Hati-Hati Saat Beli 8 Barang Ini, Emang Butuh atau Cuma Pengin?

“Mirna, sejak kapan kamu pakai kacamata?” tanya Ratih tiba-tiba ke rekan kerjanya, Mirna.

Mirna yang dipanggil serta merta menoleh dan memamerkan kacamatanya, “Lucu? Ini cuma kacamata gaya aja, kemarin lihat di online shop lagi diskon. Aku beli 2 lho, hehehe.”

Pernah ngelakuin seperti yang Mirna lakuin di atas gak? Tanpa sadar, kita sering lho mengatasnamakan “kebutuhan” demi bisa memiliki sesuatu yang kenyataannya hanyalah keinginan belaka.

Coba telaah lebih dalam lagi yuk, sebenarnya barang-barang yang kita beli itu memang dibutuhkan atau cuma pengin? Delapan barang di bawah ini suka rancu antara kebutuhan atau keinginan lho.

1. Kacamata dan contact lens

Awalnya, kacamata memang diciptakan buat membantu mereka yang memiliki gangguan penglihatan. Seiring waktu, kacamata jadi bagian dari gaya hidup. Banyak yang menggunakan kacamata sebagai aksesori fashion agar terlihat lebih keren. Bahkan gak sedikit yang punya ratusan koleksi kacamata buat bergaya.

Beda halnya kalau mata memang mengalami gangguan penglihatan. Pekerjaan jelas bisa terganggu dan bahkan bisa memungkinkan kesalahan jadi sering terjadi.

butuh atau cuma pengin
Om, tante, kacamata aku keren kan hehehe (Anak Kecil Berkacamata / sigambar)

Mengeluarkan uang buat beli kacamata sebagai alat bantu penglihatan dalam situasi seperti ini sudah pasti masuk dalam kategori kebutuhan. Tapi kalau beli kacamata cuma buat gaya sih, mending gak usah deh.

2. Kendaraan

Kehidupan di kota besar menuntut kecepatan, kenyamanan, dan keamanan, khususnya saat harus bepergian. Transportasi umum belum bisa terlalu diandalkan, terutama bagi yang mobilitasnya tinggi. Salah satu solusi yang dipilih tentu adalah membeli kendaraan pribadi.

Fasilitas kredit kendaraan yang makin mudah juga bikin banyak orang jadi tergiur dan latah ambil kredit kendaraan. Padahal, harga kendaraan itu gak murah, dan perlu pertimbangan serta kesiapan finansial sebelum memutuskan untuk membelinya.

Kalau kondisi finansial mumpuni dan lokasi kantor memang lebih mudah diakses dengan kendaraan pribadi, tentu sah-sah aja keluar uang untuk kebutuhan ini. Tapi kalau cuma buat gengsi, apalagi kantong pas-pasan, gak perlu dipaksakan juga. Kendaraan pribadi itu adalah kebutuhan tersier lho, bukan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan.

3. Gadget

Zaman modern kayak sekarang, gadget memang sudah jadi benda yang kerap disebut sebagai kebutuhan. Fungsinya gak lagi hanya untuk komunikasi, tapi juga untuk bermain media sosial, belanja online, sampai cari jodoh.

Gadget, mulai dari telepon selular (ponsel), tablet, sampai laptop memang dibutuhkan bagi sebagian orang. Tapi banyak juga yang berpikir kalau memiliki gadget terkini itu penting walaupun sebenarnya gak butuh-butuh banget.

Nah, pemikiran kayak gini yang bikin penjualan gadget di Indonesia subur. Orang-orang berlomba buat mendapatkan gadget terbaru cuma karena mengikuti tren atau mempertahankan gengsi.

butuh atau cuma pengin
Kalau sudah asyik dengan gadget ya cuekin aja yang lain! (Menggunakan Gadget / ayomaju)

Beli gagdet boleh kok, tapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan ya. Kalau emang cuma butuh ponsel buat telfonan atau chatting, gak perlu beli yang harganya selangit dengan fitur-fitur kelewat canggih, kan?

4. Kamera

Buat seseorang yang berkecimpung di industri fotografi, kamera memang sudah jadi suatu kebutuhan. Apalagi kalau sudah masuk ke ranah yang profesional. Pastinya butuh hasil yang maksimal demi kepentingan performa kerja.

Jika beli kamera mahal hanya karena iseng atau karena lagi ada diskon, itu sih bukan cuma keinginan konsumtif, tapi juga sikap belanja impulsif. Ingat, harga kamera digital gak bisa dibilang murah lho!

5. Jam tangan

Time is money. Setiap kegiatan harus diatur waktunya agar kehidupan bisa seimbang antara bekerja dan bersenang-senang. Nah, jam tangan bisa jadi salah satu alat bantu yang mengingatkan kita betapa pentingnya manajemen waktu.

Tapi banyak juga lho yang jadi kecanduan beli jam tangan buat koleksi atau mendongkrak gengsi. Belinya pun gak tanggung-tanggung, sampai seharga jutaan rupiah. Nah, kalau ini sih jelas beli karena pengin.

Sebab, kalau emang beli jam tangan karena butuh, yang penting fungsinya, kan? Gak perlu beli yang bermerek atau keren, yang utama adalah jamnya bisa jadi petunjuk waktu.

6. Perlengkapan olahraga

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi kesehatan badan harus dijaga dong. Saat rutinitas tinggi, kebutuhan akan stamina yang fit jadi sebuah kebutuhan. Gak mau kan jor-joran dengan pekerjaan dan rutinitas sampai jatuh sakit? Ujung-ujungnya biaya perawatan jadi bengkak.

Kalau merasa harus punya perlengkapan olahraga di rumah buat aktivitas jasmani boleh-boleh saja asal gak berlebihan. Toh, kita bukan olahragawan atau atlet. Gak perlu lah sampai beli treadmill sendiri. Kan masih bisa lari keliling komplek rumah.

7. Peralatan elektronik

Rumah pasti ada isinya. Yang umum sih ada televisi, music player, lemari pendingin alias kulkas, dan pendingin ruangan alias AC. Tapi banyak juga yang latah beli ini-itu yang sebenarnya ga dibutuhin juga.

butuh atau cuma pengin
Beli aja sekarang pak, mumung lagi diskon 50 persen lho! (Peralatan Elektronik / ralali)

Misalnya audio system yang canggih padahal gak doyan nonton atau oven besar tapi gak pernah masak. Nah, yang kayak gini yang bahaya. Cuma karena lapar mata, akibatnya kantong juga jadi merana kan?

8. Peralatan rumah tangga

Emang sih yang namanya perempuan paling gak tahan kalau lagi jalan-jalan ke toko peralatan rumah tangga yang besar dan lengkap. Mata pasti langsung berbinar lihat yang unik dan lucu-lucu, apalagi kalau ditambah papan bertuliskan “SALE”.

Kalau sudah begini, biasanya langsung masukin keranjang deh tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu apakah butuh atau cuma lapar mata. Misalnya lihat ada jemuran handuk lipat model baru langsung dibeli, padahal di rumah sudah punya satu. Boros dong jadinya.

Gimana nih, apa sudah mulai mengevaluasi barang-barang yang ada di rumah? Mulai sekarang coba lebih bijak saat akan membeli sesuatu. Jika memang benar-benar punya fungsi yang bisa membantu aktivitas sehari-hari dan sesuai dengan kemampuan finansial, silakan saja.

Tapi sebisa mungkin hindari membeli sesuatu secara impulsif alias gak ada alasan khusus. Alasannya cuma pengin beli aja, titik. Mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan dong buat masa depan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Ini Solusi Buat yang Merasa Sebagai Seorang Pembeli Impulsif]

[Baca: Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu Sebelum Membeli Barang Diskonan]

[Baca: Beli Barang Juga Ada Aturannya Kalau Gak Mau Uang Habis Terus]