Hore! Gaji 4,5 Juta Bebas Pajak! Tapi Jangan Lupa Daratan Sampai Boros Ya

Kementerian Keuangan berencana membebaskan pajak buat pegawai bergaji di bawah Rp 4,5 juta! Horeeeee…..

 

Eh, tapi jangan senang dulu buat yang gajinya masuk kriteria di atas. Ini baru rencana. Kemungkinan rencana ini kandas di tengah jalan tetap ada.

 

Kita baru bisa berhora-hore setelah rencana ini benar terwujud. Tapi awas, jika rencana ini gol menjadi peraturan resmi, kita jangan sampai terlena. Apalagi lupa daratan sampai boros. 

 

Sebab, biasanya begitu ada pengurangan pengeluaran di satu pos terus ada nafsu menambah pengeluaran di pos lain. Padahal adanya pengurangan itu justru menjadi peluang untuk lebih memupuk harta.

 

Kalau satu pos berkurang tapi pos lain bertambah, itu kayak kita membiarkan tawaran ketemu dengan Presiden lewat begitu saja. Ada kesempatan bagus, tapi gak diambil.

 

Sebaliknya, dengan adanya aturan gaji 4,5 juta bebas pajak, kita malah harus lebih pandai mengatur keuangan. Tetap patok rencana keuangan seketat mungkin biar gak boros ujung-ujungnya.

 

lupa daratan sampai boros

Dompet kok kosong sih masbroooo

 

 

Apalagi kalau sudah berkeluarga. Biar bagaimanapun, gaji di bawah Rp 4,5 juta untuk hidup sekeluarga masih dirasa kurang. Terlebih jika sudah berpikir maju dengan memperhitungkan niat investasi.

 

[Baca: Sebelum Mulai Investasi Simak Tips Investasi Pemula Ala Ryan Filbert Ini]

 

 

Yang paling utama adalah membuat pos pengeluaran dan pemasukan. Dalam pos-pos pengeluaran, kita tentukan nominal maksimal masing-masing.

 

Selanjutnya, tinggal jalankan rencana tersebut biar keuangan keluarga aman. Rencana keuangan harus disusun berdasarkan target jangka panjang dan jangka pendek.

 

Misalnya target jangka panjangnya buat biaya pendidikan anak sampai kuliah. Terus jangka pendeknya beli rumah/kendaraan.

 

Jadi, kita bisa tentukan berapa yang kita sisihkan tiap bulan untuk memenuhi target-target itu. Jangan sampai bikin anggaran tanpa target. Soalnya, target itu sekaligus menjadi motivasi bagi kita untuk disiplin mengatur keuangan.

 

Berikut ini contoh rencana keuangan keluarga plus 1 anak dengan gaji Rp 4,5 juta. Keluarga ini masih tinggal bersama orang tua, jadi tak perlu biaya kontrak rumah.

 

Pemasukan: Rp 4,5 juta

Pengeluaran:

– Kebutuhan sehari-hari: Rp 2 juta

– Tabungan pendidikan anak: Rp 500 ribu

– Tabungan modal beli rumah: Rp 1 juta

– Rekreasi: Rp 500 ribu

– Lain-lain: Rp 500 ribu

 

Angka dalam pos-pos itu merupakan nilai maksimal. Jadi, bakal lebih baik kalau bisa menekan pengeluaran di bawahnya.

Untuk itu, diperlukan strategi penghematan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya bujet kebutuhan sehari-hari Rp 2 juta.

 

lupa daratan sampai boros

Tung-itung deh daripada buntung hehehe

 

Pos ini bisa diakali dengan lebih banyak masak sendiri ketimbang beli makanan di luar. Sudah jadi rahasia umum, masak sendiri lebih hemat daripada jajan.

 

Bahkan dari kebiasaan masak sendiri ini bisa dikembangkan jadi bisnis. Mungkin istri tertarik menekuni bisnis kuliner sambil menjadi ibu rumah tangga.

 

[Baca: Masak Sendiri atau Beli? Yang Mana Yang Bisa Ngamanin Keuangan Keluarga?]

 

 

Pos pengeluaran rekreasi pun bisa diutak-atik. Kita bisa memanfaatkan program promo dari tempat-tempat rekreasi agar mendapatkan harga murah.

 

Di tempat rekreasi seperti Jungleland, Water Kingdom, dan Dufan sering ada promo diskon harga tiket. Biar terus update dengan program-program itu, kita bisa rajin-rajin mengunjungi situs promo yang banyak terdapat di Internet.

 

[Baca: Yuk Ngirit, Pantau Terus 12 Website Diskon di Indonesia Ini!]

 

 

Yang pasti, selalu ingat bahwa setiap pengurangan di satu pos pengeluaran bukan berarti kita bisa langsung menambah pengeluaran di pos lain. Termasuk dalam soal peraturan gaji 4,5 juta bebas pajak ini.

 

Jika belum punya rencana keuangan, kini saatnya kita mengatur duit ini demi masa depan. Bukan hanya buat yang sudah berkeluarga, ya.

 

lupa daratan sampai boros

Pusing ya mbaksis, kebanyakkan tagihan tuh hehehe

 

 

Yang lajang pun penting untuk mengatur keuangan. Jadi, kelak ketika sudah menikah, sudah ada fondasi finansial yang kuat untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang bahagia dan sejahtera.

 

[Baca: Perencanaan Keuangan Masa Depan Itu Penting Kalau Gak Mau Tujuan Hidup Hanya Angan-angan Semu]

 

 

 

Image Credit:

  • http://submithoki.com/image/2015-06/pakar-investasi-jangan-boros-belanja-sewajarnya.jpg
  • https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/drommw658gu3c9u5vh1k
  • https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/rgfdfrpcymdcyuecwhcy