Gini Lho Cara Hitung Zakat yang Harus Kamu Bayarkan Jelang Lebaran

Masih sedikit orang yang belum mengetahui apa aja jenis zakat yang harus dibayarkan setiap bulan maupun menjelang Idul Fitri.

Ini tentu aja harus dihindari. Semua orang Islam harus tahu. Soalnya zakat adalah salah satu rukun yang harus dilakukan. Tanpa zakat, belum lengkap keislaman seseorang.

Jadi intinya, seseorang yang beragama Islam wajib hukumnya membayar zakat.

Selain itu, zakat juga penting banget dilihat dari aspek sosialnya. Maksudnya adalah, zakat pada dasarnya adalah berbagi. Mereka yang menerimanya bakal dapat untung meski hanya di bulan-bulan atau waktu tertentu aja.

Zakat yang dikelola dengan baik bahkan dapat mengangkat derajat penerimanya. Mereka bisa aja merangkak dari jurang kemiskinan jadi lebih sejahtera.

Lalu, apa aja jenis zakat?

jenis-zakat
Zakat Fitrah (nu)

Seperti yang dikutip dari situs zakat.or.id, zakat itu pada dasarnya cuma ada dua, yaitu zakat fitrah dan zakat maal (harta). Berikut penjelasannya:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah umumnya diberikan dalam bentuk uang atau beras.Zakat ini wajib dikeluarkan semua umat Islam menjelang Idul Fitri.

Tujuan pemberian zakat fitrah itu sendiri adalah biar semua orang bisa mengonsumsi makanan yang layak saat lebaran.

Buat besarannya, zat fitrah ditetapkan sebanyak 3,5 liter dari makanan pokok yang biasanya kamu konsumsi setiap hari.

2. Zakat Maal

Sementara zakat maal adalah zakat berupa uang yang tersedia dalam beberapa kategori, yaitu pajak penghasilan, pajak hasil panen, pajak perhiasan, dan kekayaan lainnya.

Orang yang wajib membayar zakat maal adalah mereka yang udah merdeka atau bukan budak, berakal, dan juga udah baligh. Selain itu, harta yang dimiliki juga udah memenuhi nishab atau takaran buat berzakat.

Lalu, gimana perhitungan zakat yang tepat?

jenis-zakat
Zakat Maal (beritalangitan)

Ada kelompok amil atau penyalur zakat yang bakal membantumu menghitung berapa besaran zakat yang harus dikeluarkan.

Namun alangkah baiknya kalau kamu sendiri dapat memahami cara perhitungan zakat yang tepat. Tujuannya sederhana aja, biar proses pemberian zakat bisa lebih cepat.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Zakat penghasilan

Zakat penghasilan umumnya wajib dikeluarkan setiap bulan sebesar 2,5 persen dari total penghasilan dikurang hutang.

Buat nishab zakat penghasilan yaitu 520 x harga makanan pokok (beras) pada waktu zakat dibayar.Jika penghasilanmu ada di atas nishab, maka kamu wajib mengeluarkan zakat ini.

Contohnya: seseorang memiliki penghasilan sebesar Rp 10 juta, tapi dia memiliki utang cicilan kendaraan sebesar Rp 4 juta. Maka, sisa penghasilannya adalah sebesar Rp 6 juta. Orang ini mengonsumsi beras satu liter yang harganya Rp 10 ribu. Maka, 520 x Rp 10 ribu jadi Rp 5,2 juta. Pemasukan orang ini lebih besar dari nishab, maka wajib hukumnya buat dia bayar zakat penghasilan.

Maka, zakat penghasilan yang harus dibayarkan setiap bulan sebesar Rp 6 juta x 2,5 persen, atau setara Rp 150 ribu.

2. Zakat Fitrah

Penghitungan zakat fitrah sebenarnya mudah banget. Jumlahnya sama buat setiap orang. Jadi, kamu gak perlu memerlukan perhitungan khusus.

Seperti yang udah dijelaskan di atas, zakat fitrah adalah bahan makanan pokok yang sesuai dengan apa yang kamu konsumsi sehari-hari.

Karena makanan pokok yang dikonsumsi orang Indonesia adalah beras, maka kamu dapat memberikan beras kepada orang yang membutuhkan. Lebih spesifik, 3,5 liter beras.

Kamu juga bisa menggantinya dengan uang yang besarnya setara harga 3,5 beras.

3. Zakat Maal

Perhitungan zakat maal adalah 2,5 persen x besarnya harta yang kamu miliki dan tersimpan selama satu tahun.

Harta tersebut berupa emas, hasil panen, tabungan, rumah, dan tanah.

Orang yang memiliki kewajiban membayar zakat maal adalah mereka yang jumlah kekayaannya udah mencapai 85 kali harga satu gram emas.

Contohnya: penghasilanmua dalam satu tahunsebesar Rp 80 juta. Di sisi lain harga emas per gram adalah Rp 600 ribu. Maka nishab-nya adalah 85 x Rp 600 ribu yaitu Rp 51 juta.

Jadi, harta yang kamu miliki berada di atas nishab. Nah, ketentuan perhitungan yang harus kamu berikan yaitu 2,5 persen x Rp 80 juta, atau sebesar Rp 2 juta.

Itu dia jenis zakat serta cara menghitungnya. Jadi udah tahu kan berapa zakat yang harus kamu keluarkan? Semoga membantu!