Hal-hal Mendasar tentang Asuransi Rumah

Rumah adalah istana yang harus dijaga. Bahkan, rumah adalah adalah harta benda paling bernilai dalam kehidupan manusia. Selain termasuk dalam kebutuhan primer, nilai pembelian rumah juga relatif lebih tinggi ketimbang barang kebutuhan yang lain.

 

Rumah jadi kebanggaan sekaligus tempat bernaung di segala musim, baik hujan maupun panas. Orang akan bangga ketika menerima anggota keluarga, kerabat maupun relasi di rumah hasil jerih-payah bekerja. Ibarat pepatah, rumahku, istanaku.

 

Untuk itulah rumah juga sudah selayaknya mendapatkan perlindungan. Secara kontinyu dan terjadwal, sang empunya rumah sebaiknya mencadangkan anggaran perbaikan.

 

Setiap sebelum musim hujan, anggaran perbaikan rumah itu biasanya berguna untuk memperbaiki atap rumah atau pun hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Talang air dan solar roof di atas garasi mobil misalnya. DuitPintar.com juga telah mengulas tips mempersiapkan dana cadangan yang sangat bermanfaat bagi Anda.

 

Namun, pemilik rumah juga harus mengantisipasi musibah yang terjadi, yang dapat menimpa rumah dan segala isinya. Bahaya kebakaran, banjir atau bahkan angin topan bias sewaktu-waktu memporak-porandakan rumah istana kesayangan.

 

Di situlah asuransi rumah akan bekerja. Yang patut dicatat, si pemilik rumah juga harus memahami sebelumnya dan tentu saja menjadi salah satu klien yang mengasuransikan istana kesayangan. Sudah lumrah sebuah perusahaan asuransi memberikan perhitungan permil agar klien tak terbebani premi yang besar.

 

Sebagai gambaran, ketika seseorang membangun rumah seluas 200 meter persegi, dengan biaya Rp 750 juta, biaya pembangunan per meter persegi adalah Rp 3,75 juta. Nilai ini yang jadi dasar pertanggungan dari pihak asuransi rumah.

 

Selain itu isi dari keseluruhan rumah juga bisa menjadi tambahan pertanggungan asuransi. Perhitungannya adalah, jika harta benda senilai Rp 150 juta, total nilai pertanggungan asuransi rumah adalah Rp 900 juta.

 

Berapakah premi yang harus dibayar klien per bulan? Sekitar Rp 1,35 juta per tahun untuk tingkat bunga premi asuransi rumah 1,5 permil. Terhitung terjangkau jika pemilik rumah sudah berkomitmen untuk mencadangkan Rp 150.000 per bulan. Bahkan, ada perusahaan asuransi yang memulai paket premi ekonomis mulai dari Rp 100.000 per tahun.

 

Tapi, apa saja yang umumnya akan jadi pertanggungan asuransi ketika suatu saat rumah Anda tertimpa musibah? DuitPintar.com akan berusaha memberikan beberapa klausul yang biasanya jadi pertanggungan pihak perusahaan penyedia asuransi rumah.

 

1. Kebakaran dan ledakan

Musibah kebakaran bisa menjadi sumber musibah yang membuat perusahaan asuransi harus membayarkan klaim dari klien, tentu saja setelah sejumlah persyaratan dipenuhi, seperti hasil laporan dan berita acara dari pihak kepolisian. Foto-foto pendukung kejadian juga menjadi syarat pengajuan klaim, tergantung dari klausul-klausul perjanjian antara pihak asuransi.

 

Bukan hanya itu, rumah yang tertimpa pesawat, rusak terkena sambaran petir, ledakan hingga tertabrak kendaraan juga bisa membuat perusahaan asuransi membayar klaim dari kliennya. Jumlahnya tentu saja sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan sebelumnya.

 

2. Kerusuhan atau huru-hara

Poin ini juga bisa menjadi alasan klaim klien kepada pihak penyedia asuransi rumah. Bahkan kerusakan karena pemogokan dan perbuatan jahat orang (pencurian dan atau perampokan) bisa membuat perusahaan asuransi mengucurkan ganti rugi kepada klien.

 

Intinya, setiap klien seharusnya cermat membaca setiap klausul dari pihak asuransi, sebelum menandatangani kesepakatan tertulis. [Baca: Mengenal Jenis dan Pentingnya Asuransi Properti]

 

3. Bencana alam

Musibah akibat bencana alam tentu saja jadi tanggungan perusahaan asuransi rumah. Bencana alam itu seperti banjir, badai, angin topan, kerusakan karena air, tanah longsor, dan tanah amblas.

 

Bencana banjir dan tanah longsor yang tengah marak di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia akan menjadi tanggung jawab pihak asuransi, jika si pemilik memang telah meneken kesepakatan bisnis tertulis sebelumnya.

 

4. Hal lain yang harus Anda ketahui

Kalau si pemilik rumah terpaksa mengungsi karena rumahnya tertimpa musibah seperti yang tercantum dalam perjanjian tertulis dengan pihak asuransi, dia akan mendapatkan pertanggungan sebesar seperti yang tertera dalam klausul perjanjian. Misalnya si pemilik rumah harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu karena rumahnya kebanjiran, asuransi akan mengkover biaya pertanggungan tersebut.

 

Bahkan ada beberapa perusahaan asuransi yang melindungi si empunya rumah dari gugatan balik. Kasus itu marak terjadi jika rumah yang diasuransikan kemudian menjadi sengketa atau tergusur oleh pemerintah daerah setempat.

 

Perusahaan asuransi biasanya juga menanggung pertanggungan biaya kematian dan biaya pengobatan, pihak klien tertanggung dan relasi atau kerabatnya, mulai dari pasangan, anak-anak atau tamu yang tengah berada di dalam rumah saat bencana terjadi.

 

Itulah beberapa hal yang seharusnya Anda ketahui sebelum bijaksana mencadangkan dana per tahun untuk melindungi aset paling berharga, rumahku, istanaku. Nantikan tips dan artikel lain yang tentunya akan membuka wacana Anda tentang keuangan, dari DuitPintar.com.