Hey Mommies, Tahu Apa Itu Tabungan Rencana dan Manfaatnya untuk Keuangan Keluarga Ga?

Mommies, pastinya sudah punya tabungan dong. Kalau gak punya, nanti nampung duit belanja dari suami tercinta pakai apa?

 

Punya tabungan banyak manfaatnya. Urusan belanja sampai transfer duit ke orang lain gampang dengan adanya tabungan.

 

Tapi, sudah tahu apa itu tabungan rencana? Jenis tabungan ini beda dengan tabungan reguler. [Baca: Kenali 7 Jenis Tabungan Ini Agar Tak Salah Pilih]

 

Kalau mommies mengenal deposito, tabungan rencana ada kemiripan dengan layanan investasi itu. Yang bikin beda, syarat punya tabungan rencana lebih ringan dan fleksibel.

 

Banyak bank punya produk tabungan rencana. Bank Mandiri, misalnya, punya Tabungan Rencana Mandiri. Kemudian di CIMB Niaga ada Tabungan Mapan.

 

Kalau sudah punya tabungan reguler, coba saja tanyakan soal tabungan rencana ini ke bank yang bersangkutan. Ciri tabungan rencana yakni:

 

  • Dana diambil secara otomatis (autodebet) dari tabungan reguler
  • Kontrak jangka waktu simpanan umumnya 1 sampai 20 tahun (ada juga yang sampai 50 tahun)
  • Bunga lebih besar daripada tabungan biasa
  • Disertai asuransi kesehatan

 

Manfaat Tabungan Rencana

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Di mana-mana kegiatan yang terencana lebih berpotensi berjalan lebih lancar ketimbang yang gak pakai rencana, tul gak?

 

 

Memang apa sih manfaat tabungan rencana? Manfaat utamanya yaitu berinvestasi untuk kebutuhan masa depan. Misalnya bikin tabungan rencana buat biaya pendidikan anak kelak.

 

Tapi memang sih, hasil investasi tabungan rencana bisa dibilang kecil. Apalagi kalau dibanding instrumen investasi lain seperti reksa dana atau deposito.

 

Cara kerja tabungan rencana yaitu “memaksa” nasabah menyisihkan uang per bulan sampai periode simpanan selesai. Uang ini baru bisa diambil setelah jangka waktu menabung selesai sesuai dengan perjanjian dengan bank.

 

Contohnya Tessa hendak menabung untuk biaya masuk sekolah dasar (SD) anaknya yang baru lahir. Dia memperkirakan biaya pendidikan SD lima tahun ke depan sebesar Rp 12 juta. Karena itu, dia membuka tabungan rencana untuk memperoleh uang sebesar itu.

 

Untuk memperoleh Rp 12 juta, maka dia menyusun tabungan rencana dengan setoran Rp 200 per bulan selama periode lima tahun. Dengan demikian, jumlah setorannya pas Rp 12 juta pada tahun kelima. Selain itu, dari tabungannya itu dia mendapat bunga sehingga total tabungannya lebih dari Rp 12 juta.

 

Nasabah tabungan rencana juga mendapat bonus berupa asuransi kesehatan. Jadi tanpa membayar premi mommies sudah terdaftar sebagai pemegang polis. Tapi nilai pertanggungannya memang lebih kecil jika dibandingkan dengan asuransi murni.

 

Mekanisme Tabungan Rencana

tabungan
Mommies harus keluarin jurus “cerewetnya” ya pas mau buka tabungan rencana. Biar tahu apa itu tabungan rencana lebih mendalam

 

 

Kalau mommies berminat bikin tabungan rencana, buka saja di bank tempat tabungan reguler mommies berada. Soalnya, untuk punya tabungan rencana, nasabah harus punya tabungan reguler dulu di bank tersebut.  Misalnya di Bank Mandiri, berarti mommies harus punya Mandiri Tabungan atau Mandiri Giro.

 

Khusus di Mandiri, mommies tak hanya bisa menabung rupiah di tabungan rencana, lho, tapi juga dolar. [Baca: Investasi Tabungan Dolar: Apa Itu dan Bagaimana Cara Bermainnya?]

 

Tapi, sebelum buka tabungan rencana, tanya-tanya dulu soal mekanisme tabungan itu ke pihak bank. Gunanya, mommies paham soal aturan main tabungan rencana di bank itu. Mekanisme yang biasanya berlaku dalam tabungan rencana umumnya sebagai berikut:

 

1. Bunga

Jenis bunga yang dipakai di tabungan rencana biasanya menggunakan skema mengambang atau tetap. Kalau pakai skema mengambang, artinya besar bunga itu bisa berubah-ubah tergantung pada pasar.

 

Misalnya bulan ini bunga 1%, bisa saja diubah menjadi 0,8% pada bulan berikutnya. Kemudian bunga berubah lagi jadi 1,2% di bulan selanjutnya. Jika pakai skema tetap, bunga akan terus sama sampai periode tabungan berakhir.

 

2. Setoran

Setoran minimum tabungan rencana gak nguras tabungan reguler, kok. Biasanya cuma Rp 100 ribu per bulan.

Tapi kalau mommies sudah setuju menyetorkan Rp 100 ribu dan suatu saat ingin menyetor lebih dari itu, bisa saja. Misalnya pertama setor Rp 100 ribu, terus bulan ini Rp 400 ribu, kemudian bulan berikutnya Rp 300 ribu.

 

Nantinya target tabungan akan dihitung ulang kalau jumlah setoran diubah-ubah. Yang penting, mommies tidak menyetor kurang dari setoran minimum dan memberitahu pihak bank kalau ingin mengubah jumlah setoran.

 

Hal penting lain, pastikan dana tabungan reguler cukup untuk mekanisme autodebet per bulan. Soalnya, kalau tak cukup, mommies bisa kena denda.

 

3. Periode tabungan

Mommies bakal diminta menetapkan periode tabungan pas buka tabungan rencana. Ingat ya, sekali ditetapkan, kontrak itu wajib ditaati. Kalau narik tabungan pas periode belum selesai, ada ancaman denda sebesar 1-2% dari target tabungan. Daripada duit buat bayar denda, mending buat belanja.

 

Kemudian, begitu periode tabungan berakhir, mommies akan diberi tahu oleh pihak bank. Setelah itu, dana di tabungan rencana bakal ditransfer ke tabungan reguler. Kalau transferan gak datang-datang, tanyakan langsung ke pihak bank, mungkin ada kekeliruan.

 

4. Asuransi

Umumnya setoran  per bulan sudah memuat biaya premi asuransi kesehatan dan jiwa. Tapi mommies harus cek aturan pembayaran premi ini ke bank yang bersangkutan ya, sebelum membuka tabungan rencana di sana. Biar lebih jelas berapa preminya dan gimana pertanggungannya.

 

Dengan adanya asuransi jiwa, artinya seandainya mommies (amit-amit jangan sampai terjadi) meninggal, tabungan rencana tersebut akan tetap berlangsung hingga periode berakhir karena ditanggung bank. [Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]

 

 

Gimana mommies, tabungan rencana sangat membantu kalau moms kurang bisa berdisiplin dalam menyisihkan uang per bulan untuk suatu keperluan. Tapi jangan bandingin hasil investasi ini dengan investasi murni, ya.

 

Hasil investasi murni lebih besar tapi mekanismenya lebih rumit. Atau mungkin mommies mau investasi di tabungan rencana sambil belajar investasi murni? Gak perlu langsung belajar main saham atau reksa dana, bisa dimulai dengan investasi emas dulu. [Baca: 7 Tempat Jual Beli Emas buat Mommies yang Mau Investasi]

 

Mending belajar sedikit demi sedikit ketimbang langsung terjun ke dunia investasi yang belum dipahami sepenuhnya. Nanti niatnya cari untung bisa-bisa malah buntung.

 

 

 

Image credit:

  • http://nourishandflourishforlife.com/wp-content/uploads/2014/03/Nest-egg-6325792.jpg
  • http://cdn.tmpo.co/data/2012/10/30/id_147966/147966_620.jpg