Hal-hal Ini Ternyata Malah Bikin Kamu Jauh dari Kata Untung

“Gara-gara ikut arisan jadi boros gue,” kata Rina suatu hari kepada Tia. Sahabatnya itu bingung mendengar keluhan tersebut.

Soalnya, selama bertahun-tahun ikut arisan, dia gak pernah jadi boros. “Kok bisa boros?” tanya Tia.

Lalu mulailah Rina berkeluh-kesah. Dia memang sebelumnya gak pernah ikut arisan. Dia merasa malas ramai-ramai bertemu banyak orang.

Apalagi banyak basa-basi saat ketemuan arisan. Dia orangnya straight to the point.

Tapi akhirnya dia terpaksa ikut arisan keluarga. Mulanya Rina menolak. Namun akhirnya mau ikut setelah dijelaskan bahwa arisan ini menguntungkan.

Istilahnya, nabung tanpa kena potongan administrasi. Bisa mempererat persaudaraan lagi.

Namun ternyata Rina malah terlalu konsumtif ketika dapet nomor kocokan. Duit dadakan itu ia habiskan tanpa rencana. Bahkan tabungan pribadinya ikut tersedot buat nambahin kekurangan belanja.

Setelah mendengar cerita Rina, Tia hanya bisa geleng-geleng kepala. Begitulah kalau tujuan gak sejalan dengan tindakan. Yang kelihatannya bikin untung justru bisa membuat buntung.

Tujuan arisan sebenarnya baik, apalagi buat yang susah nabung. Kita menjadi seperti dipaksa menabung jika ikut arisan.

Saat mendapat nomor, duit arisan bisa dipakai buat memenuhi kebutuhan. Bisa juga buat belanja apa pun, asalkan direncanakan.

Jika tanpa rencana, duit arisan bisa menguap gak jelas. Seperti Rina, yang malah duit pribadinya ikut terpakai.

jauh dari kata untung
Seperti tatapan mata gebetan, tumpukan duit memang bisa bikin dimabuk kepayang (Uang tunai/Radar Malang)

Selain arisan, ada beberapa hal lain yang kelihatannya menguntungkan, tapi malah bikin jauh dari kata untung.

1. Ikutan bisnis wow

Berbisnis itu baik, termasuk bareng-bareng komunitas. Tapi lihat dulu jenis bisnis yang digeluti komunitas itu. Jika menjanjikan keuntungan besar dengan modal seiprit, wajar kalau kita curiga.

Bisnis ini biasanya menggunakan skema multi-level marketing (MLM). Namun mesti diingat, bisnis MLM gak selalu berupa penipuan.

Yang harus diperhatikan adalah iming-iming keuntungan dari bisnis yang ditawarkan. Misalnya diminya setor Rp 100 ribu saja, tapi keuntungan bisa sampai Rp 1 juta per bulan. Wajiblah kita waspada.

Apalagi jika setoran diminta naik terus. Mau keluar susah, karena sudah setor sejumlah duit. Tapi kalau gak keluar kok lama-lama memberatkan. Ini yang berbahaya.

2. Kredit barang harian

Maksudnya bisa segera nikmatin barang yang diinginkan, tapi malah bergelimang utang. Kredit barang harian memang biasanya lebih gampang diakses masyarakat.

jauh dari kata untung
Sekarang beli ember pun bisa kredit. Tapi lihat dulu bunganya, mencekik gak. (Ember/Produk123)

Ada banyak lembaga peminjaman partikelir, juga rentenir, yang menawarkan. Bahayanya, kredit seperti ini gak terikat aturan Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan.

Walhasil, mereka bebas saja menentukan bunga. Masyarakat yang tergiur iming-iming kredit mudah paling rentan.

Sebaiknya, cari yang aman. Kredit di bank pun sekarang gampang diakses. Lewat Internet pun kita bisa meminjam uang baik dengan maupun tanpa jaminan.

3. Beli barang koleksi

Tas, sepatu, dan barang koleksi lainnya bisa menjadi investasi yang menggiurkan. Asalkan bermerek ternama, apalagi langka, barang-barang itu bisa dijual kembali dengan harga lebih mahal daripada aslinya.

Begitu juga barang memorabilia orang terkenal. Misalnya gitar kepunyaan John Lennon. Melihat betapa beken pemiliknya, gitar itu bisa dijual berkali-kali lipat ketimbang harga awalnya.

Tapi investasi ini malah bisa bikin buntung jika kita gak pandai-pandai merawat barang berharga tersebut. Terutama barang berusia renta yang memerlukan perawatan ekstra.

Salah-salah barang jadi cacat, sehingga harganya jatuh. Niatnya mau untung, malah buntung kuadrat.

jauh dari kata untung
Makanya, harus ekstra hati-hati yang gak siap pegang banyak uang. (Belanja/Tribun Medan)

Arisan dan rupa-rupa hal lainya di atas sejatinya memang menguntungkan. Namun semuanya bakal jauh dari kata untung jika kita menggelutinya tanpa kewaspadaan dan pengetahuan.

Sebelum merogoh kocek untuk keperluan apa pun, termasuk yang kelihatannya menguntungkan seperti disebutkan di atas, sebaiknya kita berpikir dulu. Duit gak datang dari langit.

Diperlukan kerja keras untuk mendapatkannya. Gak mau kan, keluar duit sia-sia untuk hal yang malah bikin rugi.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Susah Banget Mau Nabung? Nih 9 Modus Buat Kamu yang Gak Pernah Bisa Nabung]

[Baca: Seberapa Aman Fitur Pinjaman Dana Online? Kenalan Dulu Yuk]

[Baca: Awas, Bisnis Investasi yang Menipu Ada Di Mana-mana]

[Baca: Jangan Cuma Jadi Ajang Pergaulan, Pahami Dulu Manfaat Ikut Arisan]