Gimana Caranya Jadi Influencer Instagram Sukses? Lakukan Saja 7 Langkah Ini

Pengin punya penghasilan tambahan hanya dengan main Instagram? Solusinya ya jadi influencer Instagram pastinya. Tapi, jadi influencer tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Influencer, brand ambassador, Selebgram atau mungkin buzzer merupakan hal yang sama. Intinya mereka bekerja untuk mempromosikan produk atau sebuah brand lewat akun media sosialnya.

Banyak orang yang bilang bahwa influencer menjadi profesi baru yang diidam-idamkan. Bagaimana tidak? Kamu gak perlu ngantor, tapi bisa dapat uang. Semua orang juga pasti pengin.

Ditambah lagi sering dikasih produk gratisan pula dari brand, plus jalan-jalan. Selain itu, kamu juga bisa tenar bak selebritis.

Lantas mengapa Instagram? Karena semua brand yang cukup aktif dalam dunia digital marketing, pasti memiliki akun Instagram. Mereka pun kerap memanfaatkan platform tersebut untuk promosi.  

Dalam hal memilih influencer, brand pun gak asal pilih. Beberapa hal yang jadi pertimbangan mereka adalah, berapa besar followers Instagram sang influencer. Dan hal lain tentunya adalah apakah follower influencer tersebut bisa menjadi target market brand.

Nah, kira-kira gimana sih caranya menjadi influencer Instagram yang baik dan tentunya bisa menarik atensi brand-brand besar? Simak lebih lanjut di bawah ini.

1. Menentukan profilmu sebagai influencer

jadi influencer instagram
Asyik kan, cuma upload-upload foto atau video tapi dibayar (Instagram/umcontainer)

Jika memang kamu bercita-cita jadi influencer Instagram yang tenar dan berpengaruh, tentukan profilmu dengan baik. Influencer seperti apakah kamu, dan foto atau video apa yang kiranya bakal sering kamu share di akun Instagram?

Apakah itu foto mobil dan motor modifikasi, bermain alat musik dengan teknik yang ciamik, atau foto aksimu di kejuaraan marathon. Atau mungkin kamu lebih suka majang videomu yang tengah mengangkat beban berat di gym atau pamer foto makanan enak?

Tahap ini merupakan tahap pembentukan identitasmu sebagai influencer. Oleh karena itu, tentukanlah profilmu dengan baik karena hal ini juga berkaitan dengan kriteria followersmu.

Misalkan, jika kamu aktif dalam menjajal make-up baru dan membagikan ulasannya secara singkat di foto Instagram. Maka akunmu akan lebih menarik bagi kaum hawa yang juga menggilai kosmetik, bukan para lelaki macho yang doyan nge-gym.

2. Setiap foto atau video yang diunggah harus “Instagrammable”

Apa sih definisi “Instagrammable”? Simple saja, intinya layak tayang di Instagram. Terus seperti apa foto atau video yang Instagrammable?

– Foto yang instagrammable

Foto yang kamu upload haruslah jernih, jelas, dan tidak backlight. Cari angle yang baik, sehingga fotomu terlihat proporsional dan artistik. Tapi bukan berarti harus dipotret dengan SLR juga.

Kamu bisa memotretnya dengan ponsel yang memenuhi standar fotografi. Gunakan setidaknya resolusi sebesar 12MP dengan pencahayaan natural tanpa flash di kamera ponsel.

Untuk mendapatkan foto dengan pencahayaan baik, lakukan pemotretan objek sekitar pukul  8-9 pagi atau 4-5 sore. Perhatikan pula background obyek dan anglenya.

– Video yang instagrammable

Instagram berbeda dengan Youtube, oleh karena itu pemilihan videonya pun berbeda. Sebisa mungkin video yang kamu tampilkan tidak berdurasi lama dan lebih straight to the point.

Pada intinya, followers-mu ingin melihat inti dari videonya. Oleh karena itu buatlah video yang informatif yang durasinya maksimal 1 menit. Pastikan juga videonya jelas dan tidak gelap.

3. Manfaatkan Webstagram untuk mencari trending hashtag

Agar fotomu viral, sudah pasti kamu harus menyertakan hashtag ketika mengunggahnya ke Instagram. Carilah hashtag terpopuler yang sesuai dengan fotomu dengan memanfaatkan situs Webstagram.

jadi influencer instagram
Ada banyak tools buat Instagram, pelajari satu per satu ya (instagram trending/socialmediatoday)

Di situs inilah kamu bisa menganalisa seberapa banyak sebuah hashtag digunakan oleh para Instagram user. Pastikan kamu menggunakan hashtag yang sering digunakan banyak orang, tapi tetap sesuai dengan postingan kamu.

Dengan hashtag yang pas dan konten foto atau video yang menarik, sudah pasti banyak orang yang memberikan like ke kontenmu. Dan gak nutup kemungkinan, kamu akan mendapat followers baru.

4. Gunakan tools yang tepat untuk menambah followers

Selain mengunggah konten menarik dengan hashtag yang tepat, apa lagi sih yang bisa dilakukan untuk menambah followers? Tentunya adalah aktif berinteraksi di Instagram, seperti memfollow, memberikan like, atau komentar di postingan konten orang lain.

Namun apakah kamu sanggup melakukannya kepada ribuan Instagram user? Pasti sulit ya. Kalaupun bisa, kamu bakal butuh banyak waktu untuk melakukannya.

Solusinya, manfaatkan saja tools yang namanya Instagress atau Celebgramm. Tools ini merupakan otomasi untuk melakukan follow, likes, dan komen di setiap postingan para Instagram user.

Kamu bisa memilih di akun siapa saja kamu ingin melakukan interaksi. Apakah itu di akun setiap followers brand “A,” atau akun yang sering mengunggah foto dengan hashtag tertentu. Akunmu juga akan melakukan auto-follow ke akun-akun tersebut.  

Instagress maupun Celebgram punya prinsip yang sama. Hanya saja Celebgram dibuat sama orang Indonesia, jadi petunjuknya pun jelas.

Di Instagress kamu pun bisa melakukan trial selama 3 hari kalau kamu penasaran. Dan untuk harga, dua platform ini gak mahal-mahal amat kok, bisa dimulai dengan harga Rp 195 ribuan saja.

Dengan memanfaatkan kedua platform ini, tugas kamu selanjutnya hanyalah menyediakan konten menarik di akunmu. So, bisa hemat waktu pastinya kan. Followers-mu pun bertambah secara organik.

5. Hindari beli followers

Jangan pernah tergiur untuk membeli followers bila kamu ditawari oleh pihak-pihak tertentu. Kamu gak akan pernah tahu apakah followers-mu nanti adalah benar-benar orang yang suka dengan kontenmu atau tidak. Kalau begini, jadi susah dapat feedback dan gak bisa evaluasi apakah kontenmu benar-benar menarik atau tidak.

Brand pun tahu mana followers yang beli dan mana yang organik. Malu dong pastinya punya followers sampai 150k tapi setiap kali posting hanya di-like 20 orang.

6. Sering-sering datang ke event untuk networking

jadi influencer instagram
Jangan lupa untuk networking dengan perwakilan brand ketika datang ke event (Datang ke event/stylemagazines)

Ketika akun Instagrammu sudah terkelola dengan baik, rajin-rajinlah mendatangi event-event yang berkaitan dengan konten Instagram-mu dan melakukan networking dengan perwakilan brand di sana. Di situlah kesempatanmu untuk dekat dengan brand.

Jangan sungkan untuk bertanya seputar update produk ke mereka. Bila memang followers Instagrammu sudah cukup banyak, tanyakan saja apakah brand tersebut berminat untuk menjadikanmu influencer atau endorser produk mereka.

Tawarkan harga yang masuk akal, tentunya sesuai dengan jumlah followers, interaksi followers-mu, dan kualitas konten yang kamu buat. Dan mintalah mereka untuk selalu mengundangmu di saat mereka menggelar event-event tertentu.

7. Buat blog pribadi

Memberikan ulasan produk di Instagram pastinya gak akan semaksimal jika kamu melakukannya di blog. Sebagai media sosial, kekuatan Instagram jelas ada di audio dan visual. Untuk editorial, jelas blog yang lebih unggul.

Lewat blog, kamu bisa menyajikan konten artikel untuk followers-mu. Misalkan kamu mau membuat perbandingan latihan otot bicep yang paling efektif untuk gerakan bicep curl antara posisi berdiri atau duduk. Jelas blog yang akan berperan penting.

Di Instagram, mungkin kamu hanya perlu mengunggah fotomu sedang melatih otot bicep. Sedangkan dalam caption, kamu bisa ajak para followers-mu untuk membaca blogmu.

Buatlah tulisan yang SEO friendly dalam blog agar artikel-artikel yang kamu buat mudah muncul di mesin pencari. Gunakan pula keyword yang spesifik.

Ibarat perjalanan karier, menjadi influencer Instagram juga butuh perjuangan. Gak ada yang bisa instan dapat followers banyak tanpa melakukan apa-apa, kecuali kamu artis, musisi, atau tokoh terkenal.

Namun peluang untuk menjadi influencer masih tetap terbuka jika kamu punya semangat yang tinggi. Selamat mencoba dan semoga sukses!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Manfaatin Jasa Endorser Buat Promosi Usaha , Efektif Gak Sih?]

[Baca: Hey Marketers, Nih 5 Cara Meningkatkan Brand Awareness dengan Hemat]

[Baca: Profesi yang Seru Sekaligus Gak Main-main Penghasilannya]