Hidup Makin Hemat dengan Manfaatin 3 Program Gratis dari Pemerintah Ini

Program gratis. Satu kata ini jelas banyak disuka. Tapi orang zaman now banyak juga yang bilang gak ada sesuatu yang gratis. Pipis aja bayar Rp 2.000!

Betul itu. Kalau kurang jauh mainnya.

Di zaman now, masih buanyak hal yang bisa didapatkan secara gratis.

Yang punya kartu kredit dan paham cara menggunakannya pasti udah tak terhitung beli minum atau makan dengan promo buy 1 get 1 alias beli 1 dapat 1 lagi gratis. Gak hanya itu, program gratis dari pemerintah pun ada.

Mungkin buat yang antipati terhadap pemerintah bakal mengernyitkan dahi. Masak sih, ada program gratis dari pemerintah? Jawabannya, ya, ada. Bukan hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah juga punya program gratis. Berikut ini di antaranya:

1. Sertifikat tanah

program-gratis
Entah kenapa ditulis “sertipikat” padahal yang benar “sertifikat” (kompasiana.com)

Pemerintah sedang menggalakkan penerbitan sertifikat tanah gratis. Nama programnya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Mungkin publik lebih mengenalnya dengan sebutan “presiden bagi-bagi sertifikat tanah”.

Padahal yang terjadi di lapangan adalah presiden datang ke suatu wilayah yang tanahnya sudah terdata oleh kantor pertanahan setempat, sehingga sertifikat bisa diterbitkan. Presiden hanya meninjau pelaksanaan program itu dan membagikan sertifikat yang sudah terbit secara simbolis.

Buat kita-kita yang tanahnya belum tersertifikasi, inilah saatnya untuk mendapat sertifikat gratis. Tahu sendiri biaya pembuatan sertifikat itu gak murah, apalagi pakai jasa notaris dari A sampai Z alias tahu jadi.

Cara mengikuti program sertifikasi tanah ini gampang. Cukup datangi kelurahan dengan membawa syarat dokumen terkait, seperti bukti pembayaran PBB. Bisa juga tanya-tanya dulu di kelurahan agar bagi-bagi sertifikat itu lancar.

2. Sekolah dinas

program-gratis
Mau sekolah dinas juga udah ada program gratisnya nih (feedyeti.com)

Kalau program gratis dari pemerintah yang satu ini, sudah lama ada. Sekolah dinas mencetak lulusan yang kelak diwajibkan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Karena itulah biaya sekolah kedinasan gratis. Sekolah gratis ini contohnya Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Politeknik Statistika, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, dan tentu saja Akademi Kepolisian serta Akademi Militer.

Biaya masuk sekolah-sekolah itu dijamin gratis. Kalau bayar, berarti ada pungli dan bisa dilaporkan. Tapi gak gampang masuknya. Harus lulus tes dulu dan pesaingnya dari Sabang sampai Merauke.

Sebab, biayanya gratis. Begitu lulus langsung kerja lagi jadi pegawai negeri sipil atau aparat negara. Dua hal yang sangat pantas diperebutkan oleh jutaan warga Indonesia.

3. Pelatihan kerja

program-gratis
Ikut pelatihan di sini gratis. Tolak dan laporkan jika dimintai duit untuk bayar ini-itu (poskotanews.com)

Sejumlah daerah di Indonesia telah memiliki balai latihan kerja atau pusat pelatihan kerja. Di lembaga-lembaga itu, kita bisa mengikuti program pelatihan kerja secara gratis.

Di Jakarta, misalnya, ada lima pusat pelatihan kerja di tiap-tiap kota administrasi. Mereka rutin menggelar pelatihan kerja bahkan hingga tingkat RT/RW.

Tapi hanya warga setempat yang boleh ikut. Beberapa balai bahkan bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk penyaluran tenaga kerja.

Jadi, setelah ikut pelatihan dan dinilai oke, bisa langsung bekerja di perusahaan tersebut. Enak kan? Dapat keterampilan tanpa bayar, dikasih kerjaan pula. Segera tanyakan ke dinas tenaga kerja di daerah masing-masing untuk cari tahu lebih lanjut soal keberadaan balai latihan kerja ini.

Tiga program itu hanya contoh program gratis dari pemerintah buat masyarakat. Program lainnya, seperti sederet kartu sakti, juga ada. Tapi program itu khusus buat warga tertentu yang dinilai miskin. Begitu juga bantuan beras dan lain-lain.

Kita bisa berhemat jika paham cara memanfaatkannya. Bahkan gak sekadar berhemat, kita bisa menambah pundi-pundi rupiah dari situ. Yuk, buruan dimanfaatkan.