Hei Moms, Begini Caranya Memilih Babysitter yang Tepat

Wah si kecil sudah lahir. Selamat ya! Sekarang sudah jadi orangtua nih.

Buat suami-istri yang berkarier, sekarang waktunya kamu dan pasangan memikirkan cara merawat sang buah hati. Apalagi kalau istri sudah habis masa cuti melahirkannya. Ketika harus kembali bekerja, siapa yang akan menjaga anak?

Menitipkan anak ke orangtua atau mertua mungkin menjadi pilihan utama dan yang paling ideal. Tapi bagaimana kalau ini tidak memungkinkan? Misalnya, orangtua sudah sakit-sakitan atau tinggalnya jauh di luar kota. Apa iya harus berhenti bekerja demi merawat si kecil?

Coba dipertimbangkan dulu untuk menyewa jasa babysitter atau pengasuh anak.

Meski demikian, sebelum memutuskan untuk mempekerjakan babysitter, kamu perlu tanyakan dulu ke diri sendiri apakah benar-benar butuh? Apakah kondisi finansial memungkinkan? Mengingat jasa babysitter itu gak murah lho, bisa sampai Rp 2,5 jutaan sebulan.

Kalau sudah yakin perlu dan sanggup mempekerjakan babysitter, baru selanjutnya kamu harus memastikan bahwa babysitter yang kamu pekerjakan merupakan yang terbaik. Bagaimana caranya? Lakukan saja 4 langkah berikut ini:

1. Pilih babysitter dari penyalur yang terpercaya

Jangan sepelekan agen penyalur tenaga kerja babysitter ini. Sekarang agen-agen penyalur pun punya website pemasaran yang bisa kamu periksa.

memilih babysitter yang tepat
Pilih yang terpercaya jangan yang gak jelas (jasa penyalur terpercaya/love and care babysitter)

Jangan cuma cermati situsnya moms, tapi telusuri rekam jejaknya. Usahakan untuk memilih penyalur dengan badan usaha yang jelas. Cari tahu soal surat izin usahanya dengan jelas, dan pastikan mereka siap menanggapi segala keluhanmu.

Kalau penyalurnya aja gak jelas, bagaimana kamu bisa tahu si babysitter itu adalah orang yang tepat dan terpercaya. Belum lagi kalau si babysitter-nya bermasalah, apa mereka siap untuk tanggung jawab?

2.Pastikan babysitter yang kamu pilih berpengalaman dan memiliki sertifikasi

Ketika hendak memilih babysitter-nya, pilih yang berpengalaman dan punya sertifikasi. Lebih baik lagi jika ia juga memiliki surat rekomendasi.

Mengapa demikian? Karena tugas babysitter gak hanya momong bocah biar gak rewel. Dia juga yang setiap hari akan bersama buah hatimu, dan sudah sepantasnya dia menguasai beberapa keterampilan, berpendidikan, dan beretika positif.

memilih babysitter yang tepat
Setiap hari dia yang menemani anakmu, makanya jangan asal pilih ya(bermain dengan anak/cara cicak)

Kalau si babysitter-nya temperamen dan sering berkata kasar, efeknya akan sangat buruk terhadap anakmu. Bisa-bisa si kecil jadi berperilaku kasar dan tidak sopan karena meniru tingkah laku si babysitter. Hal ini pun bakal menimbulkan dampak psikis yang kurang baik juga baginya.

3. Lakukan rekam jejak si babysitter lewat wawancara

Sama halnya ketika kamu mau bergabung dalam suatu perusahaan, kamu juga harus mewawancarai si babysitter sebelum menerimanya sebagai asistenmu dalam merawat anak. Walaupun punya sertifikasi dan surat rekomendasi, mintalah ia bercerita seputar pengalaman kerjanya.

Dan penting juga untuk melakukan kroscek dengan mengontak mantan majikannya, dan bertanya seputar kinerjanya. Cari tahu soal kekurangan dan kelebihan si babysitter, agar kamu tahu betul reputasi dan cara kerja babysitter.

4. Periksa SKCK si babysitter

memilih babysitter yang tepat
Gak punya SKCK? suruh bikin aja. Cepet kok bikin SKCK (skck/Kararatih)

Gak cuma sopir taksi, driver online, atau satpam saja yang butuh Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), babysitter pun perlu. Hal ini ditujukan untuk mengetahui riwayat kejahatan seseorang.

Periksa SKCK-nya dengan saksama, apakah masih berlaku atau tidak. Jika sudah tidak berlaku, mintalah untuk memperpanjang SKCK, sebagai syarat bekerja di rumahmu. SKCK memang penting mengingat maraknya kasus kejahatan di lingkungan rumah, seperti pencurian barang atau tindak kriminal lainnya.

Jadi kesimpulannya, memilih babysitter itu bukan hal yang sepele. Banyak yang perlu dipertimbangkan secara hati-hati dan teliti. Pastinya gak mau dong anakmu jatuh ke tangan orang yang tidak tepat? Makanya, cerdas dan tetap waspada ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Berapa Sih Biaya Membesarkan Anak dan Gimana Cara Menekannya?]

[Baca: Hey Moms, Ini 5 Cara Jitu Menghadapi Anak yang Hobi Minta Mainan]

[Baca: Cara Cerdas Investasi Emas untuk Pendidikan Anak]