Harga Pertalite Naik Jangan Ngoplos Bensin, Ruginya Banyak!

Harga Pertalite yang naik pasti bikin banyak orang niat pakai bensin campuran alias oplos aja. Lumayan banget uang yang bisa dihemat kalau kita campur Pertalite dengan Premium.

Tapi hati-hati lho. Soalnya kamu bisa-bisa malah rugi. Waduh, kok bisa? Padahal kan yang dicampur sama-sama bensin? Gini, dengan pakai bensin oplosan, kamu sebetulnya sedang mengacaukan sistem pembakaran kendaraanmu secara perlahan.

Pengin tahu apa akibat keseringan nyampur bensin yang jenisnya berbeda? Simak deh ulasannya di bawah ini.

[Baca: 7 Tempat Terbaik di Jakarta untuk Beli Sparepart Mobil Murah]

1. Ruang bakar kotor

harga pertalite
Kalau kotor ya gak boleh lupa untuk dibersihkan (Kompas)

Salah seorang guru besar Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, bilang kalau campuran Premium dengan varian bensin yang lain bisa menurunkan kadar aditif dan deterjen bensin. Ini bisa menyebabkan ruang bakar malah jadi kotor.

Bensin yang kadar oktannya tinggi seperti Pertalite dan Pertamax punya kandungan deterjen yang bisa membersihkan ruang bakar dari deposit. Tapi, Premium yang kadar oktannya rendah sekaligus kadar sulfurnya masih tinggi gak punya kandungan itu. Kalau terus dicampur, yang ada efek pembersih itu jadi netral alias hilang.

2. Makin boros BBM

harga pertalite
Bensin boros kantongpun jebol (Metrotvnews)

Jika kadar deposit tinggi, maka penumpukan deposit itu bisa menyebabkan kerak di ruang bakar. Efek yang bisa muncul adalah boros bahan bakar. Soalnya kalau ada kotoran di ruang bakar, proses pembakaran bakal gak sempurna.

Kalau makin boros ujung-ujungnya pengeluaran makin besar, kan? Padahal tadinya mau irit.

[Baca: Mobil Boros Bensin? Mungkin Kamu Lakukan 5 Kesalahan Mengemudi Ini]

3. Performa mesin menurun hingga jadi knocking

harga pertalite
Performa mesin turun, mesin jadi ngelitik (Merdeka)

Salah seorang staf Pertamina bilang kalau masing-masing bahan bakar punya karakteristik yang berbeda, gitu juga dengan kandungan sulfurnya.

Kalau motor kamu cocoknya pakai Pertalite tapi akhirnya kamu pakai Premium, yang ada performa mesin menurun, sampai akhirnya mengalami gejala knocking alias gelitik. Gejala ini juga bisa terjadi kalau kamu pakai bensin oplosan.

Kalau dibiarkan, bakal ada kerusakan di komponen lain. Ujung-ujungnya kamu harus overhaul mesin yang biayanya mahal banget, sekitar Rp 600 ribuan.

Itu pun baru jasanya lho, belum lagi kalau ada pergantian komponen. Bisa-bisa tembus Rp 1 juta lebih.

Pro-kontra ngoplos bensin

Walaupun para ahli bilang kalau oplos bensin itu bahaya, tapi ada juga mekanik yang bilang kalau itu sah-sah aja. Tapi syaratnya, itu gak dilakukan melulu.

Ada juga yang bilang kalau oplos bensin sebetulnya aman dilakukan asal ke depannya kamu terus gitu. Sekalinya kamu ganti pakai bensin biasa, maka performanya jadi gak maksimal.

[Baca: Sering Bawa Mobil? Berikut 6 Tips Hemat BBM Ala DuitPintar]

Gimana, udah tahu kan kerugian oplos bensin? Mulai sekarang jangan coba-coba deh, meski ada pendapat yang bilang itu gak bakal bikin mesin kamu rusak.

Terus gimana dong cara mengatasi harga Pertalite yang naik? Ya belajar deh buat ngirit bensin. Caranya banyak kok, bisa dimulai dengan gak mengemudi ugal-ugalan.