Hati-hati Terjebak Label Makanan Organik, Kenali Ciri-cirinya

 

Akhir-akhir ini makanan organik populer di sana-sini sebagai makanan yang menyehatkan dan lebih bergizi ketimbang makanan non-organik. Padahal anggapan itu tak sepenuhnya benar loh!

Menurut meta-analisis Henry I. Miller, pakar biologi dari Stanford University dan pendiri Office of Biotechnology di US Food and Drug Administration, nutrisi buah dan sayuran organik tak ada bedanya dengan buah dan sayuran biasa. Bahkan bakteri yang bikin orang diare masih ditemukan di bahan pangan organik.

Selama ini makanan organik digadang-gadang lebih menyehatkan karena bebas pestisida. Nyatanya, tinggi-rendahnya pestisida tidak mempengaruhi kandungan gizi suatu makanan.

Tapi banyak yang telanjur percaya adanya label makanan organik memastikan produk itu lebih menyehatkan. Bahkan sejumlah mahasiswa  University of Michigan tertipu karena mengira kue yang diberi label makanan organik mengandung gula lebih sedikit daripada yang tak diberi label. Padahal kandungan gula kedua jenis kue yang diberikan kepada mereka itu sama persis.

Anggapan inilah yang sering hinggap di pikiran para mommies yang berbelanja di supermarket tiap awal bulan. Mereka lebih memilih beragam produk organik, dari beras, ayam, sayur, buah, sampai bumbu dan mi.

Karena percaya keluarganya bakal lebih mendapat banyak gizi kalau itu yang dikonsumsi, para mommies jadi rela merogoh kocek dalam-dalam buat membeli produk organik yang harganya memang lebih mahal daripada produk non-organik.

Tapi jangan langsung ketir dulu. Walau gizi produk organik tak sebanyak yang diomongkan orang, duit yang dikeluarkan untuk menebus produk ini tak lantas sia-sia.

 

Saat ini supermarket-supermarket menyajikan makanan yang dijual dengan label organik
Saat ini supermarket-supermarket menyajikan makanan yang dijual dengan label organik

Sebab, makanan organik tak mengandung pestisida. Zat pestisida bisa menyebabkan kanker dan bayi lahir cacat. Karena itu, dengan memilih makanan organik, kita bisa lebih memastikan kesehatan keluarga.

Ciri-ciri produk organik

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah makanan yang diberi label organik itu pasti dihasilkan lewat proses yang benar-benar organik? Sayangnya, jawabannya tidak.

Untuk memastikan keorganikan makanan itu, lihat ciri-cirinya dengan cara berikut ini:

1. Periksa label

Kita harus selalu memeriksa label sebelum membeli bahan pangan, apalagi buat keluarga. Makanan bisa disebut organik jika minimal 90 persen mengandung bahan alami. Jadi, kalau di label itu masih ada tertulis bahan kimia yang banyak, sebaiknya urungkan niat membelinya walau ada stempel organik.

2. Cek sertifikasi

Produk organik wajib melewati pemeriksaan badan sertifikasi. Di Indonesia, ada sertifikat label makanan organik Bio Cert yang diterbitkan Kementerian Pertanian. Kalau dari Amerika, ada sertifikat dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

3. Perhatikan tampilan

Penampilan produk organik seperti buah dan sayur tak bisa diakali. Sayur dan buah organik lebih berwarna cerah dan segar dan tidak mengkilap. Dan kalau Anda menemukan lubang-lubang bekas gigitan ulat, itu artinya sayur atau buah itu bebas pestisida, karena ulat ogah memakan bahan pangan yang terpapar pestisida.

Konsep organik

Konsep pertanian organik adalah mengembalikan segala jenis bahan organik ke tanah, seperti residu atau limbah tanaman dan hewan. Bahan organik ini membuat tanah subur, dan nantinya tanah yang subur ini akan membuat tanaman tumbuh lebih baik.

Jadi, pertanian organik tak boleh menggunakan bahan kimia, seperti pupuk kimia atau pembasmi hama buatan pabrik. Sebab, pemakaian bahan kimia merusak alam.

 

Pertanian organik konsepnya bebas kimia
Pertanian organik konsepnya bebas kimia

Pertanian organik bertujuan membangun ekosistem yang baik untuk manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan. Karena itu, dengan mengkonsumsi makanan organik, secara tidak langsung kita telah ikut melestarikan alam.

Itu artinya ada dua manfaat yang kita peroleh dari mengkonsumsi produk dengan label organik. Pertama kita bebas dari bahaya pestisida. Kedua kita membantu keberlangsungan bumi agar bisa dinikmati anak-cucu kita.

Image credit:

  • http://kabarinews.com/wp-content/uploads/2013/03/Makanan-organik.jpg
  • https://gratiapanduutami.files.wordpress.com/2011/12/sdc14047.jpg