Hemat Biaya Pernikahan Bukan Berarti Irit-irit Pengeluaran

 

‘Pernikahan enggak bakalan terlaksana tanpa ada biaya!’ Coba sebutkan apa yang enggak pakai duit ketika melangsungkan pernikahan? Buat yang sekadar nikah sederhana saja, sudah pasti pakai duit buat bayar biaya administrasi sama jasa penghulu. Iya kan?

 Yang pasti, urusan besaran modal menikah itu relatif banget. Semua tergantung sama konsep pernikahan karena itu yang menentukan besaran biaya yang dikeluarkan nanti.

 Sayangnya, banyak pasangan yang menganggap dana pernikahan sebagai pengeluaran dadakan. Alhasil, kepanikan langsung melanda begitu momen pernikahan semakin dekat waktunya. Padahal sudah paham kalau menikah itu adalah suatu keniscayaan.

 Biar tak gelagapan dihadapi dengan biaya pernikahan, sudah sewajarnya disiapkan sejak dini. Bagi kaum lajang, disarankan untuk menyiapkan biaya ini tiga tahun sebelumnya.

 Caranya dengan menyisihkan sebagian penghasilan. Kalau perlu menurunkan dulu gaya hidup biar makin gede alokasi dana yang disisihkan.

 Kenapa demikian? Ini bagian dari strategi di mana menyiapkan biaya pernikahan jauh-jauh hari bisa menghindari diri terlibat utang dengan pihak lain, misalnya ke keluarga atau bank. Lagi pula jangan sampai merasakan kebahagiaan sesaat. Hepi pas di pelaminan tapi sengsara kemudian karena memikirkan utang.

 Diskusi sama pasangan penting di sini. Betul masalah finansial itu sensitif, tapi tetap diusahakan agar terbuka. Apa saja yang perlu didiskusikan bersama pasangan?

  • Bicarakan besaran penghasilan masing-masing. Dari jumlah itu, berapa banyak yang bisa disisihkan. Kemudian susunlah rencana keuangan bersama dari jumlah yang tadi disisihkan.
  • Singgung juga apakah ada utang yang jadi tanggungan. Misalnya kartu kredit, kredit kendaraan, KTA (kredit tanpa agunan), dan sebagainya. Membicarakan utang ini penting agar tak menjadi persoalan di kemudian hari yang bisa memberatkan pasangan.
  • Kenali apakah pasangan punya jiwa hemat atau boros. Bila ternyata boros, ada baiknya mencari solusinya.
pasangan berdiskusi
Berdiskusi dengan pasangan menjadi hal yang pertama dalam menganggarkan biaya pernikahan.

  

Berikutnya, barulah menjadikan besaran biaya pernikahan itu sebagai tujuan perencanaan keuangan. Estimasikan berapa kebutuhan dana untuk melangsungkan pernikahan.

 Nah, biar mudah menentukan berapa jumlah dananya adalah mesti menghimpun informasi yang up-to-date tentang segala sesuatu yang dibutuhkan serta perkiraan biaya saat ini. Jangan malas untuk mencari tahu. Tanya teman yang sudah melangsungkan pernikahan.

1. Hitung berapa “JUMLAH KEPALA” yang akan hadir

Tamu yang hadir itu sangat menentukan kapasitas tempat, proporsi catering, jumlah undangan yang dicetak, souvenir yang diperlukan, dan tetek bengek lainnya. Rumus menentukan jumlah kepala yang hadir biasanya adalah jumlah undangan dikali dua. Sudah jadi kebiasaan kalau tamu undangan itu bawa pasangannya masing-masing.

2. Estimasi biaya sewa gedung

Opsi menyewa gedung biasanya dipilih lantaran tak memungkinkan menyelenggarakan pernikahan di rumah. Bisa karena faktor lokasi yang sulit dicapai, rumahnya sempit, dan lain sebagainya. Bila sudah mengambil opsi ini, segeralah mencari informasi kisaran sewa gedung.

3. Biaya paket pernikahan

Paket di sini misalnya dekorasi, make up, baju penganten dan pengiring, hiburan, fotografi, souvenir, dan lain sebagainya. Temukan paket pernikahan yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

 

merencanakan pernikahan
Tulis semua rencana pernikahan dengan detail dari yang pokok sampai yang remeh temeh.

4.Biaya perintilan

Biaya ini diperlukan untuk kebutuhan yang tak terduga. Misalnya saja transport penghulu, kehadiran sanak saudara dari jauh yang butuh penginapan, dan lain sebagainya. Anggap saja dana perintilan ini sebagai dana taktis.

Biar dana tak membengkak, ada beberapa strategi untuk menekannya, antara lain:

  • Gelar pesta pernikahan di rumah bila memungkinkan. Atau bisa pula memanfaatkan tanah lapang tak jauh dari rumah
  • Minta bantuan keluarga dan tetangga bergotong royong memasak dan menyediakan hidangan untuk tamu undangan
  • Satukan acara prosesi akad nikah dengan resepsi. Selain waktu jadi ringkas, cara ini bisa menekan biaya catering dan tata rias
  • Sebarkan kartu undangan untuk orang-orang khusus saja. Sementara untuk teman-teman bisa lewat SMS atau lewat aplikasi pesan di smartphone
  • Cukup sekali gelar resepsi bila dana terbatas. Tak perlu memasakan unduh mantu lagi.

Intinya sih, konsep pernikahan itu tergantung dari anggaran yang ada, bukan sebaliknya. Terus yang terpenting, melangsungkan pernikahan itu bukan berarti mesti kaya dulu atau dapet jodoh orang tajir. [Baca: Kriteria Memilih Suami Masa Kini]

Masak yang kerja sebagai bartender, pelayan toko, dan sejenisnya, dengan gaji sedikit di atas upah minimal regional (UMR) atau Rp 2,5 juta lewat dikit enggak bisa nikah? Salah itu!

Image Credit:

  • http://static.pulsk.com/images/2014/10/13/543b866923d29_543b8669260a9.jpg
  • https://pramareola14.files.wordpress.com/2012/10/pmcu-prodia-2.jpg