Hidup Hanya Sekali, Bekerja dan Kehidupan Pribadi Harus Seimbang Kayak Gini

Masih ingat dengan berita meninggalnya Mita Diran? Ya, Mita adalah seorang copywriter sebuah agency yang tutup usia pada 15 Desember 2013. Berita sebuah media online mengabarkan Mita meninggal setelah mengaku bekerja selama 30 jam.

hidup hanya sekali
Tidak lama sebelum meninggal mita medapatkan penghargaan citra pariwara award (Ananda Pradnya Paramita / sbs)

Pengakuan pribadi tersebut ada di dalam akun Twitternya. Begini kalimatnya: “30 hours of working and still going strooong.”

Pemeriksaan lanjutan melaporkan kalau karyawati berusia 27 tahun ini diduga meninggal karena terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi.

Terlepas dari apapun penyebab terenggutnya nyawa Mita Diran, ini bisa menjadi pembelajaran berharga buat kita. Hidup itu cuma sekali loh. Harus dimanfaatin semaksimal mungkin supaya seimbang dan berkualitas. Gak mau kan keasikan kerja sampai akhirnya abai sama kesehatan atau gak punya kehidupan sosial?

Biar hidup kamu bisa lebih seimbang dan bahagia lahir batin, simak dulu deh hal-hal ini.

1. Berani tanggung jawab

Gak sedikit dari kita hobi nyari kambing hitam karena sering lembur sampai malam di kantor atau tetap kerja pas weekend walau di rumah. Ujung-ujungnya nyalahin bos, nyalahin klien, nyalahin rekan kerja, sampai OB juga bisa ikut disalahin.

Menyalahkan orang lain itu memang paling gampang. Tapi coba deh mulai sekarang berani ambil tanggung jawab atas hidup kamu sendiri. Kalau merasa kerjaan sudah mengambil alih hidup kamu, coba evaluasi diri.

Mungkin kamu yang kurang pintar bagi waktu, atau terlalu berambisi untuk mengerjakan semua sendiri. Alhasil, kamu jadi gak sempat buat melakukan hal lain kecuali kerja. Capek, kan?

2. Manajemen waktu

Ini masih lanjutan dari poin nomor satu ya. Jujur deh sama diri sendiri, sudah bijak dan tepatkah pengalokasian waktu dalam kehidupan kita? Mulai dari bekerja, kehidupan sosial, waktu untuk keluarga, hingga istirahat.

hidup hanya sekali
Kalau gak punya manajemen waktu yang bagus semua kerjaan dan kegiatan kamu bakalan kacau balau! (time management / jobstreet)

Misalnya, pulang kerja jam 8 malam. Jangan lanjut buat hangout sampai jam 2 pagi. Apalagi kalau esok harinya masuk kerja jam 8 pagi. Sisihkan waktu buat istirahat yang cukup, apalagi kalau paginya ada meeting atau banyak kerjaan.

Kalau mau kumpul-kumpul sama teman atau keluarga, coba luangkan waktu pas weekend aja. Selain lebih leluasa dari segi waktu, pikiran kamu juga lebih fokus buat ngobrol sama mereka tanpa terbebani kerjaan.

3. Dahulukan kualitas, bukan kuantitas

Saat bersama dengan keluarga atau melakukan kegiatan demi kesenangan pribadi, prioritaskan kualitas di atas kuantitas.

Kalau memang sibuk pas hari kerja, sisihkan waktu satu hari penuh untuk keluarga pas akhir pekan. Meskipun cuma seminggu sekali, tapi waktu kumpul-kumpulnya lebih berkualitas karena pikiran kamu gak terbelah sama mikirin kerjaan.

4. Gunakan waktu cuti sebijak mungkin

Ini penting nih, supaya hidup seimbang. Gak mungkin dong waktu selama setahun cuma dipakai untuk kerja 365 hari penuh? Bisa ngebul itu kepala!

hidup hanya sekali
Nyantai di pantai ditemani angin sepoy-sepoy kan sesuatu sekali ya (holiday / thompson)

Manfaatkan waktu cuti dari kantor kamu dengan sebaik-baiknya. Daripada sering ngambil cuti cuma sehari-dua hari gara-gara malas ke kantor, lebih baik dialokasikan aja cutinya langsung 12 hari untuk berlibur sepuasnya bareng teman atau keluarga. Sendiri juga boleh kalau mau kontemplasi.

Intinya, dalam setahun, usahakan kamu mengambil satu kali cuti panjang untuk melepas stres. Dengan begitu, pas balik ke kantor, pikiran kamu sudah fresh lagi dan siap menaklukkan dunia!

5. Jangan terlalu ambisius

Segala sesuatu yang berlebihan itu gak akan membawa kebaikan dalam hidup. Terlalu santai dan fokus sama kehidupan pribadi, bikin kita kelihatan kurang serius, gak profesional, dan kurang bertanggung jawab di kerjaan.

Sebaliknya, kalau terlalu asyik dan sibuk mengejar karir, pasti ada bagian-bagian kehidupan pribadi yang terabaikan.

Ambisius mengejar karier itu bagus. Tapi kalau terlalu ambisius, ini bisa bahaya loh. Selain kamu bisa jadi abai sama aspek lain dalam hidup, kamu juga bisa menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisimu itu. Kayak pakai kacamata kuda gitu, gak liat kanan-kiri, semua disikat.

hidup hanya sekali
Lemesin aja shayyyy ngapain juga terlalu jor-joran ngejar target kalo pada akhirnya nngerugiin kamu sendiri (relax / jonegoroan)

Akibatnya, lupa sama teman, lupa keluarga, lupa kesehatan, lupa gimana caranya bersenang-senang.

Manusia itu makhluk sosial, loh. Suatu saat, kamu bakal butuh bantuan orang lain ketika kamu lagi susah. Tapi kalau terlalu ambisius dan jadi egois, pada akhirnya kamu bakal ditinggal semua orang. Forever alone. Emang mau?

Kita memang butuh bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mewujudkan mimpi-mimpi. Tapi ingat, jaga keseimbangan hidup biar merasa bahagia lahir batin. Balik lagi ke moto kalau hidup itu cuma sekali. YOLO!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Karir Itu Pencapaian Diri Bukan Tentang Siapa yang Paling Tinggi]

[Baca: 5 Mindset Karyawan Tentang Karir dan Keuangan yang Wajib Dihindari]

[Baca: 7 Nasihat Karir Buat Kamu Usia 20-an Biar Nggak Menyesal]