan mancanegara.

Sejumlah tamu kenegaraan, media internasional, menteri ekonomi dari berbagai negara, investor, gubernur bank sentral akan menjadi tamu pada perhelatan IMF World Bank Meeting.

Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Asnawi Bahar mengatakan, ada 189 negara yang akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Ada 189 negara, berbagai bookingan (wisata) sudah masuk dan kita harapkan on the spot kalau yang mau jalan mungkin akan banyak,” ujar Asnawi kepada Moneysmart.id, Selasa (2/10/2018).

Asnawi memprediksi, para delegasi dari 189 negara akan mengirimkan tidak hanya satu orang, tetapi bersifat rombongan. Dengan itu akan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi khususnya pariwisata Bali.

“Sudah ada beberapa destinasi paket yang kami tawarkan. Nah ini yang kita harapkan 189 negara. Kalau rata-rata mereka misalnya membawa 10 orang saja kita sudah dapat berapa, targetnya 16.000 orang kalau kami optimis 20.000 orang, pesimisnya itu 15.000 orang,” tambahnya.

Adapun, sebanyak 63 macam paket wisata telah disiapkan untuk acara IMF Wolrd Bank. Beberapa destinasi seperti Bali, Lombok, Danau Toba, Sumba, Yogyakarta, Banyuwangi, Tana Toraja, dan Komodo-Flores telah ditawarkan.

Paket wisata tersebut dapat di beli secara online maupun offline, untuk online bisa melalui www.indonesia.travel dan untuk bertransaksi dapat mengunjungi www.2018bali.go.id dan imfconnect.com.

Sedangkan offline akan tersedia beberapa titik tour desk yang disebar di hotel para delegasi menginap.

Dia berharap, acara tersebut akan memebrikan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Saya berharap akan ada peningkatan jumlah di bulan Oktober sekitar 200 ribuan itu akan ada penambahan lagi,” jelasnya.

Potensi Devisa

pantai-bali
Pantai Suluban (balibalibeach)

Dari sisi ekonomi, potensi devisa dari acara tersebut juga bisa menguntungkan pihak tuan rumah. Sebab, panitia acara menyediakan kartu e-money yang dapat digunakan untuk berbelanja di Indonesia sebesar 1.000 dollar AS per kartu dan diprediksi akan membelanjakan uang hingga 1.500 dollar AS.

“Kalau satu orang spending-nya 1.500 dollar AS, maka pendapatan dari belanja wisman saat IMF World Bank saja sudah mencapai 30 juta dollar AS atau sekitar Rp 441 miliar dengan kurs Rp 14.700 per dolar AS. Pengeluarannya lebih besar dari turis biasa, karena mereka menginapnya di hotel berbintang semua,” papar Asnawi.