Habiskan Rp 18 Triliun, Ini Layanan Digital yang Dikembangkan Perbankan

Pengembangan layanan digital kedepan diprediksi akan semakin menyesuaikan selera konsumen. Era digitalisasi industri perbankan tentunya akan semakin masif.

International Data Corporation (IDC) mengungkapkan pada tahun 2017 saja perbankan di Indonesia membelanjakan modalnya sekitar Rp 10 triliun. Jumlah itu akan semakin meningkat hingga 2022 mendatang hingga mencapai Rp 18 triliun.

Senior Research Manager IDC Handoyo Triyanto menyatakan, perkembangan era digitalisasi semakin membuat perbankan berlomba memberikan layanan digital yang  cepat, mudah, dan aman kepada nasabahnya.

“Biaya yang dikeluarkan memang besar karena perbankan akan terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru,” ujar Handoyo, Kamis (4/10/2018).

8 Komponen Utama Digital Banking

Internet banking (Ilustrasi).

Menurut riset yang dilakukan IDC terdapat beberapa komponen yang akan digunakan perbankan dalam meningkatkan layanan digital banking di Indonesia.

Pertama, layanan mobile payment. Perbankan dinilai akan semakin mengembangkan layanan mobile payment yang memungkinkan nasabahnya melakukan berbagai jenis pembayaran dengan hanya satu aplikasi di telepon pintar.

Layanan ini tengah berkembang pesat karena memberikan kemudahan bagi nasabah perbankan, terlebih fenomena belanja online semakin diminati masyarakat.

Kedua layanan konektivitas sistem atau Open Application Programming Interface (Open API). Ketiga connected core, pengembangan core bisnis perbankan untuk mendukung digital banking.

“Keempat adalah lending as a service, nanti banyak bank besar yang menyasar untuk ber-partner ke fintech, fintech ini pasarnya makin baik,” kata Handoyo.

Kemudian, kelima adalah intelligence automation, yaitu melakukan otomasi proses perbankan terutama di bidang customer service dan bagian operasi.

Keenam, pengembangan corporate banking analytics. Pengembangan tersebut dapat dikatakan proses analisa internal bank guna mengembangkan digital banking secara tepat sasaran dan customer oriented.

“Ketujuh adalah channel experience untuk meningkatkan pelayanan, dan kedelapan next gen security atau meningkatkan keamanan bertransaksi,” papar Handoyo.

Menurutnya delapan komponen tersebut akan semakin masif dikembangkan oleh digital perbankan di Indonesia.

“Teknologi spendingnya tinggi banget, sebenarnya pertumbuhan (belanja modal) per tahunnya 12,5 persen, kenapa bisa setinggi itu? Karena memang ada beberapa teknologi baru, seperti cloud meskipun data centernya harus di Indonesia dan cloud memang biayanya tinggi, di tahun-tahun depan akan banyak yang gunakan cloud, mobile analytics,” pungkasnya