Hal-hal Kecil Rutin yang Bawa Dampak Besar Buat Kantong

Bukan sekadar nyarinya aja yang susah, ngumpulinnya pun enggak kalah sulitnya. Itulah duit. Yang aneh, habiskannya kok gampang banget. Enggak usah dalam hitungan hari deh, hitungan menit aja bisa lenyap tuh.

Situasi ini kadung dialami banyak orang. Susah-susah datengin duit tapi perginya kok semudah balikkan telapak tangan.

Enggak usah bawa-bawa tuyul sebagai biang keladi lenyapnya duit. Mending bercermin dulu karena duit itu pergi bukan tanpa alasan. Pasti ada penyebab yang membuat dia enggak lama-lama menghuni dompet.

Lebih baik dirunut kemana aja duit itu pergi. Kebanyakan berpangkal dari hal-hal kecil yang rutin tapi berdampak besar sama kantong. Bisa jadi hal-hal kecil tapi rutin itu sumber bocor halus yang enggak disadari.

Coba dicek di bawah ini siapa tahu jadi penyebab bocor halus yang buat kempis dompet.

1. Mampir ke minimarket tanpa bawa kantong

Coba dihitung berapa frekuensi belanja ke minimarket? Kalau susah mengingat-ingat, bisa jadi lumayan sering. Ketika rutin bolak-balik ke sana tapi enggak persenjatai diri sama kantong belanjaan, siap-siap kena charge tambahan.

bawa dampak besar
Cuma mau beli sabun, eh kok jadi borong hehehe (Minimarket / dietkantongplastik)

Seiprit sih charge-nya. Kena Rp 200 per kantong plastik belanjaan. Sekali dua kali sih sepele, coba kalau diakumulasikan bakal terkaget-kaget lihat totalnya.

2. Bayar parkir

Zaman sekarang sekali parkir enggak cukup Rp 2000. Minimal mesti siapkan ceban. Yang ngeselin lagi, pengelola parkir sesuka hati bikin aturan pengenaan. Misalnya tetapkan tarif Rp 4.000 buat dua jam pertama. Mau parkir cuma sedetik, tetap aja kena segitu.

Itu baru satu tempat lho. Lha kalau harus pergi ke beberapa titik di mana pengelola parkirnya kompakan bikin aturan seperti di atas, hitung sendiri berapa duit yang dikeluarkan.

3. Uang lelah

Biasanya sesaat sebelum jam makan siang, office boy sudah keliling nawarin jasa. Meski harga makanannya cuma ceban, tapi enggak mungkin kan kasih segitu ke dia. Mau enggak mau dilebihin buat uang lelahnya.

Kalau pun enggak pakai jasa OB, pilihannya pakai delivery order makanan. Tetap aja ada aturan tak tertulis mesti kasih lebihan sebagai uang lelah. Manusiawi sih. Lagian enggak mau juga dibilang pelit.

Sekarang dihitung deh berapa alokasi yang dikeluarin per bulan buat jatah uang lelah ini? Pasti kaget kalau nilainya ternyata lebih dari tunjangan makan siang bulanan!

bawa dampak besar
Kerja yang rajin ya mas, biar cepat naik gaji hehehe (Office Boy / artdeco)

4. Transfer lewat ATM ke bank berbeda

Bagi yang sering transfer duit ke bank berbeda pasti enggak kaget kena biaya. Makin sering dilakoni kebiasaan begini, semakin besar biaya yang mesti dikeluarkan. Anggaplah sekali transfer kena Rp 8.500, kalau 10 kali transfer nilainya setara sama kaos Dagadu tuh.

Itu baru aktivitas transfer yak, bagaimana kalau mau bayar tagihan kartu kredit yang berbeda bank. Pasti kena biaya. Ketika itu rutin dilakukan sudah kebayang kan setahun duit yang menguap berapa.

5. Camilan

Yang namanya mulut, susah diajak mingkem. Apalagi pas sendirian, nonton film, atau pas kumpul bareng teman-teman. Enggak sadar keluarin duit Rp 50 ribu sekadar untuk beli snack dan minuman ringan.

Padahal kalau mau berhitung, kemungkinan alokasi pengeluaran buat camilan melebihi pos makan siang di kantor!

6. Boros pakai listrik

Bukan perkara penting sih membiarkan cas-casan ponsel masih menancap di colokan listrik. Padahal itu bisa jadi sumber pemborosan. Begitu pun juga membiarkan televisi stand by saat enggak ditonton.

bawa dampak besar
Hati-hati pakai listrik kalau gak mau tagihan bengkak (Listrik / tridinamika)

Bagi yang pakai AC, keseringan pasang suhu super duper dingin juga membuat pemakaian listrik bertambah besar.

7. Abai servis rutin kendaraan

Mobil dan motor itu punya hak buat sehat. Caranya? Ajak rutin ke bengkel dong. Pabrikan sudah menganjurkan agar pemilik meluangkan waktu mengecek kendaraanya.

Lebih-lebih yang masih dalam masa garansi. Abaikan ini sama halnya menghanguskan garansi kendaraan.

Selain itu ketika ada kerusakan bisa langsung terdeteksi sejak awal. Bila diatasi sejak dini, maka bisa menghemat duit sampai jutaan rupiah lho.

8. Beli paket data internet

Dulu orang suka perhitungan buat nelepon. Takut habisin pulsa! Beda kasus sama sekarang. Udah enggak perhitungan lagi sama pulsa asalkan tetap online.

Sayangnya, paket data internet itu cukup menguras isi kantong ketika kebiasaan online itu enggak ada batasnya.  Alangkah baiknya pilih paket data internet disesuaikan dengan kebutuhan.

bawa dampak besar
Main internet di hp kadang bisa sampai lupa waktu ya! (Smartphone / jogja.semberani)

Jadi maksud hati pengen irit beli paket yang murah tapi cuma seiprit kuotanya, ya percuma.

Nah sekarang lihat deh, dari sekian daftar itu ada enggak yang menjadi sumber bocor halus isi kantong? Memang nilainya kecil tapi kalau rutin sudah pasti lumayan bikin goyang pendapatan.

Bila sudah ketahuan mana biang bocor halusnya, sekarang enggak perlu lagi bawa-bawa tuyul kan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

4 Jurus Menekan Hidup Superboros

Kesalahan yang Mengubah Niat Berhemat Jadi Boros

Daftar Selebriti yang Kondang Punya Gaya Hidup Hemat