Harbolnas Sebentar Lagi, Ini Tips Agar Gak Kalap Belanja Online

Event tahunan Hari Belanja Online Nasional atau yang dikenal dengan Harbolnas akan dilaksanakan lagi pada 12 Desember 2018.

Banyak masyarakat yang menunggu event tahunan ini untuk berbelanja dengan potongan harga yang besar hingga promo gratis ongkos kirim dan cicilan nol persen.

Akan tetapi, patut diwaspadai bagi yang memiliki ketertarikan berlebihan atau keranjingan belanja online. Untuk itu jangan tergiur dengan segala macam tawaran yang meningkatkan minat belanja online.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan, agar tak berlebihan dalam belanja online sebaiknya buat daftar kebutuhan bulanan. Sebab, jika seseorang telah mendapatkan gaji atau penghasilan dari bisnis penting hukumnya membuat daftar pengeluaran bulanan.

“Dari list tersebut bisa kita filter lagi mana yg benar-benar dibutuhkan dan mana yang kurang dibutuhkan. Dari list yang benar-benar dibutuhkan bahkan bisa di filter lagi mana yang harus dipenuhi segera dan mana yang masih bisa menunggu,” kata Andi kepada Moneysmart.id.

Menurutnya, dengan daftar kebutuhan tersebut maka seseorang akan mengetahui sekali prioritas pengeluarannya dibandingkan harus belanja online secara berlebihan.

“Perkara mau belinya online atau offline terserah saja. Karena terkadang belanja online membantu kita mendapatkan barang-barang dengan harga lebih murah ataupun yang susah dicari di toko offline,” jelas Andi.

Shutterstock
Belanja Online (Shutterstock)

Sementara itu, jika belanja online telah menjadi kebiasaan setiap bulan dan hampir mengganggu harus keuangan setiap bulan maka harus dibuat akun atau rekening khusus belanja online.

“Pada kondisi ekstrim tidak bisa mengendalikan diri untuk belanja, hal tersebut bisa dilakukan. Atau bisa juga dengan menutup kartu kredit kita yang sering digunakan untuk belanja online,” paparnya.

Unistall Aplikasi Marketplace

Shutterstock
Ilustrasi Marketplace (Shutterstock)

Namun demikian, bila memang kebiasaan belanja online telah mengganggu keuangan setiap bulan, maka diperlukan tindakan atau menghapus aplikasi marketplace.

Hal ini bisa dilakukan agar aktivitas melihat-lihat toko online hingga promo-promo yang digencarkan marketplace dapat berkurang intensitasnya.

“Cara lain adalah dengan uninstall aplikasi-aplikasi marketplace ataupun unfollow akun pedagang online. Semua itu tujuannya agar kita tisak tergoda untuk belanja barang-barang yang sebenarnya bukan prioritas untuk dibeli,” kata Andi.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah