Hati-Hati, Investasi Bodong Tidak Bisa Dihentikan

Investasi bodong di Indonesia masih sangat sulit diberantas. Besarnya wilayah Indonesia, hingga minimnya pengetahuan terhadap investasi menjadi penyebab utamanya.

Table Of Content [ Close ]

Masyarakat di berbagai wilayah masih banyak tertipu dengan iming-iming imbal hasil investasi yang tinggi dan menggiurkan. Padahal sangat beresiko dari sisi legalitas hingga keamanan dana nasabah.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sardjito mengatakan, sebagai regulator pihaknya sulit menghentikan investasi bodong di Indonesia.

“Apakah OJK bisa berantas investasi bodong? Tidak bisa. Karena ruang di negara ini begitu besar. Yang bisa kita lakukan adalah edukasi yang gencar ke masyarakat,” ujarnya di Hotel Aston Kuningan, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Dengan demikian, pihaknya sebagai regulator tak henti-hentinya melaksanakan edukasi kepada masyarakat. Hal ini agar tidak menjadi korban investasi bodong yang kini marak berkeliaran.

Tak Melulu Orang Desa

Menjadi korban investasi bodong (Ilustrasi).

“Harus diperhatikan kalau ada yang menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi. Jangan sampai ketinggian,” ungkapnya.

Sebab, banyak korban dari praktik investasi ilegal di Indonesia bukan hanya dari kalangan masyarakat desa ataupun golongan pendidikan rendah. Tak jarang korban investasi bodong juga berasal dari masyarakat perkotaan, dan juga memiliki latar belakang pendidikan tinggi.

“Banyak orang yang kena dan jadi korban termasuk bankir hingga Angkatan Laut,” kata Sardjito.

Dalam melihat penawaran investasi, masyarakat juga perlu lebih teliti dalam hal legalitas perusahaan investasi. Apakah perusahaan dan produk investasinya terdaftar dan diawasi atau tidak oleh OJK.

Selain itu, diharapkan masyarakat juga tidak takut untuk melaporkan kejadian ataupun kegiatan investasi ilegal. Sebab, dengan melaporkan dapat meminimalisir korban yang bertambah ataupun pihak regulator bisa langsung menghentikan kegiatan investasi yang melanggar hukum.

“Investasi bodong ini banyak yang pernah jadi korbanĀ tapi gak mau ngomong. Kalau ada yang janjikan penawaran yang tinggi this is to good to be true,” jelasnya.

Oleh karena itu, sebelum berinvestasi ada baiknya kamu pelajari dulu legalitas dan detil produknya. Jangan mudah percaya kepada iming-iming atau janji manis yang belum tentu berbuah hasil ya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah